Mourinho Akui Penalti Mbappe Kontroversial dan Puji Masuknya Nadal ke Direksi Real Madrid

Mourinho Akui Penalti Mbappe Kontroversial dan Puji Masuknya Nadal ke Direksi Real Madrid
Mourinho Akui Penalti Mbappe Kontroversial dan Puji Masuknya Nadal ke Direksi Real Madrid

Cakrawala News – 05 November 2026 | Pelatih Real Madrid, José Mourinho, angkat bicara soal penalti kontroversial yang didapat Kylian Mbappe dalam laga melawan Racing Santander di LaLiga. Pelatih asal Portugal itu mengakui keputusan wasit tersebut sebagai “penalti kecil” dan menegaskan ia pun tak akan senang seandainya hadiah serupa diberikan kepada timnya.

Penalti tersebut terjadi dalam pertandingan yang berlangsung Minggu lalu di LaLiga, ketika Mbappe dijatuhkan di kotak penalti dan kemudian mencetak gol dari titik putih. Gol itu membantu Real Madrid menang dengan skor 3-0 atas Racing Santander.

Namun, setelah pertandingan, sejumlah pakar perwasitan menilai Mbappe tidak layak mendapatkan penalti dalam momen tersebut. Pada hari Rabu, komite wasit Spanyol mengakui adanya kesalahan keputusan wasit pertandingan.

Pengakuan Mourinho Usai Laga di Athena

Usai pertandingan hari Rabu melawan AEK Athena di Liga Champions Eropa, Mourinho diminta menanggapi momen kontroversi tersebut. Ia menjawab dengan terbuka.

“Bagi saya, itu penalti kecil, saya mengakuinya. Dan seandainya diberikan kepada tim saya, saya tidak akan senang,” ujar Mourinho, sebagaimana dikutip surat kabar AS.

Meski mengakui kejanggalan keputusan itu, Mourinho meremehkan dampaknya terhadap hasil pertandingan. Menurutnya, keputusan tersebut tidak berpengaruh pada perolehan poin karena Real Madrid tetap akan menang dengan selisih gol yang besar.

“Ini adalah kasus yang tidak berpengaruh pada perolehan poin. Bahkan seandainya kami tidak mendapatkan penalti, kami tetap akan menang dengan tiga, empat, atau lima gol. Dan seandainya kami perlu mencetak lebih banyak, kami akan melakukannya, tetapi tim tidak ingin terus mencetak gol,” kata Mourinho.

Pujian untuk Rafael Nadal

Dalam kesempatan lain, Mourinho juga mengomentari keputusan menunjuk bintang tenis Spanyol Rafael Nadal sebagai anggota dewan direksi Real Madrid. Ia menyambut baik langkah tersebut dan menyebutnya sebagai keputusan yang tepat.

“Saya angkat topi untuk Real Madrid, dan untuk Rafa Nadal yang hebat. Saya rasa ia adalah pendukung besar Real Madrid, dan tentu saja harus demikian agar bisa bergabung dengan dewan direksi. Namun Rafa Nadal adalah Rafa Nadal, dan sebagai pelatih saya merasa sangat bangga atas kehadirannya bersama kami,” ujar Mourinho.

Mourinho lantas menambahkan gurauan terkait popularitas Nadal di kalangan penggemar klub lain. Ia berharap para pendukung klub lain yang mencintai Nadal tidak berhenti menyukai legenda tenis tersebut hanya karena kedekatannya dengan Real Madrid.

Kemenangan Dramatis yang Menyisakan Catatan

Kemenangan dramatis Real Madrid atas AEK Athena di Liga Champions disebut belum cukup menutupi sejumlah persoalan dalam penampilan tim. Sorotan utama tertuju pada absennya gelandang asal Turki, Arda Guler, yang kembali memunculkan pertanyaan soal keseimbangan serangan Mourinho.

Menurut laporan AS, menghubungkan menurunnya performa Real Madrid dengan kembalinya Vinicius Junior ke susunan pemain utama mungkin tampak sebagai penjelasan yang mudah. Namun hal itu dinilai tidak menyentuh inti permasalahan karena persoalannya tidak hanya terkait pemain Brasil tersebut.

Mourinho memutuskan mengistirahatkan Guler dan tidak membawanya dalam perjalanan ke Athena. Langkah itu diisyaratkan sebagai upaya memberikan prioritas lebih besar pada laga mendatang melawan Valencia di Stadion Mestalla.

Meski hasil akhir membuat keputusan tersebut tampak berhasil, dampak absennya Guler terlihat jelas sepanjang pertandingan. Real Madrid kehilangan ketepatan dan kemampuan membaca ruang yang menjadi keistimewaan pemain Turki itu, sehingga serangan lebih banyak mengandalkan kekuatan dan dorongan ketimbang pembangunan yang terorganisasi.

Dalam ketiadaan Guler, Real Madrid disebut kembali berada dalam kondisi kebingungan dan sempat mendapat tekanan dari AEK Athena yang tampil lebih baik dari perkiraan. Aboubakary Kouita menjadi salah satu elemen paling menonjol dari tim Yunani itu berkat keberaniannya dalam transisi serangan dan kualitas teknisnya, sementara Jasinovic dan Mayer menarik perhatian pada awal pertandingan.

Di sisi lain, kesulitan Real Madrid dalam transisi bertahan serta munculnya ruang di antara lini menjadi catatan tersendiri bagi Mourinho. Persoalan ini menjadi pekerjaan rumah yang perlu dibenahi menjelang rangkaian laga penting berikutnya, termasuk pertemuan dengan Valencia dan laga-laga besar lain di LaLiga maupun Liga Champions.

Bagi Real Madrid, kontroversi penalti Mbappe dan absennya Guler menjadi dua isu yang saling berkaitan dalam menilai performa tim belakangan ini. Mourinho sendiri tampak berusaha menyeimbangkan antara menjaga hasil di lapangan dan merotasi pemain demi kepentingan jangka panjang.

Ke depan, perhatian akan tertuju pada bagaimana Mourinho mengelola komposisi tim, terutama saat Guler kembali tersedia dan Vinicius berupaya menemukan ritme permainan terbaiknya. Keputusan-keputusan taktis sang pelatih akan menjadi penentu apakah Real Madrid mampu menjaga konsistensi di kompetisi domestik maupun Eropa.

Exit mobile version