Cakrawala News – 02 November 2026 | Tak ada di liga lain, aturan MLS bikin Lionel Messi terbebas dari hukuman larangan bermain meski bintang Inter Miami itu sudah mengumpulkan lima kartu kuning sepanjang musim ini. Regulasi Insentif Perilaku Baik atau Good Behavior Incentive yang diterapkan Major League Soccer menjadi alasan akumulasi kartu kapten Timnas Argentina tersebut berkurang, sehingga ia tetap bisa diturunkan menghadapi New England Revolution di Stadion Nu, Minggu.
Kartu kuning kelima Messi didapat ketika Inter Miami bermain imbang 2-2 melawan FC Cincinnati pada 28 Oktober waktu Amerika Serikat. Wasit Armando Villarreal menghukum pemain berusia 38 tahun itu pada menit ke-44 setelah ia memprotes keputusan atas pelanggaran terhadap Samuel Gidi. Messi sempat menunjukkan ekspresi tidak puas terhadap keputusan wasit.
Berdasarkan aturan umum MLS, pemain yang mengumpulkan lima kartu kuning wajib menjalani skorsing satu pertandingan serta membayar denda sebesar 250 dolar AS. Namun, ketentuan itu tidak langsung berlaku bagi peraih delapan Ballon d’Or tersebut karena adanya klausul pengurangan akumulasi kartu dalam regulasi disiplin liga.
Bagaimana Insentif Perilaku Baik Bekerja
MLS menerapkan insentif yang memungkinkan setiap pemain mengurangi akumulasi kartu kuningnya. Pemain mendapat pengurangan satu kartu setiap kali tampil dalam lima pertandingan beruntun tanpa kartu kuning, kartu merah, maupun sanksi disiplin tambahan. Aturan ini berlaku bagi seluruh pemain di kompetisi, bukan hanya untuk Messi.
Dari lima kartu kuning yang dikumpulkan Messi musim ini, hanya tiga yang diperhitungkan untuk hukuman akumulasi. Ia telah memperoleh dua pengurangan kartu melalui mekanisme tersebut. Sebelum kartu terakhir di laga kontra Cincinnati, Messi tercatat menerima kartu kuning saat menghadapi Colorado Rapids, Orlando City, Nashville SC, dan Atlanta United.
Dengan perhitungan itu, Messi belum mencapai ambang batas yang mewajibkan skorsing. Situasi ini membuatnya tetap tersedia untuk pertandingan melawan New England Revolution, laga yang penting bagi Inter Miami yang sedang mengejar posisi lebih tinggi menjelang fase gugur.
Mengapa Kehadiran Messi Krusial
Kehadiran Messi menjadi faktor signifikan bagi Inter Miami di pengujung musim reguler. Tim asuhan pelatih tersebut membutuhkan tambahan poin untuk memperbaiki posisi di klasemen sebelum memasuki babak gugur. Tanpa Messi, opsi serangan Inter Miami dipastikan berkurang, terutama mengingat peran sentralnya dalam membangun serangan dan mencetak gol.
Regulasi insentif perilaku baik sendiri menjadi salah satu kekhasan MLS yang jarang ditemui di liga-liga Eropa. Sistem ini dirancang mendorong pemain menjaga disiplin di lapangan sekaligus memberi ruang bagi mereka yang konsisten berperilaku baik untuk menghindari hukuman akumulasi. Bagi Messi, konsistensi tersebut terbukti menyelamatkannya dari absen di laga penting.
Meski demikian, posisi Messi tetap perlu dicermati. Setiap kartu kuning tambahan setelah pengurangan yang sudah dipakai akan kembali mendekatkan dirinya pada ambang skorsing. Artinya, disiplin di lapangan tetap menjadi faktor penentu apakah ia bisa terus tampil pada laga-laga krusial Inter Miami berikutnya.
Keputusan ini juga menegaskan bahwa tak ada di liga lain, aturan MLS bikin Lionel Messi terbebas dari hukuman larangan bermain, sekaligus menunjukkan bagaimana regulasi disiplin yang berbeda dapat memberi dampak langsung pada jalannya kompetisi. Kini perhatian tertuju pada laga melawan New England Revolution, apakah Messi mampu memanfaatkan kesempatan ini untuk membantu Inter Miami meraih hasil positif.










