Mika Godts Dikritik Tajam Usai Debut Starter di PSG, Wacana Pinjaman ke Eredivisie Menguat

Mika Godts Dikritik Tajam Usai Debut Starter di PSG, Wacana Pinjaman ke Eredivisie Menguat
Mika Godts Dikritik Tajam Usai Debut Starter di PSG, Wacana Pinjaman ke Eredivisie Menguat

Cakrawala News – 13 Oktober 2026 | Penampilan pertama mika godts sebagai starter Paris Saint-Germain berbuah kritik tajam dari media Prancis. Penyerang sayap asal Belgia berusia 21 tahun itu dipercaya pelatih Luis Enrique tampil sejak menit awal saat PSG menghadapi Le Mans pada akhir pekan lalu, tetapi ia gagal memenuhi ekspektasi dan mendapat nilai rendah dari sejumlah media terkemuka.

Kritik paling keras datang dari Le Parisien yang memberi Godts nilai 3. Media itu menilai eks pemain Ajax Amsterdam tersebut tampil mengecewakan karena tidak mampu melewati lawannya, membuat pilihan yang buruk, dan menjadi “Koning Balverlies” dengan 16 kali kehilangan bola. Selain satu tembakan yang gagal, ia dinilai terlalu sering memperlambat permainan PSG.

L’Équipe juga tidak memberikan penilaian positif dengan angka 4 dari 10. Menurut media tersebut, sejauh ini publik baru melihat sisi fisik Godts, yakni rambut pirang dan senyum khas di wajahnya, namun belum melihat kualitas permainan yang sesungguhnya. L’Équipe menegaskan bahwa Godts memang pemain potensial, tetapi masih perlu meningkatkan permainan, terutama aspek fisik, agar mampu bersaing di Ligue 1.

Le Figaro menulis bahwa eks internasional Belgia itu belum benar-benar terbebas di bawah warna baru PSG. Meski dinilai memiliki bekal teknis untuk bermain di klub sekelas Paris Saint-Germain, ia disebut tampil menonjol karena pilihan yang buruk dan kurang beruntung. “Tidak dramatis, tetapi juga tidak cemerlang,” tulis Le Figaro.

Kalah Bersaing dengan Kvaratskhelia

Maxi Foot memberi Godts nilai 5,5 dan menyebut penampilannya terlalu lemah setelah periode internasional yang sukses bersama Belgia. Dribelnya dinilai tidak efektif, sementara penggantinya, Khvicha Kvaratskhelia, justru langsung mencetak gol tak lama setelah masuk. Sementara itu, kanal penggemar Paris Fans memberi nilai 4 dan Culture PSG memberi nilai 5.

Hasil ini mempertegas posisi Godts dalam persaingan di sektor sayap kiri PSG. Kvaratskhelia yang masuk menggantikannya langsung mencetak gol, sehingga debut starter Godts tidak mengubah hierarki di lini serang tim ibu kota Prancis tersebut.

Meski demikian, pelatih Luis Enrique dilaporkan tetap bersedia memberi waktu bagi Godts untuk berkembang. Tidak ada kepanikan di internal klub. PSG saat ini berada di peringkat keenam Ligue 1 dan masih berjarak tiga poin dari puncak klasemen, dengan skuad yang dinilai bertabur bintang.

Di level tim nasional, situasi Godts justru berbeda. Pada pemanggilan pertama era pelatih Van Bommel, ia tampil cukup menonjol. Penampilan apiknya melawan Italia menjadi sorotan, meski dua laga melawan Prancis dan kemenangan atas Turki tidak sepenuhnya sempurna. Performa itu sempat memunculkan wacana persaingan di sayap kiri Belgia, terlebih saat Jérémy Doku tampil gemilang bersama Manchester City.

Wacana Pinjaman ke Eredivisie

Kritik yang mengalir di Prancis kemudian memunculkan pertanyaan tentang kesiapan Godts menghadapi level tertinggi Paris Saint-Germain. Sejumlah pihak mulai melempar gagasan agar ia dipinjamkan pada Januari mendatang, termasuk ke klub Eredivisie, supaya bisa bermain menit demi menit secara rutin dan terus berkembang.

Namun, opsi tersebut dinilai tidak realistis. Sebelumnya, melalui kanal resmi PSG, Godts menyatakan kebahagiaannya bergabung dengan klub juara Eropa itu. Ia mengaku ingin mengembangkan diri, menunjukkan talentanya, dan belajar dari para pemain hebat di skuad PSG, serta berambisi meraih banyak gelar.

Kesempatan pembalasan bagi Godts bisa datang dalam waktu dekat. PSG dijadwalkan menghadapi Manchester City di Liga Champions pada pekan berikutnya. Laga besar itu menjadi ujian berat sekaligus peluang bagi penyerang sayap tersebut untuk menjawab keraguan media Prancis dan membuktikan bahwa dirinya layak diperhitungkan di level tertinggi.

Perkembangan Godts ke depan akan menjadi perhatian, terutama apakah ia mampu beradaptasi dengan tuntutan fisik Ligue 1 dan merebut kembali kepercayaan sebagai starter. Bagi PSG, kesabaran terhadap pemain muda berpotensi besar ini akan diuji seiring padatnya jadwal di kompetisi domestik dan Eropa.

Exit mobile version