Gadget  

Kabar Pemangkasan Produksi iPhone 18 Pro Dipersoalkan, JP Morgan Beri Penjelasan

Kabar Pemangkasan Produksi iPhone 18 Pro Dipersoalkan, JP Morgan Beri Penjelasan
Kabar Pemangkasan Produksi iPhone 18 Pro Dipersoalkan, JP Morgan Beri Penjelasan

Cakrawala News – 18 Oktober 2026 | Baru sebulan meluncur, iPhone 18 Pro dikabarkan dipangkas produksinya hingga 15 persen. Laporan media finansial Tiongkok, STCN, menyebut Apple memangkas pesanan untuk iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max setelah meningkatkan pesanan perangkat iPhone Duo sebesar 30 persen. Namun, sejumlah pihak menilai angka pemangkasan itu tidak menggambarkan kondisi permintaan pasar yang sebenarnya.

Laporan tersebut beredar setelah Apple memperkenalkan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max pada September 2026. Kabar pemangkasan produksi ini sempat memunculkan kekhawatiran terhadap permintaan produk terbaru Apple, terutama karena muncul tak lama setelah peluncuran.

Asumsi Zero-Sum yang Dipertanyakan

Mengutip laporan AppleInsider, STCN mengasumsikan kapasitas manufaktur Apple bersifat zero-sum game. Artinya, peningkatan produksi satu model dianggap harus mengorbankan volume produksi model lain. Berdasarkan kalkulasi itu, jika pesanan iPhone Duo naik 30 persen, maka pesanan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max disimpulkan berkurang masing-masing hingga 15 persen.

Meski demikian, angka tersebut dinilai meragukan. STCN menyebutkan total pesanan iPhone Duo setelah kenaikan 30 persen tetap tidak melebihi 10 juta unit. Jika volume awal berada di kisaran 7 juta unit, maka penambahannya hanya sekitar 3 juta unit.

Di sisi lain, Apple diproyeksikan memproduksi sekitar 80 juta unit untuk gabungan lini iPhone Pro baru dan iPhone Duo pada kuartal akhir 2026. Apabila pemotongan lini Pro benar-benar mencapai 15 persen, angka penurunannya akan jauh lebih besar dibandingkan penambahan 3 juta unit iPhone Duo tersebut.

Laporan dari Tiongkok itu juga disinyalir keliru mengklasifikasikan iPhone Duo sebagai bagian dari lini model Pro. Akibatnya, laporan tersebut secara salah menyimpulkan total pesanan keseluruhan Apple tidak berubah. Selain itu, laporan diduga kuat hanya didasarkan pada data rantai pasok komponen, bukan unit iPhone siap edar. Karena Apple bekerja sama dengan banyak mitra manufaktur dan pemasok suku cadang, fluktuasi pesanan komponen tidak bisa serta-merta dijadikan tolok ukur total produksi perangkat fisik.

Penjelasan JP Morgan

Penilaian berbeda datang dari analis JP Morgan. Dalam catatan kepada investor yang dikutip GSM Arena, mereka menilai langkah pemangkasan produksi bukan hal yang perlu dikhawatirkan. Penyesuaian produksi disebut sebagai hal yang lazim dilakukan Apple setelah peluncuran produk baru, terutama di tengah strategi peluncuran iPhone secara bertahap.

Apple telah memperkenalkan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max pada September. Sementara itu, model iPhone 18 non-Pro dijadwalkan meluncur pada awal tahun depan. Jarak waktu peluncuran tersebut dinilai turut memengaruhi pola permintaan konsumen terhadap lini iPhone terbaru.

Catatan JP Morgan sejalan dengan pengamatan pasar di Tiongkok yang menunjukkan permintaan iPhone 18 Pro lebih tinggi dibandingkan iPhone 17 Pro pada periode yang sama tahun sebelumnya. Meski kenaikannya tidak terlalu besar, tren tersebut tetap menunjukkan adanya peningkatan minat konsumen terhadap model Pro terbaru.

Sebagian konsumen diperkirakan memilih menunda pembelian hingga iPhone 18 versi standar tersedia. Model vanilla atau versi reguler biasanya menjadi salah satu varian yang paling diminati. Para analis memperkirakan belum hadirnya model standar tersebut dapat menekan pendapatan Apple dari penjualan iPhone sekitar 2 persen. Namun, konsumen yang tidak ingin menunggu berpotensi memilih iPhone 18 Pro lebih dahulu sehingga turut menopang penjualannya.

Faktor Harga dan Biaya Komponen

Terlepas dari perbedaan penilaian itu, laporan Nikkei Asia menyebutkan Apple telah memangkas pesanan komponen iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max untuk fase produksi Oktober 2026. Sekitar 15 persen dari permintaan awal Apple ke pemasok dipangkas, dengan seorang eksekutif pemasok menyatakan pesanan untuk kedua model premium turun 15 hingga 20 persen khusus pada Oktober.

Dampaknya tidak merata. Pemangkasan memengaruhi volume produksi sebagian pemasok, bukan semuanya, karena siklus produksi mereka berbeda. Belum jelas apakah Apple akan menyesuaikan lagi pesanan mulai November.

Salah satu penyebab yang disebut dalam laporan adalah kenaikan harga. Apple menaikkan harga iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max sebesar 100 dolar AS dibanding pendahulunya. Varian Pro dijual mulai 1.199 dolar AS dan iPhone 18 Pro Max mulai 1.299 dolar AS. Kenaikan ini terjadi ketika biaya komponen, terutama chip memori, ikut meningkat akibat tingginya permintaan untuk pusat data kecerdasan buatan.

Seorang manajer rantai pasok menyebut permintaan tidak sekuat tahun-tahun sebelumnya, ketika semua model baru dirilis bersamaan. Hingga laporan ini ditulis, Apple belum memberikan tanggapan resmi mengenai kabar pemotongan pesanan komponen tersebut.

Dengan demikian, klaim bahwa produksi iPhone 18 Pro dipangkas hingga 15 persen perlu dibaca dengan hati-hati. Perbedaan metode penghitungan antara laporan berbasis data komponen dan analisis permintaan pasar membuat kesimpulan mengenai lemahnya penjualan belum bisa dipastikan. Yang perlu dicermati selanjutnya adalah bagaimana pesanan komponen bergerak pada November dan dampak peluncuran iPhone 18 standar pada awal tahun depan terhadap permintaan lini Pro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *