Cakrawala News – 23 September 2026 | Kabar Duka, Muazin Masjidil Haram Sheikh Ibrahim Al Madani Wafat seusai Kumandangkan Azan Subuh [titlebase] datang dari Makkah, Arab Saudi. Sheikh Ibrahim bin Adel Al Madani meninggal dunia pada Senin, 21 September 2026, dalam usia sekitar 51 tahun. Beberapa jam sebelum mengembuskan napas terakhir, ia masih sempat mengumandangkan azan Subuh di Masjidil Haram pada Senin dini hari. Lantunan itu menjadi azan terakhirnya dari rumah suci umat Islam.
Kabar wafatnya Al Madani disampaikan melalui unggahan akun X Inside the Haramain dan diumumkan oleh kanal resmi Al Ekhbariya Saudi. Akun tersebut turut membagikan video suasana Masjidil Haram dan Kakbah ketika suara azan Al Madani terdengar melalui pengeras suara masjid. Setelah kabar kepergiannya tersiar, rekaman azan dan takbirnya kembali beredar luas di media sosial.
Jenazah Disalatkan di Masjidil Haram
Melansir Khaleej Times, jenazah Sheikh Ibrahim Al Madani disalatkan setelah salat Asar pada Senin di Masjidil Haram, Makkah. Setelah disalatkan, jenazah Al Madani kemudian dimakamkan di Pemakaman Al Mualla, salah satu kompleks pemakaman bersejarah di Makkah. Kepergiannya langsung memicu ungkapan duka dari berbagai kalangan, terutama warganet yang selama bertahun-tahun mengenal suaranya.
Sheikh Ibrahim merupakan salah satu dari 24 muazin utama Masjidil Haram. Mereka menjalankan tugas secara bergantian, dengan enam muazin bertugas setiap hari untuk mengumandangkan azan lima waktu serta azan pertama sebelum Salat Subuh. Selain mengumandangkan azan, Al Madani juga menjalankan tugas tabligh, yakni menyampaikan atau mengulangi takbir imam melalui sistem pengeras suara dari makbariyah Masjidil Haram agar dapat didengar para jemaah di seluruh penjuru masjid.
Dikenal Lewat Azan Subuh dan Takbir Idulfitri
Nama Al Madani dikenal luas berkat lantunan khas azan Subuhnya. Ia juga dikenal melalui takbir Idulfitri di Masjidil Haram. Kedekatannya dengan waktu Subuh dan takbir hari raya membuat suaranya menjadi bagian dari suasana ibadah di masjid tersebut selama bertahun-tahun.
Lahir di Madinah pada 1976, Al Madani tumbuh dalam keluarga religius dan mendapat pengaruh besar dari sang kakek yang merupakan seorang hafiz Al-Qur’an. Pengaruh itu membuatnya memilih menempuh pendidikan di bidang Ilmu Al-Qur’an. Perjalanan kariernya sebagai muazin dimulai sejak usia 15 tahun, ketika ia mengumandangkan azan di sebuah masjid di lingkungan tempat tinggalnya di Madinah. Ia menjalankan tugas itu bersama tiga tetangganya secara bergiliran hingga menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.
Setelah lulus, Al Madani sempat berhenti menjadi muazin karena bekerja sebagai pengajar di luar Madinah. Sekitar 2007-2008, ia mendapat undangan untuk kembali mengumandangkan azan di Masjid Al-Maddah. Dari sana, ia akhirnya memperoleh kesempatan menjadi muazin di Masjidil Haram. Al Madani secara resmi ditunjuk sebagai salah satu muazin Masjidil Haram sekitar 2017-2018. Sejumlah laporan juga menyebut ia pernah mengawali kariernya sebagai muazin di Masjid Nabawi, Madinah, sebelum pindah ke Masjidil Haram.
Momen Mengharukan Pertama Kali Azan di Masjidil Haram
Dalam salah satu episode podcast Ashraqat, Sheikh Ibrahim Al Madani pernah mengenang pengalaman pertamanya mengumandangkan azan di Masjidil Haram. Ia mengaku menangis ketika melihat para jamaah melakukan tawaf mengelilingi Kakbah sambil mendengarkan suara azannya. Dengan penuh kerendahan hati, ia bertanya, “Siapakah saya sehingga suara saya dikumandangkan di tempat suci ini?”
Dalam episode tersebut, Al Madani juga membahas perbedaan antara tradisi keilmuan di Makkah dan Madinah dalam pelaksanaan azan. Kenangan itu kini menjadi salah satu bagian paling membekas dari perjalanan hidupnya sebagai muazin.
Kepergian Sheikh Ibrahim Al Madani meninggalkan duka mendalam bagi umat Islam, khususnya mereka yang terbiasa mendengar lantunan azan Subuh dan takbirnya dari Masjidil Haram. Suara yang selama bertahun-tahun menjadi penanda waktu ibadah itu kini tinggal rekaman. Kabar duka ini juga menjadi pengingat akan peran para muazin dalam menjaga suasana spiritual di dua masjid suci.
Hingga kini, berbagai unggahan rekaman audio dan video yang menampilkan lantunan azan serta takbir Syekh Al Madani terus dibagikan warganet. Tagar yang memuat namanya menjadi perbincangan di media sosial. Publik pun mengenangnya sebagai salah satu muazin yang memiliki kedekatan khusus dengan waktu Subuh di Masjidil Haram.
