Cakrawala News – 03 Oktober 2026 | Profil Jusuf Hamka, pengusaha jalan tol yang diangkat jadi Wantimpres, kembali menjadi sorotan publik setelah Presiden Prabowo Subianto resmi melantiknya sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (2/10/2026), berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 107/P Tahun 2026. Pria yang akrab disapa Babah Alun itu dilantik bersama 25 anggota Wantimpres lainnya, dengan posisi ketua dijabat Praktikno dan wakil ketua diisi Hatta Rajasa.
Pengangkatan Jusuf Hamka menandai masuknya figur dari kalangan dunia usaha ke dalam lembaga penasihat kepala negara. Pemerintah menyebut susunan Wantimpres yang baru terdiri atas tokoh nasional dari berbagai bidang dan pengalaman, sehingga latar belakangnya sebagai pengusaha menjadi salah satu bagian dari keberagaman profesi dalam lembaga tersebut.
Latar Belakang dan Kehidupan Awal
Jusuf Hamka lahir di Jakarta pada 5 Desember 1957 dengan nama Alun Joseph. Ia tumbuh dalam keluarga Tionghoa-Indonesia yang melek pendidikan. Ayahnya, Joseph Suhaimi, merupakan akademisi di Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, sementara ibunya, Suwanti Suhaimi, berprofesi sebagai guru. Meski dibesarkan di lingkungan keluarga berpendidikan, masa kecilnya diwarnai pengalaman hidup yang keras. Ia pernah berjualan asongan, seperti es mambo dan kacang-kacangan, serta berjualan di sekitar Masjid Istiqlal untuk membantu perekonomian keluarga.
Pada usia 23 tahun, ia memutuskan menjadi mualaf. Setelah itu, namanya berubah menjadi Muhammad Jusuf Hamka, meski ia tetap dikenal luas dengan sapaan akrab Babah Alun. Perjalanan hidupnya dari pedagang asongan hingga menjadi pengusaha besar menjadi salah satu bagian menarik dari profilnya yang kerap dibahas publik.
Jejak Bisnis di Sektor Jalan Tol dan Konstruksi
Nama Jusuf Hamka lekat dengan industri jalan tol. Ia dikenal sebagai pengusaha yang berkaitan dengan PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. (CMNP), perusahaan yang mengelola sejumlah ruas jalan tol strategis, termasuk Cawang–Tanjung Priok di Jakarta. Ia disebut sebagai pemilik manfaat mayoritas CMNP, dan bisnis perusahaan tersebut kini turut dijalankan oleh anak-anaknya.
Rekam jejaknya di dunia usaha tidak hanya terbatas pada jalan tol. Jusuf Hamka tercatat menduduki sejumlah posisi sebagai komisaris maupun komisaris utama di berbagai perusahaan. Ia pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT Mandara Permai, Komisaris Independen PT Indomobil Sukses Internasional Tbk., Komisaris PT Indosiar Visual Mandiri, Komisaris PT Citra Margatama Surabaya, serta Komisaris PT Mitra Kaltim Resources Indonesia. Kombinasi pengalaman di sektor usaha dan infrastruktur inilah yang membuat namanya dikenal sebagai salah satu figur pebisnis berpengaruh.
Kiprah Politik dan Perekrutan Mendadak
Selain aktif di dunia usaha, Jusuf Hamka pernah terlibat dalam aktivitas politik praktis. Pada Pemilu 2019, ia menjabat sebagai bendahara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo–Ma’ruf Amin. Namanya kembali mencuat dalam politik ketika sempat muncul sebagai kandidat yang diusung Partai Golkar dalam Pilkada Jakarta 2024, meski rencana tersebut urung terlaksana.
Cerita penunjukannya sebagai anggota Wantimpres berlangsung mendadak. Jusuf Hamka mengaku mendapat telepon dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sekitar pukul 06.35 WIB pada Jumat pagi. Ia menyatakan terkejut dengan kabar tersebut.
“Jam 6.35 (pagi), ditelepon Pak Seskab. Saya kaget. Saya cuma bilang alhamdulilah, Pak, negara mempercayai saya,” kata Jusuf Hamka kepada wartawan.
Menurutnya, permintaan untuk membantu negara merupakan amanah yang tidak perlu dipikirkan panjang. Ia menegaskan tidak ingin mempersulit keputusan ketika mendapat penugasan dari negara.
“Kalau diminta negara, enggak boleh ditolak. Kita harus berbakti,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar kehadirannya di lembaga tersebut dapat memberikan manfaat bagi Indonesia. “Kita bangun negeri kita tercinta ini,” kata dia. Setelah menerima telepon dari Seskab, Jusuf Hamka langsung mendatangi Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta untuk mengikuti agenda pelantikan. Menurut pantauan media, ia sempat sedikit membungkukkan badan di hadapan kepala negara sesaat sebelum menandatangani berita acara pengambilan sumpah.
Arti Penting dan Hal yang Perlu Dicermati
Masuknya Jusuf Hamka ke jajaran Wantimpres menambah warna baru dalam komposisi lembaga penasihat presiden. Pengalaman panjangnya di sektor infrastruktur dan dunia usaha dinilai relevan dengan sejumlah agenda pemerintahan, terutama yang berkaitan dengan pembangunan dan investasi. Pemerintah menegaskan bahwa susunan Wantimpres yang baru diisi oleh tokoh nasional dari berbagai latar belakang keahlian.
Bagi publik, posisi barunya ini menjadi titik perhatian berikutnya. Setelah puluhan tahun berkecimpung di dunia usaha dan sempat terlibat dalam politik praktis, kini Jusuf Hamka dituntut membuktikan kontribusinya sebagai penasihat kepala negara. Profil Jusuf Hamka, pengusaha jalan tol yang diangkat jadi Wantimpres, akan terus menjadi perbincangan seiring perjalanan tugasnya di lingkungan pemerintahan Prabowo Subianto.
