Cakrawala News – 25 Oktober 2026 | Jadwal TKA 2026 untuk jenjang SMA, SMK, SLB, dan sederajat resmi dimulai Senin, 26 Oktober 2026 dan berlangsung bertahap hingga 8 November 2026. Di Jawa Timur, sebanyak 438.126 murid telah terdaftar sebagai peserta, sementara secara nasional pelaksanaan asesmen ini harus menyesuaikan kondisi di sejumlah daerah yang terdampak bencana.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta sekolah memastikan kesiapan pelaksanaan, terutama untuk mengantisipasi gangguan listrik dan jaringan internet. Ia juga mengajak para siswa menghadapi ujian dengan tenang, percaya diri, dan menjunjung tinggi kejujuran.
“Untuk anak-anakku tercinta, para pelajar Jawa Timur, selamat mengikuti Tes Kemampuan Akademik. Hadapilah dengan tenang, penuh semangat, dan percaya diri. Percayalah pada kemampuan kalian serta proses belajar yang telah dijalani bersama bapak dan ibu guru,” ucap Khofifah dalam keterangannya di Surabaya, Minggu (25/10/2026).
Data Peserta dan Moda Pelaksanaan
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang merujuk pada dasbor pusat TKA Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah per 16 Oktober 2026, jumlah murid terdaftar mencapai sekitar 94,54 persen dari total 463.397 calon peserta.
Dari 4.863 satuan pendidikan yang terdata, sebanyak 4.546 telah berstatus terdaftar final. Perinciannya, 3.518 satuan pendidikan menggunakan moda daring penuh dan 1.028 satuan pendidikan menggunakan moda semi daring.
Pemilihan moda tersebut, menurut Dinas Pendidikan Jatim, disesuaikan dengan kondisi geografis, ketersediaan jaringan internet, dan kesiapan infrastruktur masing-masing sekolah.
Menjelang pelaksanaan, Khofifah meminta Dinas Pendidikan Jatim, cabang dinas, dan kepala sekolah melakukan pemeriksaan akhir terhadap perangkat komputer, jaringan internet, pasokan listrik, serta ruang tes. Kesiapan proktor dan teknisi juga harus dipastikan agar kendala dapat segera ditangani.
“Siapkan langkah antisipasi dan jalur pelaporan yang jelas agar setiap kendala dapat segera ditangani,” kata Khofifah.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menyampaikan bahwa persiapan terus dimatangkan, mulai dari pendataan peserta, sarana pendukung, hingga petugas penyelenggara. Koordinasi dilakukan untuk mengurangi potensi gangguan teknis yang dapat menghambat konsentrasi murid.
Sebagai langkah antisipasi gangguan listrik, sekolah penyelenggara mandiri diminta menyiagakan perangkat uninterruptible power supply atau UPS bagi server dan komputer proktor. Sekolah juga diminta menyediakan genset apabila memungkinkan. Selain itu, proktor dan teknisi harus memahami prosedur penanganan gangguan, serta memastikan jalur komunikasi dengan layanan bantuan atau helpdesk di tingkat cabang dinas maupun provinsi tetap dapat diakses selama asesmen berlangsung.
Penundaan dan Penyesuaian di Sejumlah Daerah
Di tingkat nasional, jadwal TKA tidak sepenuhnya seragam. Kebakaran hutan dan lahan serta bencana alam membuat pelaksanaan asesmen harus menyesuaikan kondisi di beberapa provinsi.
Kalimantan Tengah menjadi sorotan setelah Dinas Pendidikan setempat mengusulkan penundaan TKA akibat kabut asap karhutla. Usulan tersebut disetujui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sehingga pelaksanaan TKA di provinsi itu dialihkan ke jadwal susulan pada November 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menyampaikan bahwa usulan perubahan jadwal diajukan dalam rapat teknis melalui konferensi video pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Menurut keterangan yang dimuat melalui situs resmi Dinas Pendidikan Kalteng, keputusan tersebut memberikan kesempatan bagi siswa untuk mempersiapkan diri sekaligus menunggu kondisi lingkungan membaik.
Selain Kalteng, Kalimantan Selatan telah mengajukan pelaksanaan TKA susulan karena dampak karhutla. Nusa Tenggara Timur juga mengajukan penyesuaian jadwal setelah gempa bumi mengganggu kesiapan sejumlah satuan pendidikan.
Perkembangan ini membuat jadwal TKA perlu dicermati oleh siswa, orang tua, dan pihak sekolah. Penyesuaian tidak otomatis berlaku bagi seluruh peserta di setiap daerah terdampak, karena pelaksanaannya tetap mengikuti keputusan penyelenggara dan kondisi masing-masing satuan pendidikan.
Mata Pelajaran dan Sifat Asesmen
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menjadwalkan pelaksanaan utama TKA pada 26 Oktober hingga 8 November 2026. Rangkaian ini terbagi menjadi dua gelombang utama dan dua pekan khusus, disesuaikan dengan kapasitas sistem, kesiapan perangkat, dan jumlah peserta.
Ada tiga mata pelajaran utama yang diujikan, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika. Peserta juga mengikuti dua mata pelajaran pilihan yang telah ditentukan saat pendaftaran.
Untuk jenjang SMA/MA dan SMK/MAK, peserta memilih dua mata pelajaran pilihan sesuai mata pelajaran yang tercantum dalam rapor serta kebutuhan studi lanjut. Pemilihan dapat disesuaikan dengan program studi yang dituju, termasuk dengan mempertimbangkan mata pelajaran pendukung seleksi masuk perguruan tinggi.
Perlu dicatat, TKA merupakan asesmen terstandar untuk mengukur capaian akademik siswa. Hasilnya dapat digunakan untuk pemetaan mutu pendidikan dan menjadi salah satu pertimbangan dalam seleksi pendidikan lanjutan. Namun, TKA tidak wajib diikuti seluruh siswa dan tidak menentukan kelulusan sekolah. Siswa tetap dapat lulus meskipun tidak mengikuti asesmen ini.
Dukungan untuk Siswa dan Orang Tua
Khofifah menegaskan hasil asesmen bukan satu-satunya penentu masa depan sehingga peserta tidak perlu menghadapi ujian dengan tekanan berlebihan.
“Jangan pernah merasa bahwa masa depan kalian hanya ditentukan oleh angka hasil ujian. Setiap anak memiliki kecerdasan, kelebihan, dan potensi yang berbeda. Yang terpenting adalah berusaha sungguh-sungguh, mengerjakan dengan jujur, dan memberikan kemampuan terbaik,” ujarnya.
Ia juga mengajak para orang tua memberikan dukungan moral kepada anak selama proses asesmen berlangsung. Pendampingan berupa doa, kasih sayang, dan motivasi dinilai akan membantu peserta menghadapi ujian dengan lebih tenang.
“Kepada bapak dan ibu, para orang tua, mari kita dampingi anak-anak dengan doa, kasih sayang, dan kalimat-kalimat yang menguatkan. Jangan membebani mereka dengan tuntutan nilai yang berlebihan,” papar Khofifah.
Dengan jadwal TKA yang berlangsung hingga awal November, peserta diminta memeriksa kembali jadwal yang ditetapkan sekolah masing-masing, terutama bagi yang berada di wilayah terdampak bencana. Kesiapan teknis di sekolah, mulai dari perangkat, listrik, hingga jaringan internet, menjadi kunci agar asesmen berjalan lancar dan siswa dapat mengerjakan soal tanpa gangguan berarti.
