Lamine Yamal Jadi Sorotan Usai Monchi Cabut Dukungan Ballon d’Or

Cakrawala News – 03 Oktober 2026 | Lamine Yamal Jadi Sorotan Usai Monchi Cabut Dukungan Ballon d’Or. Direktur Olahraga Espanyol, Monchi, meminta maaf kepada pendukung klubnya setelah sebelumnya menyatakan dukungan kepada penyerang Barcelona tersebut untuk memenangkan Ballon d’Or 2026. Permintaan maaf itu disampaikan Monchi melalui wawancara dengan Cadena Ser, menyusul reaksi negatif dari suporter Espanyol yang menganggap Barcelona sebagai rival terbesar klub.

Monchi baru menjabat sebagai direktur olahraga Espanyol sejak awal tahun ini. Sebelumnya, pria yang pernah menduduki posisi serupa di Sevilla dan Aston Villa itu dikenal sebagai sosok berpengalaman di dunia sepak bola Spanyol. Namun, keputusannya menyebut nama Yamal sebagai kandidat Ballon d’Or justru memicu kontroversi di kalangan pendukung klub yang berbasis di Catalonia itu.

Kronologi Kontroversi

Kontroversi bermula ketika Monchi diminta memilih kandidat yang menurutnya layak meraih penghargaan individu paling bergengsi dalam sepak bola dunia tersebut. Dalam kesempatan itu, ia dihadapkan pada tiga nama: Kylian Mbappe sebagai wakil Prancis, Harry Kane dari Inggris, dan Lamine Yamal yang mewakili Spanyol.

“Saya diminta memilih antara Mbappe, pilihan dari Prancis, Harry Kane, pilihan dari Inggris, dan Lamine Yamal, pilihan dari Spanyol. Saya memilih pilihan dari Spanyol. Hal itu menimbulkan sedikit kontroversi di kalangan pendukung kami, jadi jika ada yang merasa terganggu, saya meminta maaf,” ujar Monchi kepada Cadena Ser, seperti dikutip ESPN.

Monchi menegaskan bahwa jawaban yang ia berikan dipengaruhi oleh pertanyaan yang diajukan kepadanya. Saat itu, ia hanya diminta memilih di antara beberapa nama yang tersedia, dan Yamal menjadi satu-satunya pemain Spanyol dalam daftar tersebut.

“Saya mendukung kandidat dari Spanyol, namun sebagai seorang Perico, seharusnya saya menyebut nama pemain lain. Saya paham betul apa artinya menjadi seorang Perico, saya sudah merasakan ikatan batin itu sejak hari pertama. Saya memilih Lamine Yamal karena melihatnya dari sudut pandang orang Spanyol,” jelasnya.

Rivalitas Sekota yang Panas

Barcelona dan Espanyol dikenal sebagai rival sekota yang selalu menghadirkan atmosfer panas saat bertemu, meskipun level kedua tim berbeda jauh. Rivalitas tersebut membuat dukungan Monchi terhadap pemain Barcelona menjadi sensitif di mata suporter Espanyol.

Istilah Perico sendiri merupakan sebutan untuk penggemar Espanyol. Monchi mengaku menyadari rivalitas tersebut, tetapi menegaskan bahwa pilihannya didasari pertimbangan sebagai orang Spanyol yang melihat Yamal sebagai satu-satunya wakil negaranya dalam daftar kandidat.

Dukungan Mengalir untuk Yamal

Terlepas dari kontroversi di Espanyol, Lamine Yamal justru terus menerima dukungan dari berbagai pihak menjelang penutupan voting Ballon d’Or 2026. Pemain berusia 19 tahun itu berada di antara nama-nama yang difavoritkan bersama Kylian Mbappe dan Harry Kane.

Bek Barcelona, Gerard Martin, menjadi pemain terbaru yang secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Yamal. Dalam wawancara dengan TV3 seperti dikutip MARCA, Martin menyebut rekannya itu sebagai pemain terbaik yang layak mendapatkan penghargaan tersebut.

“Banyak hal yang menjadi pertimbangan, tetapi Ballon d’Or seharusnya diberikan kepada pemain terbaik, dan pemain terbaik adalah Lamine Yamal,” kata Martin.

Martin juga memberikan perhatian kepada Pau Cubarsi. Ia menilai bek tengah muda Barcelona tersebut pantas berada di posisi tinggi dalam daftar kandidat Ballon d’Or. Menurut Martin, posisi bek tengah terkadang tidak mendapatkan perhatian sebesar pemain di posisi lain, meski performa Cubarsi sepanjang musim dinilainya cukup kuat untuk mendapatkan pengakuan.

Dukungan untuk Yamal sebelumnya juga datang dari sejumlah rekan di Barcelona dan Timnas Spanyol. Legenda sepak bola seperti Zlatan Ibrahimovic dan Samuel Eto’o turut menyampaikan dukungan kepada pencalonan pemain muda tersebut.

Persaingan Menuju Penutupan Voting

Voting Ballon d’Or 2026 akan segera ditutup sehingga persaingan untuk menjadi pemenang memasuki tahap akhir. Yamal bersaing ketat dengan Mbappe dan Kane, dua nama yang selama ini disebut-sebut sebagai pesaing utama dalam perebutan penghargaan individu paling bergengsi di dunia sepak bola itu.

Kontroversi yang melibatkan Monchi menunjukkan betapa sensitifnya isu rivalitas klub dalam menentukan pilihan pribadi seorang figur publik di dunia sepak bola. Meski demikian, pernyataan permintaan maaf Monchi menegaskan bahwa keputusannya semata-mata didasari pertimbangan sebagai orang Spanyol, bukan sebagai bentuk keberpihakan terhadap rival sekota Espanyol.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai dampak kontroversi tersebut terhadap posisi Monchi di Espanyol. Yang jelas, nama Lamine Yamal kembali menjadi sorotan, bukan hanya karena performanya di lapangan, tetapi juga karena polemik di luar lapangan yang melibatkan salah satu direktur olahraga rival sekota Barcelona.

Bagi para penggemar sepak bola, tahap akhir voting Ballon d’Or 2026 akan menjadi momen yang dinanti. Pertanyaannya, apakah dukungan yang mengalir deras, termasuk dari kalangan rival, cukup untuk mengantarkan Yamal meraih penghargaan tersebut.

Exit mobile version