Gempa Hari Ini: Sumba Diguncang M 6,1 dan M 4,8, Puluhan Rumah Rusak

Gempa Hari Ini: Sumba Diguncang M 6,1 dan M 4,8, Puluhan Rumah Rusak
Gempa Hari Ini: Sumba Diguncang M 6,1 dan M 4,8, Puluhan Rumah Rusak

Cakrawala News – 05 Oktober 2026 | Gempa hari ini kembali mengguncang Indonesia, dengan dua peristiwa berbeda tercatat di Nusa Tenggara Timur dan Jawa Timur pada Minggu, 4 Oktober 2026. Guncangan paling signifikan terjadi di Sumba, Nusa Tenggara Timur, ketika gempa berkekuatan magnitudo 6,1 menghantam wilayah tersebut pada pagi hari dan menyebabkan puluhan rumah warga serta fasilitas umum mengalami kerusakan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa M 6,1 itu terjadi pada pukul 06.55 Wita. Pusat gempa berada di laut pada kedalaman 10 kilometer, berjarak sekitar 14 kilometer barat daya Kodi, Sumba Barat Daya. Guncangan dilaporkan dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Kodi.

Dampak dari gempa hari ini terlihat jelas di lokasi. Pantauan di Desa Wala Dimu, Kecamatan Kodi Bangedo, Sumba Barat Daya, memperlihatkan kondisi tembok rumah-rumah warga yang retak hingga roboh akibat kuatnya guncangan. Tidak hanya rumah, sejumlah fasilitas umum di Kabupaten Sumba Barat Daya serta Sumba Barat juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Gempa Susulan M 4,8 Berpusat di Darat

Pada malam harinya, gempa kembali mengguncang Sumba Barat Daya dengan kekuatan lebih kecil. BMKG mencatat gempa magnitudo 4,8 terjadi pada pukul 21.59 WIB. Berbeda dengan gempa pagi, pusat gempa kali ini berada di darat, sekitar 13 kilometer di selatan Kodi, dengan kedalaman 21 kilometer.

Titik koordinat gempa tercatat pada 9,71 derajat Lintang Selatan dan 118,98 derajat Bujur Timur. BMKG menyampaikan informasi awal tersebut dengan mengutamakan kecepatan. Karena itu, hasil pengolahan data masih belum stabil dan dapat berubah seiring kelengkapan informasi yang diterima.

“Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” demikian pernyataan BMKG melalui akun @infoBMKG.

Hingga informasi awal tersebut disampaikan, belum ada laporan mengenai dampak gempa M 4,8. Informasi mengenai dampak gempa susulan pada Minggu malam itu masih dalam pemantauan pihak berwenang.

Guncangan Juga Terasa di Malang

Pada hari yang sama, gempa bumi juga mengguncang kawasan Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Minggu malam. BMKG mengungkapkan kekuatan guncangan gempa tersebut magnitudo 4,6.

“Pusat gempa berada di laut,” kata BMKG dalam laman resminya, Minggu, 4 Oktober 2026. Informasi mengenai kedalaman dan dampak gempa Malang belum dijelaskan secara rinci dalam laporan awal tersebut.

Korban Jiwa dalam Penanganan Gempa Flores

Di sisi lain, rangkaian penanganan gempa di wilayah Nusa Tenggara Timur turut menimbulkan duka. Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga, yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Penanganan Gempa Bumi, meninggal dunia pada Sabtu malam, 3 Oktober 2026, sekitar pukul 20.10 Wita.

Gonzalo diduga meninggal dunia akibat mengalami serangan jantung karena kelelahan pasca menjalankan tugas penanganan gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores beberapa waktu lalu. Serangan jantung tersebut dialaminya saat perjalanan pulang dari Kecamatan Aesesa Selatan menuju Mbay, ibu kota Kabupaten Nagekeo.

Dirinya diketahui sempat meninjau pekerjaan perbaikan jalan rusak di ruas jalan Aemali-Danga, Desa Rendu Tutubhada, Kecamatan Aesesa. Saat mengalami serangan jantung, Gonzalo sempat dilarikan ke puskesmas kota. Tenaga medis yang memeriksanya kemudian merujuk Gonzalo ke RSUD Aeramo untuk mendapatkan penanganan. Namun, nyawanya tidak terselamatkan.

Jenazah Gonzalo sempat dibawa ke kantor Bupati Nagekeo untuk menjalani upacara penghormatan terakhir dan pelepasan. Rencananya, jenazah Wakil Bupati Nagekeo itu dikebumikan pada Selasa, 6 Oktober, di kediamannya di Bajawa. Gonzalo dikenal sebagai sosok yang sigap dan selalu berada di barisan terdepan dalam penanganan gempa bumi Flores. Ia merupakan Wakil Bupati Nagekeo yang mendampingi Bupati Simplisius Donatus dalam memimpin Kabupaten Nagekeo periode 2024-2029.

Waspadai Kondisi Rumah Usai Gempa

Menyusul rangkaian gempa hari ini, masyarakat diimbau untuk memastikan kondisi bangunan sebelum kembali beraktivitas di dalam rumah. Guncangan gempa membuat bangunan bergerak dari posisi yang semestinya. Jika konstruksi dan penyangganya tidak tahan getaran, rumah bisa rusak dan ambruk.

Direktur Mortar Indonesia sekaligus praktisi konstruksi, Taufiq Hidayat, menyarankan penghuni memperhatikan bentuk rumah dari depan atau jarak jauh sebelum masuk. Pemeriksaan itu penting untuk melihat apakah ada kerusakan atau kemiringan pada bagian penopang rumah, seperti tiang, kolom, dan beton.

Jika bagian luar tampak aman, penghuni dapat masuk dan memeriksa interior rumah. Perhatikan apakah ada retakan pada dinding, atap, hingga lantai. Menurut Taufiq, retak halus yang tidak menyebabkan komponen struktural bangunan bergeser umumnya masih terbilang aman. Berbeda halnya dengan kerusakan struktural, yang lokasi retaknya berada di sudut-sudut rumah, tempat dinding bertemu.

Selain struktur bangunan, penghuni diminta tidak asal menyentuh atau menyalakan benda yang tersambung aliran listrik. Jika menemukan tanda-tanda tidak normal pada instalasi atau kelistrikan rumah, segera laporkan kepada PLN.

Rangkaian peristiwa ini menjadi pengingat bahwa wilayah Indonesia, khususnya Nusa Tenggara Timur dan Jawa Timur, berada di kawasan rawan gempa. Masyarakat diimbau terus memantau informasi resmi BMKG dan memprioritaskan keselamatan, terutama saat berada di dalam bangunan ketika guncangan susulan terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *