Gol Pertama Jens Raven di Tengah Kekalahan Bali United

Gol Pertama Jens Raven di Tengah Kekalahan Bali United
Gol Pertama Jens Raven di Tengah Kekalahan Bali United

Cakrawala News – 22 Oktober 2026 | Meski Bali United kalah, Jens Raven senang bisa cetak gol pertama musim 2026/2027 [titlebase]. Penyerang berusia 21 tahun itu mencetak gol saat Serdadu Tridatu tumbang 2-3 dari Java United pada pekan kelima Super League 2026/2027 di Stadion Jatidiri, Semarang, Jumat (16/10/2026). Gol tersebut menjadi torehan perdananya bagi Bali United di musim ini, kendati tak mampu menyelamatkan timnya dari kekalahan.

Raven mengungkapkan rasa syukurnya melalui akun Instagram pribadinya pada Selasa (20/10/2026). Ia menyebut hasil laga melawan Java United sebagai momen yang sulit, tetapi menegaskan timnya akan terus melangkah maju. Ucapan terima kasih juga ia sampaikan kepada suporter yang hadir langsung di laga tandang tersebut.

“Hasil yang sulit tapi kami terus maju. Senang bisa mencetak gol pertama saya musim ini, terima kasih dukungannya di laga tandang yang jauh dari rumah Semeton,” tulis Jens Raven di Instagram, Selasa (20/10/2026).

Gol tersebut lahir pada menit ke-90+9. Raven menerima umpan dari Marko Dugandzic dan menyelesaikannya dengan tendangan kaki kanan. Ia baru masuk pada menit ke-84, menggantikan Ricky Fajrin, sehingga hanya butuh waktu singkat untuk mencatatkan namanya di papan skor.

Menurut data yang dilansir I League, pemain berdarah Yogyakarta itu tampil efektif. Ia hanya melepaskan satu tendangan, dan tendangan tersebut langsung berbuah gol. Catatan ini menjadi bukti bahwa Raven memiliki kualitas sebagai penyerang tajam, meski menit bermainnya masih terbatas.

Menit Bermain Raven Masih Minim

Sepanjang lima pertandingan musim ini, Raven baru mengoleksi 24 menit bermain. Situasi itu terjadi karena persaingan di lini depan Bali United cukup ketat. Pelatih Johnny Jansen lebih sering mengandalkan Jort van der Sande, penyerang berusia 30 tahun yang dinilai memiliki banyak pengalaman.

Kendati demikian, gol ke gawang Java United menunjukkan bahwa Raven mampu memaksimalkan peluang yang ada. Ia disebut perlu diberi lebih banyak menit bermain agar potensinya sebagai penyerang tajam Bali United bisa berkembang lebih optimal.

Kekalahan dari Java United

Laga di Stadion Jatidiri berjalan ketat sejak awal. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Java United sempat mendapat tekanan dari Bali United yang tampil agresif lewat serangan dari kedua sisi lapangan. Namun, tuan rumah mampu keluar dari tekanan dan membuka keunggulan pada menit ke-14 melalui sontekan Riyan Ardiansyah.

Tertinggal satu gol, Bali United meningkatkan intensitas serangan. Teppei Yachida beberapa kali mencoba mengancam gawang Java United. Tuan rumah sempat dua kali menjebol gawang Bali United, tetapi kedua gol itu dianulir karena pemain lebih dulu berada dalam posisi offside. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Bali United akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-59 lewat gol Teppei Yachida. Pelatih Java United, Fabio Lefundes, kemudian memasukkan Ciro Alves untuk menambah daya gedor. Pergantian itu berbuah hasil pada menit ke-78, ketika Gustavo Almeida membawa tuan rumah kembali unggul lewat umpan Ciro Alves. Gol Kei Hirose pada masa tambahan waktu memastikan kemenangan 3-2 bagi Java United.

Hasil tersebut membawa Java United naik ke peringkat ke-12 klasemen sementara dengan koleksi lima poin. Sementara itu, Bali United tertahan di posisi ketiga dengan sembilan poin pada saat itu.

Bali United Bangkit di Kandang

Setelah kekalahan di Semarang, Bali United merespons dengan performa impresif. Pada laga berikutnya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Rabu (21/10/2026), Serdadu Tridatu melumat Garudayaksa FC dengan skor 5-0. Kemenangan itu menjadi catatan kandang keempat yang disapu bersih Bali United musim ini.

Lima gol kemenangan Bali United dicetak Irfan Jaya pada menit ke-45+1, gol bunuh diri Al Hambra Hehanusa, brace Marko Dugandzic pada menit ke-63 dan 75, serta penalti Teppei Yachida pada menit ke-88. Tambahan tiga poin membuat Bali United naik ke posisi kedua klasemen sementara dengan koleksi 13 poin, terpaut dua angka dari Persija Jakarta di puncak.

Meski demikian, pelatih Bali United Johnny Jansen mengingatkan timnya agar tidak terlena dengan catatan kandang tersebut. Ia mencatat bahwa dua kekalahan yang dialami Serdadu Tridatu musim ini terjadi saat bermain di markas lawan. Jansen tetap mengapresiasi perkembangan permainan anak asuhnya, terutama filosofi penguasaan bola yang mulai berjalan sesuai rencana.

Menurut pelatih asal Belanda itu, sirkulasi bola yang sabar dan cepat dapat menguras tenaga lawan. Ketika lawan terus berlari mengejar bola, Bali United memiliki kesempatan untuk menemukan ruang dan menciptakan peluang. Sebelum menghadapi Garudayaksa, Jansen juga sempat memuji permainan tim promosi tersebut yang dinilai terorganisasi dan memiliki banyak pilihan dalam membangun serangan.

Meski Bali United kalah, Jens Raven senang bisa cetak gol pertama musim 2026/2027 [titlebase], dan torehan itu menjadi modal penting bagi sang pemain untuk memperebutkan menit bermain lebih banyak. Dengan persaingan lini depan yang ketat, kemampuan Raven memanfaatkan peluang singkat akan menjadi hal yang perlu diperhatikan pada laga-laga berikutnya. Sementara Bali United, yang produktif di kandang, masih dituntut memperbaiki performa tandang agar tetap bersaing di papan atas klasemen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *