John Herdman Bidik Pemain Diaspora Baru, Belanda dan Curacao Jadi Sorotan

John Herdman Bidik Pemain Diaspora Baru, Belanda dan Curacao Jadi Sorotan
John Herdman Bidik Pemain Diaspora Baru, Belanda dan Curacao Jadi Sorotan

Cakrawala News – 16 Oktober 2026 | Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, tengah mengupayakan perekrutan dua pemain diaspora baru untuk memperkuat skuad Garuda. Dalam proses pencarian tersebut, Belanda dan Curacao disebut sebagai dua negara yang masuk dalam pembahasan karena sejumlah pemain yang dipertimbangkan juga memiliki opsi membela negara lain.

Herdman sebelumnya mengungkapkan bahwa dirinya membutuhkan pemain dengan karakter dinamis dan kecepatan tinggi. Kebutuhan itu secara khusus mengarah ke sektor sayap, terutama posisi nomor 7 dan 11. Namun, pelatih asal Inggris tersebut belum mengungkap identitas kedua pemain yang sedang diupayakan untuk bergabung.

Yang menarik, Herdman menyebut proses negosiasi menghadapi tantangan karena beberapa pemain memiliki lebih dari satu pilihan negara. Belanda dan Curacao menjadi dua nama yang muncul dalam konteks tersebut. Pernyataan itu kemudian memunculkan spekulasi mengenai sejumlah pemain muda berdarah Indonesia yang berkarier di Eropa.

Demiane Agustien dan Julian Oerip Jadi Sorotan

Dua nama yang ikut menjadi perhatian adalah Demiane Agustien, pemain muda Arsenal, dan Julian Oerip yang memperkuat Jong AZ di Belanda. Keduanya memiliki latar belakang yang menarik untuk dicermati, meski belum ada konfirmasi resmi bahwa mereka merupakan dua pemain yang sedang didekati Herdman.

Demiane Agustien menjadi salah satu nama yang paling banyak diperbincangkan setelah muncul kabar mengenai potensi naturalisasi pemain muda tersebut. Gelandang serang berusia 19 tahun itu lahir di Oss, Belanda, pada 28 Juli 2007 dan bergabung dengan Arsenal pada Juli 2025 setelah sebelumnya berada di Derby County.

Agustien memiliki darah Indonesia dari pihak ibunya. Nenek dan buyutnya dari garis keluarga tersebut disebut lahir di Jakarta, sehingga latar belakang keluarganya membuka kemungkinan untuk memperjuangkan kelayakan membela Timnas Indonesia.

Selain Indonesia, Curacao juga pernah menunjukkan ketertarikan kepada Agustien. Pelatih Curacao, Dick Advocaat, mengungkap pada September 2026 bahwa pihaknya telah menghubungi sejumlah pemain muda, termasuk Agustien, untuk membicarakan kemungkinan memperkuat tim nasional negara tersebut.

Agustien sendiri pernah memperkuat Curacao U-17 dan kemudian tampil bersama Belanda U-18 serta U-19. Ia belum memastikan masa depan internasionalnya di level senior. Situasi ini membuat persaingan memperebutkan pemain muda tersebut berpotensi berlangsung ketat.

Target 100 Besar FIFA dan Persiapan Piala Asia 2027

Di sisi lain, John Herdman kini membawa Timnas Indonesia menempati peringkat ke-116 dunia berdasarkan pembaruan 7 Oktober 2026. Posisi Skuad Garuda naik dua tingkat setelah menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Demi masuk ke 100 besar, Timnas Indonesia masih harus naik setidaknya 16 peringkat.

Selisih poin Indonesia dengan tim peringkat 100 besar mencapai 52,38 angka. Saat ini, Indonesia mengantongi 1.166,50 poin, sementara Tajikistan yang ada di posisi ke-100 mengumpulkan 1.218,88 poin.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyatakan target menembus 100 besar ranking FIFA menjadi pekerjaan yang harus dikejar melalui hasil pertandingan dan pengumpulan poin secara konsisten. Menurutnya, cara yang ditempuh adalah dengan memaksimalkan pertandingan di FIFA Matchday.

Agenda terdekat, Timnas Indonesia sudah ditunggu laga FIFA Matchday November 2026. Skuad Garuda dijadwalkan melakoni laga away melawan Yordania di Stadion Amman Internasional pada 13 November 2026. PSSI masih mencari satu lawan lainnya, namun situasi di Timur Tengah yang memanas berpotensi membuat agenda tersebut mengalami penyesuaian.

Erick Thohir mengungkapkan bahwa Herdman menilai pertandingan di kawasan Asia Barat dapat memberikan pengalaman penting bagi para pemain. Persiapan menghadapi Piala Asia 2027 di Arab Saudi tidak cukup hanya dilakukan melalui pertandingan di lapangan, tetapi juga melalui pengalaman perjalanan panjang, perubahan lingkungan, hingga kondisi cuaca.

“Perjalanan jauh dan kelelahan akibat bepergian juga perlu dicoba dan dievaluasi sebelum turnamen,” kata Erick di Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Meski demikian, PSSI tidak akan mengabaikan faktor keamanan dalam menentukan lokasi pertandingan. Federasi berencana menghubungi negara-negara yang sebelumnya telah menyepakati pertandingan untuk memastikan kondisi terkini di wilayah mereka.

Rekam Jejak Herdman dan Pelajaran dari MotoGP Mandalika

Selama masa jabatannya, John Herdman mencatatkan performa impresif bersama Timnas Indonesia. Dari 12 pertandingan yang telah dilakoni, Skuad Garuda mengamankan delapan kemenangan, dua hasil imbang, dan hanya menelan dua kekalahan.

Ketajaman lini depan menjadi sorotan utama. Indonesia tercatat produktif dengan total 34 gol, dengan salah satu momen paling ikonik saat melibas Bangladesh 9-2. Pertahanan Indonesia juga terbilang solid dengan catatan enam clean sheet dan hanya kebobolan 12 gol.

Mitchell Baker muncul sebagai bintang utama dengan torehan sembilan gol dari delapan laga, termasuk rekor lima gol dalam satu pertandingan saat melawan Bangladesh. Pencapaian tertinggi Herdman sejauh ini adalah mempersembahkan trofi FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menumbangkan Thailand di partai final melalui adu penalti di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Senin (5/10/2026).

Di luar sepak bola, Herdman sempat menyaksikan langsung Grand Prix Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Minggu (11/10/2026). Ia mendapat kesempatan mengibarkan bendera finis dalam balapan utama.

“Saya belum pernah merasakan kecepatan seperti itu dari jarak sedekat ini sebelumnya,” kata Herdman dalam video yang diunggah akun Instagram TheMandalikaGP.

Ia juga tertarik mengamati bagaimana para pembalap dan tim bekerja dengan standar performa tinggi. Menurutnya, melihat tim-tim elite selalu memberikan pelajaran yang bisa dipetik.

Dengan kombinasi target ranking, persiapan Piala Asia 2027, dan upaya merekrut pemain diaspora, pekerjaan rumah John Herdman bersama Timnas Indonesia masih panjang. Perkembangan proses naturalisasi dan penentuan lawan pada FIFA Matchday November 2026 akan menjadi hal yang patut dinantikan dalam beberapa pekan ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *