Cakrawala News – 27 Oktober 2026 | Iran mulai siapkan rencana pemotongan kabel internet bawah laut di wilayah Teluk sebagai bagian dari ancaman militer jika Amerika Serikat (AS) dan Israel kembali melancarkan serangan terhadap negara tersebut. Dua pejabat senior keamanan Iran yang berbicara dengan syarat anonim kepada kantor berita Reuters menyatakan bahwa rencana tersebut telah disusun secara terperinci, mencakup penargetan tujuh kabel komunikasi bawah laut yang melintasi Selat Hormuz.
Menurut keterangan para pejabat itu, Iran tidak hanya berencana memutus kabel, tetapi juga berupaya menghambat proses perbaikan pascaserangan. Tujuannya jelas: memperpanjang gangguan komunikasi, termasuk koneksi internet, di kawasan tersebut selama mungkin.
“Jika Iran diserang, tidak ada lagi garis merah… mulai dari kabel bawah laut hingga pangkalan militer, termasuk yang rahasia,” kata salah satu pejabat keamanan Iran.
Pejabat tersebut juga memperingatkan Washington agar tidak “bermain api”. Ia menegaskan bahwa Iran memiliki akses penuh terhadap kabel-kabel bawah laut di kawasan itu dan dapat dengan mudah menghancurkannya.
Pernyataan IRGC dan Eskalasi Ancaman
Ancaman ini sejalan dengan pernyataan Wakil Kepala Urusan Politik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Yadollah Javani, pada Rabu (21/10/2026). Ia menyebut Iran dapat menargetkan tujuh kabel internet utama di bawah Selat Hormuz jika infrastruktur Iran diserang.
Sebelumnya, Juru Bicara IRGC Brigadir Jenderal Hossein Mohebi juga menyampaikan hal serupa. Dalam acara peluncuran karya terbaru di Taman Museum Pertahanan Suci, ia menyebut tujuh kabel internet utama melintasi Selat Hormuz dan mengeklaim kabel-kabel itu membawa lalu lintas data internet dan komersial.
“Kami hanya ingin mereka tahu bahwa target baru akan diungkapkan. Senjata baru akan diungkapkan,” kata Mohebi, seperti dikutip stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB. Ia juga bersumpah untuk mengusir sisa-sisa kekuatan AS yang masih berada di Timur Tengah.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, turut memperluas daftar sasaran. Dalam wawancara dengan Press TV, ia menyebut militer Iran bisa menargetkan kabel internet bawah laut, pusat data, dan fasilitas kecerdasan buatan (AI) yang terkait dengan AS jika perang kembali pecah. Pernyataan itu menambah daftar infrastruktur teknologi yang sebelumnya disinggung pejabat Iran di kawasan Teluk.
Dampak Global Diperkirakan Terbatas
Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang memisahkan Iran dan Oman, menghubungkan kawasan Teluk dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Selain penting bagi perdagangan energi dunia, kawasan ini juga dilintasi infrastruktur komunikasi yang menghubungkan berbagai negara.
Menurut International Telecommunication Union (ITU), badan Perserikatan Bangsa-Bangsa, sekitar 99 persen lalu lintas internet global melewati kabel bawah laut. Namun, direktur penelitian firma riset telekomunikasi TeleGeography, Alan Mauldin, menilai dampak global dari serangan Iran mungkin terbatas karena kurang dari satu persen bandwidth internasional melewati Selat Hormuz.
Meski begitu, gangguan pada kabel yang melintasi jalur strategis ini berpotensi mengganggu konektivitas digital regional. Dampaknya dapat menjalar ke penyedia layanan internet, perusahaan teknologi, serta aktivitas ekonomi yang memerlukan pertukaran data lintas negara, seperti transaksi keuangan dan layanan cloud computing.
Kabel serat optik bawah laut sendiri merupakan bagian penting dari jaringan komunikasi internasional. Infrastruktur ini membawa data untuk berbagai kebutuhan, mulai dari komunikasi daring hingga transaksi bisnis lintas negara. Kerusakan pada kabel di jalur seperti Selat Hormuz bisa mengganggu konektivitas wilayah yang bergantung pada jalur tersebut.
Belum Ada Tanggapan Resmi
Departemen Luar Negeri AS dan Kementerian Luar Negeri Iran tidak menanggapi permintaan konfirmasi dari Reuters mengenai pernyataan para pejabat keamanan Iran tersebut. Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari negara-negara Teluk terkait ancaman itu.
Dua pejabat keamanan Iran yang dikutip Reuters memberikan sedikit rincian dan tidak menyebutkan secara pasti bagaimana atau di mana Teheran akan melancarkan serangan semacam itu. Pernyataan mereka keluar menyusul peringatan para pejabat Iran bahwa kabel bawah laut di wilayah itu dapat menjadi sasaran dalam konflik baru jika diplomasi dengan Washington mengalami kebuntuan.
Langkah Iran mulai siapkan rencana pemotongan kabel internet bawah laut di wilayah Teluk menandai babak baru dalam ketegangan dengan AS dan Israel. Ancaman terhadap infrastruktur digital sipil menambah dimensi baru pada konflik yang selama ini lebih banyak berkutat pada isu militer dan nuklir.
Yang perlu dicermati ke depan adalah apakah perundingan antara Teheran dan Washington dapat mencairkan ketegangan, atau justru sebaliknya. Jika diplomasi tetap mandek, perhatian publik internasional akan tertuju pada kesiapan operator kabel dan negara-negara Teluk dalam melindungi infrastruktur komunikasi vital di kawasan tersebut.
