Kualifikasi Piala Afrika 2027: Pablo Ganet Kapten Guinea Khatulistiwa, Uganda Tahan Tunisia

Kualifikasi Piala Afrika 2027: Pablo Ganet Kapten Guinea Khatulistiwa, Uganda Tahan Tunisia
Kualifikasi Piala Afrika 2027: Pablo Ganet Kapten Guinea Khatulistiwa, Uganda Tahan Tunisia

Cakrawala News – 27 September 2026 | Kualifikasi Piala Afrika 2027 kembali menyajikan sejumlah cerita menarik dari matchday pertama Grup E dan Grup H. Gelandang Persita Tangerang, Pablo Ganet, dipercaya kembali sebagai kapten Timnas Guinea Khatulistiwa saat menghadapi RD Kongo, sementara Uganda sukses menahan imbang Tunisia 1-1 di Stadion Hammadi Agrebi, Rades.

Guinea Khatulistiwa harus menelan kekalahan 0-2 dari tuan rumah RD Kongo pada laga yang digelar Jumat (25/9). Bertandang ke Stade des Martyrs, Kinshasa, tim asuhan Pablo Ganet tak mampu membendung tekanan RD Kongo yang mencetak dua gol melalui Chancel Mbemba dan Yoane Wissa.

Kekalahan tersebut membuat Guinea Khatulistiwa untuk sementara terdampar di dasar klasemen Grup E. Meski demikian, Persita Tangerang melalui akun Instagram resmi klub terus memberikan dukungan kepada pemain andalannya itu.

“Pandangan tertuju pada impian. Hati sepenuh jiwa dalam perjuangan,” tulis Persita Tangerang dalam unggahannya.

Ganet bukan sosok sembarangan bagi Guinea Khatulistiwa. Gelandang berusia 31 tahun kelahiran Malaga, Spanyol, itu telah menjadi tumpuan tim nasional sejak 2015. Sepanjang kariernya bersama timnas, ia sudah mencatatkan 32 penampilan dengan torehan setengah lusin gol.

Jam terbang serta pengalaman panjang bersama Malaga B di Spanyol membuat Ganet dipercaya mengenakan ban kapten. Peran tersebut menjadi bukti kepercayaan pelatih dan rekan setimnya terhadap kepemimpinan pemain yang kini memperkuat Persita Tangerang di BRI Liga 1 itu.

Uganda Curi Poin di Kandang Tunisia

Di Grup H, Uganda Cranes berhasil meraih hasil imbang 1-1 saat menghadapi Tunisia dalam laga pembuka kualifikasi Piala Afrika 2027. Bermain sebagai tim tamu di Stadion Hammadi Agrebi, Rades, Kamis malam, Uganda sempat tertinggal lebih dahulu sebelum bangkit di babak kedua.

Tunisia membuka keunggulan pada menit ke-12 melalui Alaa Arous yang memanfaatkan situasi tendangan sudut. Namun Uganda mampu menyamakan kedudukan lewat gol Rogers Mato di paruh kedua pertandingan.

Pelatih Uganda, Paul Put, mengapresiasi semangat dan organisasi timnya meski mengkritik kesalahan dalam bertahan pada situasi set-piece yang berujung gol Tunisia. Ia menegaskan perbaikan dalam bertahan dari bola mati menjadi prioritas karena kesalahan serupa juga terjadi saat melawan Tunisia pada AFCON 2025.

“Saya tidak senang dengan gol yang kami kobobolan dari situasi set-piece. Ini adalah hal yang harus kami perbaiki segera,” ujar Put.

Meski demikian, Put mengaku puas dengan cara timnya bermain dan mengendalikan penguasaan bola, terutama di babak pertama. Uganda sendiri sudah dipastikan lolos ke putaran final sebagai salah satu tuan rumah bersama Kenya dan Tanzania.

Pertandingan ini sekaligus menandai debut pelatih Tunisia, Moin Chaabani, yang menjadi pelatih permanen keempat dalam satu tahun terakhir. Hasil imbang tersebut memberikan tekanan tambahan bagi Tunisia yang memiliki tradisi lolos ke AFCON selama 17 edisi berturut-turut.

Dengan Uganda, Botswana, dan Libya sebagai lawan di Grup H, setiap pertandingan kandang menjadi sangat penting bagi Tunisia untuk mempertahankan catatan tersebut. Uganda, meski sudah pasti lolos, tetap menunjukkan performa kompetitif untuk memberikan tantangan serius kepada para pesaingnya.

Kritik untuk Tounekti

Penampilan winger Tunisia, Sebastian Tounekti, mendapat kritik tajam dari penggemar usai hasil imbang melawan Uganda. Pemain klub Celtic itu memulai pertandingan dari posisi sayap kiri namun dinilai tampil kurang maksimal.

Reaksi penggemar di media sosial menunjukkan kekecewaan mendalam, dengan beberapa komentar menyebutnya sebagai pemain yang tidak efektif dan membebani klubnya. Sejumlah pendukung bahkan menyarankan manajemen tim nasional melakukan perombakan skuad, termasuk melepaskan Tounekti.

Menanggapi kritik tersebut, Tounekti menyikapinya dengan bijak. Ia mengakui bahwa proses adaptasi dengan pelatih baru yang baru saja bergabung memerlukan waktu. Ia juga menekankan pentingnya mentalitas menang saat bermain di kandang dan kerja sama tim.

Dampak ke Ranking FIFA

Menariknya, hasil di kualifikasi Piala Afrika 2027 turut berdampak pada posisi ranking FIFA sejumlah tim. Togo berhasil naik dari peringkat ke-119 ke posisi ke-118 setelah meraih kemenangan 1-0 atas Burundi dalam ajang yang sama.

Kemenangan tersebut membuat Togo memperoleh tambahan 10,72 poin, naik dari 1152,76 menjadi 1163,48. Tambahan poin itu membuat Togo menggeser Timnas Indonesia yang turun satu tingkat ke peringkat ke-119.

Indonesia sebelumnya menang 2-0 atas Singapura pada laga perdana divisi pertama FIFA ASEAN Cup 2026 Grup A di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/9). Dua gol Tim Garuda dicetak Ragnar Oratmangoen dan Ole Romeny melalui penalti.

Kemenangan itu memberi Indonesia tambahan 4,12 poin, dari 1157,05 menjadi 1161,17. Namun tambahan tersebut belum cukup mempertahankan posisi Indonesia karena Togo meraih poin lebih besar dari kualifikasi Piala Afrika 2027.

Dengan kompetisi yang baru berjalan satu matchday, persaingan di Grup E dan Grup H masih terbuka lebar. Guinea Khatulistiwa perlu segera bangkit untuk menjaga peluang lolos, sementara Tunisia dituntut memaksimalkan laga kandang agar tradisi 17 edisi berturut-turut tidak terputus.

Exit mobile version