Helfi Assegaf Dimutasi ke Bareskrim, Bey Sujarwo Puji Kepemimpinan Tegas dan Humanis

Helfi Assegaf Dimutasi ke Bareskrim, Bey Sujarwo Puji Kepemimpinan Tegas dan Humanis
Helfi Assegaf Dimutasi ke Bareskrim, Bey Sujarwo Puji Kepemimpinan Tegas dan Humanis

Cakrawala News – 14 Oktober 2026 | Mutasi Irjen Pol Helfi Assegaf dari jabatan Kapolda Lampung ke Perwira Tinggi (Pati) Bareskrim Polri dalam rangka penugasan di luar struktur mendapat tanggapan dari praktisi hukum Bey Sujarwo. Menurut Bey, selama memimpin Polda Lampung, Helfi Assegaf menunjukkan karakter kepemimpinan yang tegas sekaligus humanis, terutama dalam menangani persoalan keamanan dan meredam potensi konflik di tengah masyarakat.

Helfi menjabat sebagai Kapolda Lampung sejak 24 September 2025 hingga 10 Oktober 2026. Posisinya kini digantikan Brigjen Pol Yustan Alpiani, yang sebelumnya menjabat sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.

Serah terima jabatan Kapolda Lampung itu sendiri berlangsung dalam upacara yang dipimpin Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Senin (12/10/2026). Selain Kapolda Lampung, sertijab tersebut mencakup pergantian Kakorlantas Polri serta Kapolda Kepulauan Bangka Belitung dan Kalimantan Utara.

Pendekatan Dialog yang Dinilai Efektif

Bey Sujarwo menilai, meski masa jabatan Helfi relatif singkat, ia melihat pendekatan yang mengedepankan dialog dan pencarian solusi sebelum persoalan berkembang menjadi konflik.

“Ya, dengan segala hormat kepada Irjen Pol Helfi Assegaf. Beliau tidak lama menjabat sebagai Kapolda Lampung. Saya melihat beliau tuh sosok yang tegas tapi humanis,” kata Bey.

Menurutnya, pendekatan tersebut terlihat ketika Helfi berupaya melibatkan pihak-pihak yang berpotensi terlibat konflik untuk mencari jalan keluar. Langkah turun langsung ke lapangan dan menawarkan solusi dinilai menjadi bagian penting dari upaya menjaga situasi keamanan tetap kondusif.

“Dalam beberapa peristiwa, beliau menawarkan terlebih dahulu apa sih solusi-solusi yang bisa ditawarkan, dengan mengajak kawan-kawan yang berpotensi konflik. Beliau turun ke bawah juga. Itu yang saya lihat. Dan beliau juga sering kali menawarkan bagaimana solusi-solusi terbaik terkait dengan pencari konflik,” ujar Ketua DPC Peradi Kota Bandar Lampung itu.

Bey juga menyoroti respons cepat Helfi dalam menangani sejumlah peristiwa yang menelan korban jiwa, termasuk dari kalangan aparat. Menurutnya, langkah cepat tersebut membantu penyelesaian persoalan sekaligus menjaga respons masyarakat terhadap kepolisian.

“Dengan adanya beliau itu sudah ada di tengah kita, pada saat itu ada beberapa peristiwa yang memang merenggut nyawa aparat-aparat juga. Beliau langsung gerak cepat bisa menyelesaikan itu semua sehingga masyarakat juga tidak banyak yang berkomentar miring terhadap beliau,” kata Bey.

Atas kepemimpinan tersebut, Bey menyampaikan penghormatan dan ucapan selamat kepada Helfi yang kini mengemban penugasan baru di lingkungan Polri.

“Saya menyampaikan kepada beliau, ‘Salute, selamat bertugas di tempat yang baru,’” ucapnya.

Catatan Penegakan Hukum Selama Menjabat

Selama kepemimpinan Helfi Assegaf, Polda Lampung bersama jajaran mencatat sejumlah pengungkapan kasus tindak pidana ekonomi dan perdagangan ilegal sepanjang 2026. Cakupan perkara meliputi dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM), pertambangan emas ilegal, peredaran rokok tanpa cukai, pemasukan pangan impor tanpa dokumen resmi, hingga pengangkutan merkuri tanpa izin.

Di bidang penegakan hukum terhadap penyalahgunaan BBM dan LPG, Polda Lampung mencatat 28 laporan polisi sepanjang Januari hingga Juni 2026. Sebanyak 57 orang ditangani dalam perkara tersebut, dengan barang bukti berupa ratusan ribu liter BBM dan kendaraan yang diduga digunakan untuk aktivitas ilegal.

Polisi menyita antara lain 160.712 liter solar, 6.216 liter Pertalite, serta 234.595 liter minyak olahan. Salah satu pengungkapan dilakukan dalam perkara dugaan penimbunan dan pengolahan minyak di wilayah Pantai Mutun, Kabupaten Pesawaran. Dalam kasus tersebut, polisi menyita sekitar 127.550 liter minyak olahan, sejumlah kendaraan pengangkut, serta tiga perahu motor. Sebanyak 24 orang turut diproses dalam perkara tersebut.

Penyidik juga menangani dugaan penyalahgunaan solar dengan barang bukti berupa kempu berkapasitas 1.000 liter, wadah kosong, peralatan, serta sekitar enam ton solar yang diduga berkaitan dengan aktivitas ilegal.

Selain perkara BBM, Polda Lampung mengungkap lima kasus dugaan pertambangan emas ilegal di Kabupaten Way Kanan. Sebanyak 18 orang ditetapkan sebagai tersangka, dengan estimasi potensi kerugian negara sekitar Rp192,82 miliar.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengatakan, pengungkapan kasus-kasus tersebut menjadi bagian dari catatan penegakan hukum selama Irjen Pol Helfi Assegaf menjabat Kapolda Lampung.

“Kasus-kasus yang diungkap meliputi tindak pidana narkoba jaringan Internasional, dugaan penimbunan bahan bakar minyak (BBM) di Pesawaran, serta aktivitas pertambangan emas ilegal di Way Kanan,” kata Yuni.

Rotasi Jabatan dan Harapan Profesionalisme

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menjelaskan, rotasi jabatan merupakan bagian dari pembinaan organisasi untuk menjaga efektivitas pelaksanaan tugas kepolisian. Pergantian pejabat juga dilakukan agar struktur kepemimpinan dapat menyesuaikan kebutuhan organisasi serta menghadapi tantangan tugas yang terus berkembang.

Dalam sertijab tersebut, jabatan Kakorlantas Polri resmi beralih dari Irjen Pol Wibowo kepada Brigjen Pol Aries Syahbudin. Jabatan Kapolda Kepulauan Bangka Belitung diserahterimakan dari Irjen Pol Viktor Theodorus Sihombing kepada Irjen Pol Agus Wijayanto. Sementara posisi Kapolda Kalimantan Utara beralih dari Irjen Pol Agus Wijayanto kepada Brigjen Pol Andi Syahriful Taufik.

“Setiap pergantian jabatan membawa tanggung jawab dan tantangan tersendiri. Pejabat yang menerima amanah baru diharapkan mampu membaca kebutuhan organisasi, memahami karakteristik tugas dan wilayahnya serta mengambil langkah yang tepat untuk menjawab berbagai tantangan di lapangan,” ucap Isir.

Isir menambahkan, Polri turut menyampaikan apresiasi kepada para pejabat lama atas pengabdian dan kontribusi selama menjalankan tugas. Pengalaman serta capaian yang telah dibangun diharapkan menjadi bekal bagi pejabat penerus untuk melanjutkan program yang telah berjalan dan melakukan perbaikan sesuai kebutuhan.

“Apa yang sudah dikerjakan menjadi fondasi bagi pejabat selanjutnya untuk melanjutkan hal-hal positif, melakukan evaluasi, dan menghadirkan peningkatan kinerja sesuai kebutuhan organisasi,” katanya.

Menurut Isir, pergantian jabatan harus diikuti dengan pelaksanaan tugas yang profesional, responsif, dan bertanggung jawab. Hal tersebut sejalan dengan arahan Kapolri agar setiap pejabat menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas dalam menjalankan fungsi kepolisian.

Dengan penugasan baru Helfi Assegaf di lingkungan Bareskrim Polri, publik di Lampung tampaknya masih akan menyoroti kelanjutan program keamanan dan penegakan hukum yang telah berjalan. Kinerja Brigjen Pol Yustan Alpiani sebagai Kapolda Lampung yang baru juga menjadi hal yang perlu diperhatikan, terutama dalam menjaga stabilitas keamanan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat di wilayah tersebut.

Exit mobile version