Cakrawala News – 05 November 2026 | Penampilan impresif Mason Greenwood menjadi bagian penting dari kebangkitan Fenerbahce yang mengalahkan Liverpool 3-2 dalam laga Liga Champions di Istanbul, Kamis (5/11) dini hari WIB. Kemenangan ini mengakhiri rekor 100 persen kemenangan Liverpool di kompetisi tersebut sekaligus menegaskan peran Greenwood di lini serang klub Turki itu.
Bahkan deretan pemain cadangan Liverpool yang bernilai jutaan poundsterling tidak mampu menyelamatkan tim dari kekalahan. Performa kurang rapi The Reds dihukum oleh Fenerbahce, yang dua kali bangkit dari ketertinggalan sebelum akhirnya memastikan tiga poin di kandang sendiri.
Jalannya Pertandingan
Liverpool sempat memimpin lebih dulu melalui gol pembuka Trey Nyoni. Pemain berusia 19 tahun itu tampil tenang meski minim pengalaman dan mencetak gol lewat tendangan voli yang luar biasa. Ia tercatat sebagai pemain termuda Liverpool yang mencetak gol perdana di Liga Champions, sekaligus pencetak gol termuda kedua dalam sejarah kompetisi tersebut setelah Trent Alexander-Arnold.
Namun keunggulan itu tidak bertahan lama. Seperti pola yang terjadi di babak pertama, Fenerbahce mampu menyamakan kedudukan hanya empat menit kemudian. Mantan pemain binaan West Brom, Archie Brown, menjadi pencetak gol penyama setelah pertahanan The Reds dinilai lengah.
Memasuki seperempat jam terakhir, Alexander Isak yang baru masuk sebagai pemain pengganti mencetak gol hanya tiga menit setelah menginjak lapangan. Gol tersebut sempat membawa Liverpool unggul kembali. Akan tetapi, keunggulan itu kembali sirna dalam waktu singkat sebelum Vedat Muriqi memastikan kemenangan Fenerbahce lewat sundulan yang melewati tiga pemain lawan.
Sorotan pada Iraola dan Masalah Liverpool
Kekalahan ini diperkirakan akan menempatkan manajer Andoni Iraola di bawah sorotan. Ia melakukan lima perubahan dalam pertandingan tersebut. Meski demikian, persoalan yang dinilai lebih fatal adalah hilangnya ketenangan dan kendali tim dalam laga yang sebenarnya sempat mereka kuasai.
Kesulitan Liverpool di Turki menjadi catatan tersendiri dalam perjalanan mereka di fase liga. Sebelumnya, tim asal Inggris itu belum pernah kehilangan poin. Kini, Fenerbahce menjadi tim pertama yang mampu menumbangkan mereka di kompetisi tersebut pada musim ini.
Perjalanan Mason Greenwood Sejak Meninggalkan Inggris
Nama Mason Greenwood memang menjadi salah satu sorotan dalam beberapa tahun terakhir. Ia meninggalkan Manchester United dan Inggris pada 2024 dengan nilai transfer sekitar 26 juta euro ke Olympique Marseille. Selama membela klub Prancis itu, ia mencatatkan 48 gol dan 17 assist dalam 81 pertandingan di Ligue 1 dan kompetisi Eropa.
Pada musim pertamanya bersama Marseille, Greenwood langsung bersinar dengan lima gol dari tiga laga awal. Performa tersebut membuatnya menjadi salah satu penyerang paling produktif di Ligue 1, dengan total 14 gol dalam 22 penampilan pada periode tersebut.
Kepindahannya ke Marseille sempat menuai kontroversi. Walikota Marseille menyatakan bahwa pembelian sang striker tidak dapat diterima, merujuk pada rekam jejak Greenwood di luar lapangan. Greenwood sempat menghadapi pengadilan atas tuduhan pelecehan dan kekerasan terhadap kekasihnya, tetapi kemudian dinyatakan tidak bersalah setelah Crown Prosecution Service mencabut tuduhan tersebut.
Presiden Klub Marseille, Pablo Longoria, menegaskan bahwa pihaknya tidak menyesali keputusan mendatangkan Greenwood. Ia menyebut keputusan itu diambil secara internal meski ada pertentangan, termasuk dari walikota.
Transfer ke Fenerbahce dan Dampaknya bagi Manchester United
Pada Juli 2026, Greenwood resmi meninggalkan Marseille dan bergabung dengan Fenerbahce. Jurnalis transfer Fabrizio Romano melaporkan bahwa pemain berusia 24 tahun itu menandatangani kontrak hingga pertengahan 2030. Nilai transfer total disebut lebih dari 50 juta euro, terdiri dari 40 juta euro ditambah 2 juta euro dalam bentuk bonus untuk Marseille.
Dalam kesepakatan itu, Manchester United disebut menerima lebih dari 10 juta euro, termasuk klausul penjualan kembali. Gaji Greenwood di Turki dilaporkan sekitar 10 juta euro bersih per tahun. AS Roma sempat dikabarkan bersaing dengan tawaran 45 juta euro termasuk bonus, tetapi Fenerbahce mengajukan tawaran lebih tinggi dan Greenwood sendiri lebih memilih klub Turki tersebut.
Bagi Manchester United, performa apik Greenwood di Fenerbahce berpotensi mendatangkan keuntungan. Sebelumnya, mantan klubnya itu disebut menyertakan klausul penjualan sebesar 50 persen ketika melepasnya ke Marseille. Dengan demikian, jika Greenwood terus tampil impresif dan menarik minat klub besar, MU berpeluang ikut menikmati hasil penjualan di masa depan.
Perubahan Aliansi Internasional
Di level tim nasional, Greenwood telah resmi mengubah aliansi internasionalnya dari Inggris ke Jamaika pada Januari 2025. Keputusan itu diambil setelah Asosiasi Sepak Bola Inggris memastikan ia tidak akan lagi dipanggil ke timnas menyusul skorsing akibat tuduhan percobaan pemerkosaan, penyerangan, dan pemaksaan tiga tahun lalu.
Greenwood memenuhi syarat membela Jamaika melalui ayahnya yang lahir di negara tersebut. Karena satu-satunya caps Inggris yang ia peroleh terjadi saat berusia di bawah 21 tahun, ia diperbolehkan mengubah kewarganegaraan. Proses administrasi telah selesai dan ia kini tersedia untuk dipanggil timnas Jamaika yang diasuh Steve McClaren, meski Marseille saat itu tidak melepasnya untuk laga persahabatan.
Kemenangan atas Liverpool menjadi bukti terbaru bahwa Greenwood tetap menjadi sosok penting di lini serang Fenerbahce. Bagi Liverpool, kekalahan ini menjadi peringatan bahwa kualitas skuad tidak selalu cukup ketika ketenangan dan kendali permainan hilang di momen-momen krusial.
Ke depan, publik akan menantikan apakah Fenerbahce mampu menjaga momentum bersama Greenwood, sekaligus melihat bagaimana Liverpool merespons kekalahan pertama mereka di Liga Champions musim ini.












