Cakrawala News – 18 Oktober 2026 | Gaya Dian Sastrowardoyo di BIFF 2026, tampilkan karya desainer lokal, menjadi salah satu momen yang mencuri perhatian di ajang festival film bergengsi Asia tersebut. Dalam rangka menghadiri world premiere film Laut Bercerita, aktris itu tampil elegan dalam balutan strapless evening gown rancangan desainer Indonesia Wilsen Willim di Busan, Korea Selatan.
Gaun bernuansa black on black itu menghadirkan permainan tekstur melalui perpaduan material tailoring fabric dan satin. Siluetnya dibuat tegas sekaligus feminin, memberikan kesan modern yang tetap understated, karakter yang lekat dengan rancangan Wilsen Willim.
Pilihan busana karya desainer lokal ini disebut sebagai cara Dian membawa nama Indonesia ke panggung internasional. Di tengah sorotan kamera red carpet, potongan gaun yang anggun dan penuh karakter membuat penampilannya tetap menonjol tanpa terkesan berlebihan.
Bagian dari Koleksi Private Show Mondial
Menurut Wilsen Willim, gaun tersebut sebenarnya merupakan bagian dari koleksi yang dipersiapkan untuk private show anniversary Mondial di Amanjiwo pada September 2026. Koleksi itu dirancang dengan cukup spesifik, yakni mempertahankan karakter Wilsen sambil menghadirkan bentuk yang minimalis dan tetap elegan.
“Kebetulan untuk show itu kita diminta buat gaun-gaun yang masih bernapas Wilsen, tapi minimalis dan tetap elegan,” ujar Wilsen melalui pesan singkat, Jumat, 16 Oktober 2026.
Wilsen mengaku deg-degan lantaran ini menjadi pengalaman baru bagi labelnya. Ia menyebut Wilsen memang jarang membuat gaun, bahkan saat show couture biasanya melakukan mix and match.
“Jujur, saya deg-degan karena ini pertama kalinya kami diminta membuat gaun-gaun untuk proyek seperti ini. Bahkan saat show couture, kami biasanya melakukan mix and match karena Wilsen memang jarang membuat gaun,” tuturnya.
Gaun tersebut kemudian dipilih untuk dikenakan Dian atas permintaan fashion stylist Hagai Pakan. Menariknya, proses penyesuaian gaun berlangsung cukup singkat. Dian hanya menjalani satu kali fitting untuk beberapa alteration sebelum gaun itu langsung dibawa ke Busan.
“Cuma fitting sekali untuk sedikit alteration, lalu langsung dibawa ke Busan,” ungkap Wilsen. Ia juga menyatakan kepuasan dan kegembiraannya melihat hasil akhirnya. “It looks super amazing in Kak Dian,” kata dia.
Detail Sculptural dan Permainan Siluet
Rajasa Pramesywara, Direktur Pemasaran Wilsen Willim, menjelaskan bahwa busana ini merupakan sculptural evening gown dengan draped train. Gaun berpotongan strapless itu dilengkapi lengan yang bisa dilepas atau detachable sleeves.
“(Gaunnya) strapless evening gown dengan detachable sleeves. Bahannya campuran tailoring fabrics dari satin, dengan konsep black on black,” ujar Rajasa kepada media melalui pesan singkat pada Jumat, 16 Oktober 2026.
Perpaduan dua tekstur ini membuat gaun terlihat berstruktur, tetapi tetap punya kilau halus. Warna hitam yang menyatu dari atas sampai bawah membuat semua detail sculptural-nya makin menonjol.
Meski punya detail unik, gaun ini tetap mempertahankan siluet yang sleek. Bagian dada dibuat pas dengan potongan lurus, lalu jatuh ke rok panjang yang ramping dengan belahan di bagian depan. Di bagian pinggul, ada drape yang sengaja dibuat untuk mempertegas siluet tubuh, lalu mengalir menjadi train di bagian belakang.
Detail spesialnya ada di punggung. Gaun ini memiliki oval back cut yang dihiasi ornamen berbentuk pinwheel, sehingga tampilan dari belakang pun tetap menarik. “Detail spesialnya ada oval cut dengan pinwheel, ada juga drape di hips untuk menambahkan atau mempertegas aksen siluetnya,” lanjut Rajasa.
Seluruh tampilan Dian ditata oleh stylist Hagai Pakan. Gaya rambut slicked-back serta makeup soft dan natural menjaga keseluruhan penampilannya tetap elegan dan kompak.
Kelanjutan Kolaborasi Wilsen Willim dan Dian
Kolaborasi Wilsen Willim dan Dian Sastrowardoyo berlanjut melalui koleksi busana siap pakai yang mendapat sambutan positif. Koleksi Part 1 yang diluncurkan pada Agustus 2026 telah habis terjual, membuka jalan bagi Part 2 yang mulai dipasarkan pada Oktober 2026.
Part 2 menghadirkan beberapa potongan kunci seperti Pointed Pintuck Shirt dan Janggan Shirt. Di sisi busana formal terdapat tiga interpretasi beskap, yakni Single Button Beskap, Detachable Crop Beskap, dan Military Beskap. Pilihan rok melengkapi rangkaian dengan Ruched Peplum Skirt, Multi-Pleated Apron Skirt, serta Side-Draped Skirt.
Sementara itu, Part 1 menawarkan 13 busana siap pakai yang terinspirasi dari siluet tradisional Indonesia, termasuk kebaya Kartini, kebaya kutubaru, atasan Janggan, beskap, dan surjan. Penggunaan material beragam seperti katun, suiting fabric, jacquard, serta batik tulis Cirebon berbahan dasar katun membawa karakter warisan Nusantara ke dalam pendekatan desain yang lebih kontemporer.
Dengan demikian, Gaya Dian Sastrowardoyo di BIFF 2026, tampilkan karya desainer lokal tidak sekadar soal penampilan di red carpet. Momen tersebut memperlihatkan bagaimana karya desainer Indonesia dapat tampil di panggung internasional sekaligus membuka jalan bagi kolaborasi busana yang lebih luas.
Ke depan, perhatian publik tampaknya akan tertuju pada kelanjutan koleksi Wilsen Willim bersama Dian Sastrowardoyo, termasuk respons pasar terhadap Part 2 yang baru mulai dipasarkan. Penampilan di Busan menjadi semacam panggung pembuka yang memperkuat posisi label lokal di kancah fesyen, baik di dalam maupun luar negeri.












