Piala Asia 2027 Ditunda, Kontrak Moriyasu Berakhir dan Malaysia Ikut Tersenyum

Piala Asia 2027 Ditunda, Kontrak Moriyasu Berakhir dan Malaysia Ikut Tersenyum
Piala Asia 2027 Ditunda, Kontrak Moriyasu Berakhir dan Malaysia Ikut Tersenyum

Cakrawala News – 05 November 2026 | Penundaan Piala Asia 2027 membuat situasi kursi pelatih Timnas Jepang berubah drastis, dan dalam dinamika itu Malaysia tersenyum, Hajime Moriyasu masa bodoh soal kontrak di timnas Jepang usai Piala Asia 2027 ditunda [titlebase]. Pelatih berusia 58 tahun tersebut disebut pasrah jika tak lagi memimpin Samurai Biru, sementara Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) sudah menyiapkan penggantinya. Bagi Malaysia, yang sempat dikaitkan dengan Moriyasu, perkembangan ini membuka peluang baru meski belum ada keputusan resmi.

Keputusan penundaan diambil Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) akibat situasi keamanan yang tidak menentu di Timur Tengah. Turnamen yang semula dijadwalkan pada Januari 2027 kini diundur menjadi akhir Desember 2027 hingga Januari 2028, hampir mendekati satu tahun penuh. Menurut laporan, ketegangan regional yang melibatkan Arab Saudi dan Houthi membuat sejumlah bandara internasional di negara tuan rumah sempat menghadapi situasi berbahaya. Langkah itu diambil demi menjamin keselamatan pemain, ofisial, serta suporter.

Kontrak Moriyasu Habis Sebelum Turnamen

Perubahan jadwal langsung memicu efek domino, terutama bagi Jepang yang tergabung di Grup F bersama Timnas Indonesia, Qatar, dan Thailand. Kontrak Moriyasu bersama JFA dijadwalkan berakhir pada 28 Februari 2027, atau sebelum Piala Asia 2027 digelar. Sejumlah media Jepang melaporkan JFA tidak memiliki rencana memperpanjang masa kerjanya.

Moriyasu sendiri dikabarkan pasrah dengan situasi tersebut. Ia disebut tidak mempermasalahkan kemungkinan tak lagi menangani Jepang di turnamen yang telah lama menjadi targetnya. Direktur Teknik JFA, Masakuni Yamamoto, juga belum bersedia menjelaskan lebih jauh mengenai masa depan Moriyasu. Yamamoto hanya menyebut bahwa JFA telah menentukan waktu peralihan kepelatihan dari Moriyasu kepada Go Oiwa.

Go Oiwa, pelatih timnas Jepang U-23 sejak 2021, sebelumnya dijadwalkan mengambil alih posisi pelatih kepala tim senior setelah Piala Asia 2027. Namun, dengan mundurnya jadwal turnamen, rencana pergantian tersebut berpotensi berlangsung lebih cepat. Sejumlah media Jepang bahkan menyebut keputusan mempromosikan Oiwa ke tim senior sudah final.

Jejak Moriyasu dan Peluang ke Klub Eropa

Moriyasu menangani Timnas Jepang sejak setelah Piala Dunia 2018. Ia telah mengarungi 108 laga bersama Samurai Biru dan membawa Jepang dua kali lolos ke Piala Dunia, yakni 2022 dan 2026, dengan finis di babak 16 besar dan 32 besar. Di Piala Asia 2019, Jepang asuhannya kalah 1-3 dari Qatar di laga final, sedangkan pada edisi 2024 Jepang kandas di perempatfinal oleh Iran. Jepang juga tercatat mampu mengalahkan Inggris dan Brasil di laga uji coba serta perkasa atas wakil-wakil Eropa sejak 2022.

Di tengah ketidakpastian itu, nama Moriyasu sempat dikaitkan dengan Timnas Malaysia yang saat ini ditangani pelatih sementara, Tan Cheng Hoe. Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) merespons rumor tersebut dengan menyatakan belum ada kepastian mengenai kemungkinan Moriyasu menjadi pelatih Harimau Malaya. Namun, media Jepang menilai peluang itu kurang sejalan dengan rencana karier Moriyasu.

Media Jepang, Nikkan Gendai, menilai Moriyasu lebih tertarik menangani klub daripada melanjutkan karier sebagai pelatih tim nasional. Format pekerjaan di klub dinilai lebih sesuai dengan kepribadiannya karena pelatih bisa berinteraksi dengan pemain setiap hari dan memantau perkembangan mereka secara langsung. Media tersebut juga menyoroti ambisi Moriyasu mencoba tantangan baru di luar Jepang, termasuk pengalaman menangani klub Eropa.

Dalam perkembangan lain, satu di antara klub yang disebut berpotensi menjadi tujuan Moriyasu adalah Sint-Truidense VV, peserta Jupiler Pro League atau kasta tertinggi Liga Belgia. Dengan demikian, Malaysia tersenyum, Hajime Moriyasu masa bodoh soal kontrak di timnas Jepang usai Piala Asia 2027 ditunda [titlebase] menjadi gambaran bahwa peluang Harimau Malaya merekrutnya justru kian tipis.

Dampak bagi Timnas Indonesia

Bagi Timnas Indonesia, transisi kepelatihan Jepang ini bisa menjadi momen krusial. Jika Jepang mengalami pergantian nakhoda di tengah jalan atau memercayakan tim kepada pelatih baru seperti Go Oiwa, proses adaptasi taktik Samurai Biru berpotensi mengalami guncangan. Dinamika internal di tubuh tim Samurai Biru dinilai membawa angin segar sekaligus celah tersendiri bagi skuad Garuda yang berada di grup yang sama.

Yang perlu diperhatikan berikutnya adalah kepastian resmi dari JFA soal waktu peralihan ke Oiwa serta arah karier Moriyasu. Bagi Malaysia, rumor yang beredar belum mengarah pada keputusan resmi, sehingga situasi ini tetap menjadi salah satu hal yang dinantikan dalam peta kekuatan sepak bola Asia menjelang Piala Asia 2027.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *