Cakrawala News – 11 September 2026 | Hormat Jordi Cruyff untuk Maarten Paes, kiper timnas Indonesia pemain Ajax sejati, kembali menjadi sorotan menjelang laga Fortuna Sittard. Direktur Teknik Ajax Amsterdam itu menegaskan bahwa kontribusi Maarten Paes tetap penting bagi tim, meski posisi kiper utama kini diisi Marc-Andre ter Stegen. Pujian tersebut disampaikan Cruyff setelah Paes menunjukkan aksi gemilang dalam sesi latihan yang diunggah klub, Kamis (10/9/2026) malam.
Ajax Amsterdam tengah bersiap melakoni pekan keenam Eredivisie 2026/2027. Tim berjuluk De Godenzonen itu dijadwalkan bertandang ke markas Fortuna Sittard pada Minggu (13/9/2026) dini hari WIB. Laga ini menjadi kesempatan bagi Ajax untuk bangkit setelah pekan sebelumnya dipermalukan tamunya, PSV Eindhoven, dengan skor 1-3 di kandang sendiri.
Kekalahan itu membuat Ajax tercecer ke peringkat delapan klasemen dengan koleksi tujuh poin. Situasi tersebut membuat persiapan menuju pertandingan melawan Fortuna Sittard berjalan serius. Dalam unggahan video latihan berdurasi 48 detik, Maarten Paes tampak berulang kali menggagalkan peluang satu lawan satu dengan rekan setimnya.
Aksi Gemilang Paes di Sesi Latihan
Kiper berusia 28 tahun itu tidak hanya mengandalkan kedua tangannya. Beberapa kali ia menggunakan kakinya untuk membendung bola yang mengarah ke gawang. Aksi tersebut memicu teriakan apresiasi dari rekan-rekan setimnya setiap kali Paes berhasil melakukan penyelamatan.
Ajax pun memberikan pujian singkat tetapi mencolok dalam keterangan video yang diunggah melalui akun Instagram resmi mereka. “Gila, Maarten Paes,” tulis Ajax. Unggahan itu menunjukkan refleks dan respons cepat yang menjadi salah satu kekuatan utama Paes sebagai penjaga gawang.
Pujian bukan hanya datang dari klub. Jordi Cruyff turut menyoroti kontribusi penting Paes, termasuk perannya membantu perkembangan Ajax di luar lapangan. Menurut Cruyff, dedikasi Paes patut dihormati meski situasinya tidak mudah.
“Saya berpikir penting mengatakan ini. Maarten Paes, kami terkadang membicarakan perannya, tapi kami juga tahu bahwa beberapa pemain di sini membantu klub untuk maju. Dia melakukannya di playoff. Dia melakukan tanggung jawabnya,” kata Cruyff, dikutip dari Voetbal Primeur.
Pria yang sempat menjabat penasihat Timnas Indonesia itu menambahkan bahwa Paes mengawali perjalanan bersama Ajax dengan tidak mudah. Namun, dengan caranya menyambut pemain baru, Paes disebut tetap menunjukkan sikap kooperatif. “Dia adalah pemain kooperatif dan saya sangat menghormatinya,” ujar Cruyff.
Posisi Tergeser Sejak Kedatangan Ter Stegen
Maarten Paes kehilangan tempat sebagai kiper utama Ajax setelah kedatangan Marc-Andre ter Stegen. Kiper tim nasional Jerman itu bergabung ke klub Eredivisie tersebut pada Agustus 2026 dengan status pinjaman dari FC Barcelona. Sebelumnya, pada musim 2025/2026, Ter Stegen sempat menjalani masa pinjaman di Girona, klub La Liga Spanyol.
Sejak tiba, Ter Stegen langsung dipercaya menjadi starter di sejumlah pertandingan liga. Kiper berusia 34 tahun itu selalu tampil sebagai starter dalam tiga pertandingan Eredivisie melawan PEC Zwolle, Heerenveen, dan Telstar. Secara keseluruhan, Ter Stegen tercatat tampil enam kali, sedangkan Paes merumput dalam empat laga dari total 10 pertandingan Ajax di semua kompetisi musim ini.
Seluruh penampilan Paes musim ini terjadi di ajang Playoff Conference League 2026/2027. Ia bermain dua kali melawan FK Vojvodina dan dua laga versus Shelbourne di babak kualifikasi. Catatan itu berbeda jauh dari musim lalu ketika Paes menjadi andalan di bawah mistar gawang Ajax.
Maarten Paes, penjaga gawang profesional yang juga merupakan warga negara Indonesia sejak 30 April 2024, resmi bergabung dengan Ajax Amsterdam pada Februari 2026. Kiper kelahiran 14 Mei 1998 ini didatangkan dari klub Major League Soccer (MLS) FC Dallas dan menandatangani kontrak berdurasi 3,5 tahun hingga 2029.
Pada awal kedatangannya, Paes diproyeksikan sebagai pilihan utama di bawah mistar. Memasuki paruh kedua musim 2025/2026, ia tampil impresif setelah kiper pelapis Vitezslav Jaros mengalami cedera serius. Paes menorehkan 13 laga beruntun di Eredivisie, mencatat lima clean sheet dan hanya kebobolan 11 gol sepanjang periode tersebut.
Konsistensi itu menjadikannya salah satu pemain kunci Ajax musim lalu. Paes juga menepis dua tendangan penalti pada babak playoff UEFA Conference League melawan FC Utrecht, yang memastikan langkah Ajax ke Kualifikasi Conference League.
Peran Penting di Luar Lapangan
Meski kini menjadi pilihan kedua, Cruyff menilai peran Paes tetap krusial. Hormat Jordi Cruyff untuk Maarten Paes, kiper timnas Indonesia pemain Ajax sejati, tercermin dari pengakuan bahwa Paes membantu klub untuk maju, terutama melalui kontribusinya di ajang playoff.
Situasi berat ini disadari oleh Cruyff. Namun, anak dari legenda sepak bola Johan Cruyff itu memilih menyoroti sisi positif dari sikap Paes. Menurutnya, tidak banyak yang mengetahui bagaimana Paes menyambut pemain baru, tetapi hal itu dilakukan dengan baik oleh kiper asal Indonesia tersebut.
Bagi Ajax, laga melawan Fortuna Sittard menjadi momen penting untuk kembali ke jalur kemenangan. Kekalahan dari PSV Eindhoven menempatkan tekanan tersendiri bagi skuad asuhan pelatih. Kehadiran Paes dalam sesi latihan setidaknya memberikan opsi tambahan di bawah mistar gawang.
Menarik untuk disimak apakah Maarten Paes kembali dipercaya tampil dalam laga versus Fortuna Sittard. Terlepas dari keputusan pelatih, pujian dari Jordi Cruyff menegaskan bahwa kontribusi Paes tidak diukur semata dari jumlah penampilan sebagai starter.
Hormat Jordi Cruyff untuk Maarten Paes, kiper timnas Indonesia pemain Ajax sejati, menjadi pengingat bahwa dedikasi seorang pemain tetap bernilai di tengah persaingan ketat. Ajax wajib bangkit setelah pekan lalu digasak tamunya PSV Eindhoven 1-3 di kandang sendiri, dan peran pemain seperti Paes tetap dibutuhkan untuk menjaga kualitas skuad.
Ke depan, posisi Paes di Ajax masih akan menjadi perhatian publik sepak bola Indonesia. Dengan kontrak yang berlaku hingga 2029, masih ada ruang bagi kiper timnas Indonesia itu untuk kembali merebut tempat utama. Yang jelas, dukungan dan kepercayaan dari jajaran teknik Ajax belum hilang.








