Jaren Jackson Jr. Cetak 20 Poin, Jazz Tetap Takluk dari Lakers di Salt Lake City

Jaren Jackson Jr. Cetak 20 Poin, Jazz Tetap Takluk dari Lakers di Salt Lake City
Jaren Jackson Jr. Cetak 20 Poin, Jazz Tetap Takluk dari Lakers di Salt Lake City

Cakrawala News – 27 Oktober 2026 | Forward Utah Jazz Jaren Jackson Jr. menambah 20 poin dalam kekalahan 123-132 timnya dari Los Angeles Lakers pada laga lanjutan NBA di Salt Lake City, Amerika Serikat, Minggu (25/10) waktu setempat. Meski tampil produktif, kontribusi Jackson belum mampu menyelamatkan Jazz yang harus menyerah setelah sempat memimpin 18 poin pada kuarter kedua.

Laga tersebut sebenarnya menjadi panggung bagi bintang Lakers, Luka Doncic, yang mencetak 52 poin, termasuk delapan tembakan tiga angka. Berdasarkan laman resmi NBA, raihan itu menjadi catatan 50 poin pertama dalam satu pertandingan di musim ini. Pemain asal Slovenia tersebut juga membukukan 10 asis dan tujuh rebound.

Bagi Jaren Jackson Jr., penampilan melawan Lakers menjadi bagian dari awal musim perdananya bersama Jazz setelah kepindahannya dari Memphis Grizzlies pada 3 Februari 2026. Kepindahan itu mengakhiri masa baktinya di Memphis yang berlangsung lebih dari delapan musim.

Doncic dan Reaves Jadi Penentu

Kekalahan Jazz tak lepas dari performa gemilang Doncic di kuarter keempat. Dua tembakan tiga angka beruntunnya menutup rentetan 14-5 yang membawa Lakers berbalik unggul 127-121 saat laga menyisakan 1 menit 42 detik.

Austin Reaves menambah 29 poin untuk Lakers. Doncic dan Reaves bersama-sama memasukkan 21 dari 24 lemparan bebas. Lakers pertama kali memimpin pertandingan melalui tembakan tiga angka step-back Doncic saat babak pertama menyisakan 4,1 detik, yang mengubah skor menjadi 74-71.

Di kubu tuan rumah, Lauri Markkanen menjadi pencetak poin terbanyak dengan 28 poin. Keyonte George mencatat 24 poin, sembilan rebound, dan 10 asis, sedangkan Ace Bailey menyumbang 17 poin dan 12 rebound. Adapun Walker Kessler hanya membukukan dua poin dan tujuh rebound saat pertama kali kembali bermain di Utah sejak dipindahkan ke Lakers melalui skema sign-and-trade pada Juli.

Dengan hasil itu, Lakers mencatat tiga kemenangan dari tiga laga awal musim. Kemenangan tersebut juga menjadi yang kedelapan bagi Lakers dalam sembilan pertemuan terakhir melawan Jazz.

Perjalanan Jackson Bersama Jazz

Sebelum menghadapi Lakers, Jaren Jackson Jr. menjalani laga emosional saat kembali ke Memphis pada pembuka musim, Rabu malam waktu setempat. Dalam laga di FedExForum itu, Jazz kalah 103-123 dari Grizzlies.

Jackson mengakhiri pertandingan dengan 15 poin dari 6-for-10 tembakan lapangan, lima turnover, dan foul out setelah bermain 28 menit pada kunjungan pertamanya ke Memphis sejak kepindahan. Ia disambut sorak-sorai dan standing ovation dari penggemar Grizzlies ketika namanya diumumkan sebagai bagian dari starting lineup Utah Jazz.

“I’m always going to have some emotions when you come back to a place — you have memories for sure. I had a job to do and didn’t execute that. Got to go home and regroup,” ujar Jackson setelah laga, seperti dikutip dari laporan media Korea, JKN.

Sebelum laga dimulai, Grizzlies menggelar penghormatan untuk mantan rekan setim Jackson, Brandon Clarke, yang meninggal pada Mei. Jackson menyebut Clarke sebagai saudaranya.

“It’s tough. That’s my brother forever. He had a great impact on the community here. It’s always going to be tough. Just carry it differently. Great video, though. Great memory. He’s my dog, who’s forever watching us,” kata Jackson.

Kedekatan Jackson dengan Clarke juga terungkap dalam wawancara terpisah dengan Daily Memphian. Jackson mengaku kehilangan kata-kata ketika diminta menceritakan persahabatannya dengan Clarke, yang dijadwalkan dihormati oleh organisasi Grizzlies pada Rabu.

Modal Berharga di Tengah Kompetisi Ketat

Bagi Jazz, penampilan Jaren Jackson Jr. menjadi modal penting di tengah persaingan Wilayah Barat yang ketat. Kemampuannya mencetak poin dari posisi forward memberi opsi tambahan bagi pelatih, meski konsistensi dan adaptasi dengan rekan-rekan barunya masih perlu dibangun.

Sebelumnya, Jackson sempat tampil impresif saat Jazz memenangi laga pembuka di Delta Center dengan mengalahkan New Orleans Pelicans 120-119. Dalam laga itu ia mencetak 24 poin dan 10 rebound, sementara rookie Darryn Peterson memasukkan lemparan bebas penentu dengan sisa 50,5 detik.

Keyonte George menambahkan 19 poin dan 10 asis, sedangkan Jaxson Hayes tampil mengesankan dengan 17 poin. Kemenangan tersebut membawa Jazz ke rekor 1-1 setelah kalah di pembuka musim di Memphis.

Kekalahan dari Lakers menjadi catatan yang perlu dievaluasi. Jazz sempat membangun keunggulan 18 poin pada kuarter kedua, tetapi gagal mempertahankannya ketika Lakers meningkatkan intensitas, terutama pada kuarter keempat.

Ke depan, Jazz perlu memperbaiki konsistensi di pengujung laga jika ingin bersaing di Wilayah Barat. Sementara itu, Lakers akan menjamu Portland Trail Blazers pada Selasa (27/10) waktu setempat, sedangkan Jazz berupaya bangkit pada pertandingan berikutnya.

Bagi Jaren Jackson Jr. secara pribadi, awal musim ini menjadi fase adaptasi sekaligus pembuktian setelah bertahun-tahun membela Grizzlies. Kontribusi 20 poin melawan Lakers menunjukkan ia masih menjadi ancaman di area ofensif, meski hasil akhir belum berpihak kepada tim barunya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *