Gary Neville Kaget MU Tak Pecat Michael Carrick usai Dihajar Como dan Bournemouth

Gary Neville Kaget MU Tak Pecat Michael Carrick usai Dihajar Como dan Bournemouth
Gary Neville Kaget MU Tak Pecat Michael Carrick usai Dihajar Como dan Bournemouth

Cakrawala News – 01 November 2026 | Gary Neville Kaget MU Tak Pecat Michael Carrick usai Dihajar Como–Bournemouth menjadi sorotan utama di jagat sepak bola Inggris. Legenda Manchester United itu mengaku heran karena manajemen Setan Merah tetap mempertahankan Michael Carrick sebagai pelatih, meski timnya baru saja dipermalukan Bournemouth 0-3 di Old Trafford dan juga dihajar Como di Liga Champions. Kekalahan tersebut memperpanjang tren negatif Manchester United menjadi delapan pertandingan tanpa kemenangan di semua kompetisi pada musim 2026/2027.

Menurut Neville, kekalahan dari Bournemouth pada Minggu, 25 Oktober 2026, seharusnya menjadi pertandingan terakhir Carrick di kursi pelatih. Namun hingga Kamis, 29 Oktober 2026, klub masih mempertahankan pelatih berusia 45 tahun tersebut. Carrick bahkan dipersiapkan untuk memimpin tim saat menghadapi Chelsea pada Sabtu, 31 Oktober 2026.

Keputusan Manajemen dan Kandidat Pengganti

Manajemen Manchester United di bawah kendali INEOS sempat mempertimbangkan pergantian pelatih setelah kekalahan telak dari Bournemouth. Carrick dipanggil ke pusat latihan Carrington pada Senin waktu setempat untuk menjalani pembicaraan dengan manajemen. Setelah pertemuan itu, klub memutuskan memberinya kesempatan untuk membenahi situasi tim.

Laporan menyebutkan bahwa MU mengurungkan niat memecat Carrick karena tidak yakin dengan kualitas kandidat yang tersedia untuk menggantikannya. Keputusan tersebut membuat Carrick setidaknya tetap memimpin tim ketika bertandang ke markas Chelsea. Ia pun sudah kembali memimpin latihan pada Selasa, setelah para pemain mendapatkan jatah libur sehari sebelumnya.

Neville menduga keputusan bertahan bersama Carrick lahir karena jajaran petinggi klub mengalami kebingungan menentukan langkah berikutnya. Dalam siniar Stick to Football, ia menyampaikan bahwa dalam 24 jam setelah pertandingan melawan Bournemouth, manajemen benar-benar memperdebatkan masa depan Carrick secara bolak-balik.

Reaksi dan Pengalaman Pribadi Neville

Meski terkejut, Neville mengaku lega dan senang karena mantan rekan setimnya itu tidak jadi dipecat. Ia berharap Carrick bisa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membalikkan kondisi Setan Merah. Pernyataan itu disampaikannya ketika berbicara di Sky Sports.

Neville menyoroti momen ketika Carrick berjalan mengelilingi lapangan sendirian di akhir pertandingan, sementara para pemainnya berada di belakang. Menurutnya, pemandangan itu memberikan kesan seolah sang manajer sedang menjalani putaran perpisahan sebelum meninggalkan klub. Carrick disebut melambaikan tangan kepada para penggemar dengan cara yang seolah meminta maaf, tetapi juga seperti sedang berpamitan.

Dalam kesempatan lain, Neville menekankan bahwa keputusan berpisah tidak selalu buruk bagi seorang pelatih. Ia merujuk pada pengalamannya sendiri saat menangani Valencia pada musim 2015/2016. Menurutnya, terkadang seorang manajer perlu dipecat demi kebaikannya sendiri, dan ia mengaku justru senang ketika klub mengakhiri penderitaannya.

Krisis Performa Manchester United

Awal musim 2026/2027 menjadi salah satu pekerjaan rumah terbesar Manchester United. Dari sisi liga, Setan Merah baru mengumpulkan tujuh poin dari delapan pertandingan Liga Inggris. Start tersebut tercatat sebagai awal musim terburuk mereka dalam kompetisi liga selama 40 tahun terakhir.

Secara keseluruhan, Manchester United baru mencatatkan dua kemenangan dari 12 pertandingan di semua kompetisi musim ini. Rentetan negatif itu menempatkan klub hanya satu poin di atas zona degradasi Liga Inggris, menambah urgensi untuk segera menemukan solusi. Kekalahan 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford disebut menjadi penanda betapa menukiknya performa tim.

Sebelumnya, Carrick sempat membawa United finis di posisi ketiga pada musim lalu setelah ditunjuk dengan kontrak jangka pendek menyusul kepergian Ruben Amorim. Capaian itu menjadi modal yang membuat manajemen masih memberi ruang baginya untuk membenahi tim, kendati tekanan dari publik dan media terus meningkat.

Di tengah situasi tersebut, Carrick memilih angkat bicara dan mengakui bahwa penampilan Manchester United saat dibantai Como tidak dapat diterima. Ia memilih meminta maaf kepada suporter ketimbang membahas masa depannya. Sikap itu menunjukkan bahwa sang pelatih memahami besarnya kekecewaan pendukung setelah rangkaian hasil buruk yang dialami tim.

Pertandingan melawan Chelsea pada Sabtu mendatang akan menjadi ujian langsung bagi Carrick dan skuadnya. Hasil di laga tersebut berpotensi menentukan apakah kepercayaan manajemen kepadanya masih bertahan atau justru memicu kembali pembicaraan soal pergantian pelatih. Hingga berita ini ditulis, masa depan Carrick di Old Trafford masih sulit diprediksi, meski ia untuk sementara tetap mendapat kesempatan membuktikan kemampuannya.

Bagi Manchester United, persoalan utama bukan sekadar sosok di kursi pelatih, melainkan cara tim keluar dari keterpurukan yang telah berlangsung sejak awal musim. Dengan posisi yang hanya satu poin di atas zona degradasi, setiap pertandingan kini terasa seperti laga penentu. Keputusan mempertahankan Carrick pun menjadi taruhan yang akan dinilai dari hasil-hasil berikutnya.

Exit mobile version