Sosial  

Mawa Jelaskan ke Anak soal Perceraian: Umma dan Abati Sudah Tak Halal

Mawa Jelaskan ke Anak soal Perceraian: Umma dan Abati Sudah Tak Halal
Mawa Jelaskan ke Anak soal Perceraian: Umma dan Abati Sudah Tak Halal

Cakrawala News – 06 November 2026 | Sudah tak halal, Wardatina Mawa beri pengertian tentang fakta perceraiannya pada sang anak, Afnan, yang kini berusia enam tahun. Dalam penjelasannya kepada putranya, Mawa menggunakan kalimat sederhana agar anaknya memahami mengapa ia dan Insanul Fahmi tidak lagi tinggal bersama. Pernyataan itu disampaikan Mawa di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (4/11/2026) malam.

Mawa mengaku menyadari putranya yang masih berada di masa golden age mulai memahami konflik yang terjadi antara kedua orang tuanya. Karena itu, ia berusaha memberikan pemahaman secara perlahan agar Afnan tidak mengalami trauma akibat perpisahan orang tuanya.

“Jadi anak aku tuh sudah mulai sedikit paham ya bahwasanya ada konflik orang dewasa, yaitu orang tuanya,” kata Mawa seperti dikutip dari keterangannya kepada awak media.

Jawaban Sederhana untuk Pertanyaan Anak

Ada satu momen ketika Afnan bertanya secara kritis mengapa kedua orang tuanya tidak lagi tinggal bersama. Mawa pun menjawab dengan bahasa yang mudah dicerna anak seusianya.

“Pernah ditanya, ‘Kenapa Umma sama Abati nggak bareng lagi?’. Aku jawab, ‘Umma sama Abati nggak halal lagi’. Artinya, tidak membuat rasa cinta dan kasih sayang kita berkurang sama dia,” ujar Mawa.

Melalui penjelasan itu, Mawa ingin menegaskan bahwa perpisahan dirinya dengan Insanul Fahmi tidak akan mengubah besarnya kasih sayang mereka kepada Afnan. Ia selalu menekankan bahwa anaknya tidak akan kehilangan cinta dari kedua orang tuanya.

“Aku selalu ingin menegaskan bahwa anak itu pasti akan tumbuh terus. Dia tidak akan kehilangan cinta dan kasih sayang dari orang tuanya. Setiap anak yang tumbuh dari orang tua yang broken home, punya rumah dari kasih sayang orang tuanya sendiri,” tuturnya.

Beri Tahu soal Pasangan Baru Sang Ayah

Bukan hanya soal perceraian, Mawa juga mulai memberi pemahaman kepada Afnan bahwa ayahnya, Insanul Fahmi, kini memiliki pasangan lain. Menurut Mawa, informasi itu disampaikan agar anaknya memahami perubahan dalam keluarga tanpa menyimpan luka atau membenci salah satu orang tuanya.

“Aku udah kasih perhatian sama anak udah sounding bahwasanya ayahnya tuh punya pasangan (lain) gitu,” ungkap Mawa, dikutip dari tayangan program TV yang dibagikannya melalui Instagram pada Rabu (4/11/2026).

Mawa menilai Afnan perlu mengetahui kondisi keluarganya secara bertahap, bukan justru mendapatkannya dari orang lain atau pemberitaan yang beredar di media sosial. Keputusan itu juga dipengaruhi pengalaman yang membuatnya sedih, ketika ada orang yang memperlihatkan pemberitaan soal rumah tangganya kepada sang anak melalui ponsel.

“Karena kemaren itu dia pernah sekilas seliweran, aku tuh sedihnya gitu kak kadang ada orang-orang ya yang memberikan hp terus ngasih unjuk anak aku sumpah itu aku sedih banget,” tuturnya.

Karena itu, Mawa secara ketat membatasi penggunaan gawai oleh Afnan agar anaknya tidak terpapar konten liar di media sosial. Ia ingin putranya mengerti bahwa hubungan orang tua yang berubah bukan berarti kasih sayang mereka kepada anak ikut berakhir.

“Karena kan maaf ya di luar sana pasti ada aja kan berita dan buat anak aku itu bertanya-tanya. Jadi sedikit banyaknya aku akan memberikan kata-kata yang membuat anak aku tuh jangan sampai trauma dan jangan sampai dia membenci orang tuanya,” jelasnya.

Respons Anak dan Rencana ke Psikolog

Melihat respons Afnan yang cenderung banyak diam setelah diberi penjelasan, Mawa mengaku hal tersebut menjadi pekerjaan rumah baginya. Ia berencana membawa putranya ke psikolog anak untuk memantau kondisi psikologisnya.

“Mungkin kalau anak saya lebih ke banyak diam. Entah apa yang dipikirkan dia, dan itu justru jadi PR saya. Pelan-pelan saya akan membawa ke teman saya, psikolog juga, lebih ke nanyain tentang tumbuh kembang anak,” ungkapnya.

Langkah itu disebut Mawa sebagai upaya memastikan tumbuh kembang Afnan tetap berjalan baik di tengah situasi keluarga yang berubah. Dengan begitu, ia berharap anaknya bisa melewati masa sulit ini tanpa beban psikologis yang berkepanjangan.

Soal Nafkah Anak yang Tak Lancar

Dalam kesempatan tersebut, Mawa juga menyinggung persoalan nafkah anak. Ia mengaku belum menerima uang nafkah sepeser pun dari mantan suaminya sejak putusan cerai resmi dikeluarkan. Mawa juga menyebut nafkah anak dari Insanul Fahmi tak lancar.

“Gak lancar, tapi yaudah. Ya itulah salah satu bentuk ikhtiarnya dia mungkin. Ikhtiarnya dia untuk survive. Dia survive, aku juga survive,” kata Mawa di Bogor, Jawa Barat.

Meski demikian, Mawa mengaku tidak pernah menuntut Insanul Fahmi terkait nafkah. Ia tetap melihat seberapa besar usaha mantan suaminya dalam memenuhi kebutuhan anak.

“Tapi kan aku juga melihat seberapa effort-nya dia untuk anaknya, at least untuk anaknya aja. Karena ya sudah hampir 3 bulan,” ungkapnya.

Di sisi lain, Mawa memilih terus bekerja keras memenuhi kebutuhan sang anak. Ia bersyukur masih diberikan rezeki dan meyakini setiap anak telah memiliki rezekinya masing-masing.

“Iya dong, kan memang harus berjuang, survive. Ya alhamdulillah, Allah kasih rezeki. Tanpa kita harus kayak menuntut untuk diberikan, itu gak usah sih kalau aku,” katanya.

Soal kondisi Insanul Fahmi yang disebut merasa kehilangan segalanya, Mawa menilai tidak ada lagi yang perlu disesali. Menurutnya, yang dibutuhkan kini adalah introspeksi diri dari kedua belah pihak.

“Semua terlambat. Gak ada yang harus disesali, yang ada yang harus introspeksi diri aja. Kita sama-sama saling introspeksi diri,” ujarnya.

Langkah Mawa menjelaskan perceraian kepada Afnan secara perlahan menunjukkan perhatian pada kondisi psikologis anak. Ke depan, rencana membawa sang putra ke psikolog anak menjadi hal yang perlu diperhatikan untuk memastikan tumbuh kembangnya tetap terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *