Cakrawala News – 05 Oktober 2026 | Ipda Purnomo ungkap sosok yang datangi rumahnya & buat monetisasi dimatikan, ternyata petugas BPS. Pengakuan itu disampaikan anggota kepolisian asal Lamongan, Jawa Timur, yang dikenal lewat kanal YouTube Purnomo Belajar Baik, setelah seorang petugas perempuan mendatanginya dengan membawa surat tugas resmi pada Senin, 28 September 2026. Kedatangan tersebut berujung pada keputusannya menonaktifkan monetisasi atau pendapatan AdSense dari kanal YouTube miliknya mulai Oktober 2026.
Kepada awak media pada Rabu, 30 September 2026, Purnomo menceritakan bahwa petugas itu menanyakan rincian aset hingga sumber pendapatannya secara sangat detail. Pertanyaan tersebut, menurut dia, mencakup kepemilikan kendaraan hingga perangkat telepon seluler yang digunakannya.
“Nanyanya itu detail banget. Mobil ini punyanya Pak Purnomo, ini saya bilang kredit. Terus HP-nya harganya berapa? Mereknya ditanyain detail. Nah saya disuruh ngisi lima lembar,” ujar Purnomo.
Karena enggan mengisi formulir lima lembar yang diminta, Purnomo memilih menyerahkan buku rekening pribadinya. Ia ingin petugas dapat langsung mengecek riwayat transaksi serta penghasilan yang diperolehnya dari aktivitas media sosial.
Purnomo juga mengunggah pengalaman tersebut melalui akun Instagram pribadinya, @purnomopolisibaik. Dalam keterangannya, ia menegaskan keterbukaan soal arus keluar-masuk uang di rekeningnya.
“Saya langsung kasih rekening saya biar dicek penghasilan saya dari media sosial berapa, biar tahu keluar masuknya uang di rekening saya. Kalau seandainya masih ada untung tak suruh ngambil, tapi kalau hasil dari media sosial kurang untuk kegiatan bersedekah saya, mudah-mudahan pihak itu yang mau nanya-nanya mau membantu dan mau nambahi uang untuk kegiatan sosial saya,” ungkapnya.
Meski telah mengungkap bahwa tamu tersebut adalah petugas BPS, Purnomo sebelumnya sempat memilih tidak menyebutkan secara spesifik nama instansi pemerintah yang menemuinya. Ia beralasan ingin menghindari kesalahpahaman terkait instansi.
“Saya enggak mau nyebut, nanti takutnya ada salah paham terkait instansi, Mas. Wis pokoknya instansi pemerintah datang ke rumah saya bawa surat,” tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa pihak yang mendatanginya bukan petugas pajak. Pengungkapan bahwa sosok tersebut merupakan petugas BPS melengkapi rangkaian informasi yang sebelumnya masih simpang siur di media sosial.
Monetisasi YouTube Dinonaktifkan, Konten Tetap Berjalan
Dampak dari kedatangan itu, Purnomo awalnya berencana menutup total akun media sosial dan kanal YouTube miliknya. Namun, setelah menerima banyak masukan dan pertimbangan dari masyarakat, ia mengubah keputusan tersebut.
Ia memilih hanya mematikan fitur AdSense pada kanal YouTube Purnomo Belajar Baik. Langkah itu diambil untuk menghindari prasangka buruk atau fitnah bahwa aksi kemanusiaan yang dilakukannya semata-mata demi keuntungan materi pribadi.
“Untuk menghindari fitnah, saya tutup pendapatannya. Jadi YouTube saya nanti enggak ada AdSense-nya. Memang kemarin saya kepingin menutup semua akun, khususnya channel YouTube, namun hari ini banyak orang yang komunikasi saya, sehingga yang saya tutup itu akun pendapatan,” jelas Purnomo.
Dalam pernyataan terpisah, ia menyampaikan permintaan maaf apabila selama aktif di media sosial terdapat video maupun ucapan yang dianggap keliru. Ia juga memastikan konten kanal YouTube Purnomo Belajar Baik tetap berjalan meski monetisasinya dinonaktifkan.
“Insya Allah, mulai awal bulan depan, bulan Oktober tahun 2026, saya akan menonaktifkan pendapatan saya dari media sosial, khususnya dari akun channel YouTube Purnomo Belajar Baik,” ujar Ipda Purnomo.
Sosok di Balik Label Polisi Baik
Ipda Purnomo merupakan anggota Polri asal Lamongan, Jawa Timur, yang dikenal melalui berbagai kegiatan sosial dan label Purnomo Polisi Baik. Aktivitasnya merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) serta membantu anak yatim piatu membuat namanya banyak dikenal publik, terutama lewat kanal YouTube dan akun Instagram pribadinya.
Citra itu pula yang membuat keputusannya menonaktifkan monetisasi menjadi perhatian. Publik menilai langkah tersebut sebagai upaya menjaga kredibilitas aksi sosialnya di tengah sorotan atas sumber pendapatan yang diperolehnya dari media sosial.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) terkait kedatangan petugasnya ke rumah Ipda Purnomo. Purnomo sendiri menyebut kedatangan itu disertai surat tugas resmi dan pertanyaan seputar aset serta penghasilan.
Perkembangan ini menyisakan sejumlah hal untuk dicermati, terutama soal batas kewenangan instansi dalam meminta keterangan atas penghasilan dari aktivitas digital, serta bagaimana konten kreator di lingkungan aparat menyeimbangkan aktivitas sosial dan sumber pendapatan daring. Keputusan Purnomo menonaktifkan AdSense mulai Oktober 2026 akan menjadi uji bagi keberlanjutan kegiatan sosial yang selama ini ia jalankan.
