Cakrawala News – 16 Oktober 2026 | Leverkusen tampil perkasa pada matchday kedua Liga Europa 2026/2027 dengan membawa pulang kemenangan telak 4-0 dari markas Lech Poznan di Polandia, Kamis (15/10/2026) malam waktu setempat. Kemenangan itu membuat wakil Jerman tersebut mengoleksi dua kemenangan dari dua laga, setelah sebelumnya juga meraih hasil positif di putaran pembuka.
Dua gol Leverkusen lahir dari titik putih melalui penalti Patrik Schick pada menit ke-29 dan ke-41. Malik Tillman menambah satu gol pada menit ke-32, sementara Ibrahim Maza menutup pesta gol tim tamu pada menit ke-88 lewat skema serangan balik cepat.
Hasil ini melengkapi catatan impresif sejumlah tim pada matchday kedua. Juventus, AC Milan, Benfica, dan Bournemouth juga meraih kemenangan meyakinkan, dengan empat pertandingan menghadirkan selisih minimal tiga gol. Milan dan Leverkusen sama-sama mencetak empat gol tanpa kebobolan.
Schick Masuk Lebih Cepat dari Rencana
Leverkusen sebenarnya sempat menghadapi situasi tidak nyaman sejak awal laga. Striker Martin Terrier mengalami cedera dan harus digantikan, sehingga Schick masuk lebih cepat dari rencana. Pergantian itu justru berbuah manis karena penyerang asal Republik Ceko tersebut langsung menjadi momok bagi lini belakang Lech Poznan.
Susunan pemain Leverkusen malam itu menurunkan Mark Flekken di bawah mistar, dengan Lucas, Bade, Tapsoba, dan Guitierrez mengisi lini belakang. Fernandez, Garcia, Tella, Tillman, dan Maza mendukung Terrier di lini serang sebelum akhirnya Schick mengambil alih peran ujung tombak.
Di kubu tuan rumah, Lech Poznan menurunkan Lis, Gurgul, Monka, Skrzypczak, Pereira, Walemark, Berggren, Kozubal, Bengtsson, Ishak, dan Palma. Para pendukung tuan rumah sempat menampilkan tifo besar sebagai bentuk dukungan, namun tekanan berkualitas dari Leverkusen membuat mereka tidak berkutik.
Frederiksen Akui Kualitas Lawan
Pelatih Lech Poznan, Niels Frederiksen, mengakui bahwa Leverkusen adalah lawan terkuat yang pernah dihadapi timnya. Menurutnya, anak asuhnya kesulitan mengimbangi tempo tinggi yang dimainkan wakil Jerman tersebut.
“Ini pertandingan yang sangat sulit melawan tim yang sangat bagus. Kami stres dengan bola dan tanpa bola. Penyebabnya adalah tempo yang tinggi. Sangat, sangat tinggi. Ini tim papan atas Eropa, kami tidak terbiasa dengan hal seperti ini,” kata Frederiksen.
Pelatih asal Denmark itu menegaskan bahwa dua kekalahan 0-4 yang dialami timnya tidak serta-merta membuat Lech Poznan tidak layak berlaga di Liga Europa. Ia menilai timnya masih mampu bersaing dengan dua tim papan atas di fase liga.
Frederiksen juga menyoroti keputusannya memarkir Pablo Rodriguez di bangku cadangan. Menurutnya, keputusan itu diambil sebagai konsekuensi dari pelanggaran aturan internal tim, bukan karena persoalan keterlambatan ringan. Ia menekankan bahwa disiplin adalah fondasi sebuah tim dan berlaku untuk semua pemain tanpa terkecuali.
Lech Poznan juga mendapat pukulan tambahan ketika bek Wojciech Monka meninggalkan lapangan pada menit ke-15 karena cedera otot paha. Frederiksen menyebut Monka akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan kemungkinan besar absen pada laga akhir pekan.
Cisse Bersinar, Milan Menang 4-0
Selain Leverkusen, AC Milan menjadi sorotan berkat penampilan remaja Alphadjo Cisse. Pemain berusia 19 tahun itu mencetak hat-trick dalam kemenangan 4-0 atas RB Salzburg di Austria, sekaligus menjadi orang Italia termuda yang mencetak hat-trick di kompetisi antarklub Eropa.
Cisse mencetak seluruh golnya dalam 49 menit, membuka keunggulan lewat sundulan sebelum menambah dua gol berikutnya. Catatan itu juga menjadi hat-trick pertama pemain Milan di laga kontinental sejak Filippo Inzaghi 24 tahun lalu. Pelatih Milan, Ruben Amorim, menilai Cisse pantas mendapatkan menit bermain karena performanya, meski masih memiliki ruang untuk berkembang.
Milan harus mengakhiri laga dengan 10 pemain setelah Filippo Terracciano mendapat kartu merah langsung pada akhir pertandingan. Hasil ini menjadi pembalasan setelah Milan kalah 2-0 dari Benfica di San Siro pada putaran pembuka.
Hasil Lain dan Posisi Leverkusen
Di laga lain, Juventus menang dramatis 2-1 atas tuan rumah Celta. Gol kemenangan lahir dari sundulan Kolo Muani di masa tambahan waktu, setelah Nick Woltemade menyamakan kedudukan usai memanfaatkan kesalahan lini belakang lawan. Celta sempat unggul lebih dulu melalui serangan balik Hugo Alvarez.
Benfica menunjukkan ketajaman saat menjamu Celtic, sementara Bournemouth mengamankan tiga poin pada laga Eropa pertama di kandang sendiri dengan kemenangan 3-0 atas Sturm Graz di Stadion Vitality. Sunderland membutuhkan gol di masa injury time dari Noah Sadiki untuk menaklukkan Torreense 2-1, sedangkan Crystal Palace kalah 3-2 di markas Olympique Lyonnais.
Bagi Leverkusen, kemenangan di Poznan menjadi modal penting untuk menjaga momentum di fase liga. Dua kemenangan beruntun membuat mereka berada di jalur yang tepat untuk lolos ke babak berikutnya. Namun, jadwal padat dan risiko cedera seperti yang dialami Terrier tetap menjadi perhatian tim pelatih.
Lech Poznan dijadwalkan segera kembali berlaga di kompetisi domestik, sementara Leverkusen akan menghadapi rangkaian laga berat berikutnya. Kualitas kedalaman skuad dan kemampuan rotasi akan menjadi faktor penentu apakah Leverkusen mampu mempertahankan performa impresif ini di Liga Europa maupun di kompetisi domestik.












