Cakrawala News – 13 Oktober 2026 | YouTuber kontroversial Jack Doherty dilaporkan terancam tidak bisa mengunggah konten di media sosial selama enam bulan setelah menandatangani kontrak dengan kasino kripto Shuffle.com tanpa membaca seluruh isi perjanjian. Pria berusia 23 tahun itu mengungkapkan bahwa salah satu klausul dalam kontrak tersebut melarangnya memposting apa pun secara online, dan pihak Shuffle disebut tengah menegakkan aturan itu.
Doherty menyampaikan hal ini melalui unggahan di platform X pada 10 Oktober 2026. Ia mengaku awalnya menganggap klausul tersebut hanya lelucon, tetapi kemudian menyadari perusahaan benar-benar berniat menerapkannya.
“Hey guys, I think I actually f*cked up,” tulis Doherty dalam unggahannya.
Dalam keterangannya, Jack Doherty menyebut dirinya baru saja menandatangani kontrak dengan Shuffle.com tanpa membaca perjanjian secara menyeluruh. Ia menyatakan tengah bekerja sama dengan pengacara untuk menyelesaikan persoalan tersebut dan memperingatkan bahwa unggahannya itu bisa menjadi yang terakhir untuk sementara waktu.
“This might be my last post for a while, I’ll try and be back soon,” ujarnya.
Kronologi Kesepakatan dengan Shuffle.com
Persoalan ini bermula dari interaksi antara Doherty dan akun resmi Shuffle.com di media sosial. Pada 28 September 2026, Doherty bertanya apakah ia sebaiknya melakukan siaran langsung di platform Kick dan mulai memperdagangkan meme coin. Akun resmi Shuffle.com merespons dengan kalimat bernada menyindir, “At this point we will pay you to shut the f*ck up.”
Kemudian, pada 7 Oktober 2026, Doherty mengeluhkan bahwa proyek meme coin $JACK miliknya tidak menghasilkan uang seperti yang ia harapkan. Ia menyatakan mungkin perlu mulai menerima sponsor dan meminta brand yang tertarik untuk menghubunginya. Akun resmi Shuffle.com kembali menghubunginya dan menawarkan kesepakatan, yang menurut laporan kemudian disetujui Doherty.
Namun, ia disebut tidak membaca syarat dan ketentuan secara rinci. Salah satu klausul dalam perjanjian itu disebut melarangnya memposting konten di dunia maya. Doherty tidak mengungkap nilai kesepakatan maupun isi kontrak secara lengkap, sehingga cakupan larangan tersebut masih belum jelas secara pasti.
Shuffle Tegaskan Kontrak Berlaku
Co-founder sekaligus CEO Shuffle, Noah Dummett, membenarkan keberadaan perjanjian tersebut. Ia menyatakan bahwa pembatasan yang dilaporkan memang nyata dan berlaku selama enam bulan.
“For everyone asking: yes it’s real, six month term, money well spent to get this mf off the internet,” tulis Dummett di X.
Dummett juga menyebut bahwa pengacara Doherty kini menekan Shuffle agar kontrak tersebut dibatalkan. Meski demikian, ia menegaskan perusahaannya akan tetap bertahan pada kesepakatan itu. Pernyataan mengenai langkah hukum dari pihak Doherty tersebut berasal dari Dummett, dan korespondensi antara kedua belah pihak belum dipublikasikan.
Perlu dicatat bahwa pembatasan ini merupakan klausul kontrak privat, bukan suspensi yang dijatuhkan oleh platform media sosial mana pun. Perjanjian lengkapnya juga tidak dipublikasikan, sehingga belum bisa dipastikan platform, akun, atau jenis konten apa saja yang tercakup dalam larangan tersebut, serta apakah klausul itu dapat ditegakkan secara hukum.
Rekam Jejak Kontroversi Jack Doherty
Jack Doherty dikenal sebagai figur yang kerap menuai kontroversi. Ia membangun popularitas lewat video prank dan perdebatan dengan tokoh lain, dengan lebih dari 15 juta pengikut di YouTube. Namanya mulai mencuat dari video bottle flipping sebelum beralih ke konten yang lebih provokatif.
Sepanjang kariernya, sejumlah insiden mewarnai perjalanannya. Ia pernah ditangkap karena kepemilikan narkoba pada November 2025. Kemudian, pada September 2026, ia ditangkap dan didakwa atas kasus domestic battery. Ia juga sempat menjadi sorotan setelah mengalami kecelakaan dengan mobil McLaren seharga 200.000 dolar AS saat sedang melakukan siaran langsung.
Setelah kecelakaan tersebut, Doherty pernah dikritik karena meminta donasi. Permintaan itu memicu reaksi negatif dari warganet yang menilai tindakannya tidak pantas. Sejumlah pengguna media sosial menyambut kabar pembatasan ini dengan beragam respons, sebagian menyatakan tidak keberatan jika Doherty berhenti tampil di internet untuk sementara.
Yang Perlu Dicermati ke Depan
Pernyataan kedua pihak menunjukkan posisi yang masih bertentangan. Doherty mengaku ingin menyelesaikan pembatasan yang awalnya tidak ia anggap serius, sementara Dummett menegaskan Shuffle berniat mempertahankan kesepakatan. Kedua pernyataan itu belum cukup untuk memastikan apakah klausul dalam kontrak tersebut akan bertahan jika diuji secara hukum.
Bagi Doherty, larangan ini berpotensi memukul sumber penghasilan utamanya, mengingat media sosial menjadi kanal utama ia membangun karier dan berinteraksi dengan penggemar. Sementara bagi Shuffle, langkah ini justru dipandang sebagai cara efektif untuk membungkam salah satu figur paling kontroversial di internet.
Publik masih menantikan perkembangan berikutnya, terutama hasil upaya hukum yang dilakukan tim pengacara Doherty dan apakah kontrak tersebut benar-benar dapat dibatalkan. Sampai ada kejelasan, status Jack Doherty di dunia maya berada dalam ketidakpastian selama periode enam bulan ke depan.
