Cakrawala News – 24 Oktober 2026 | Nathalie Holscher tak bawa pulang uang hasil tampil di Pontianak, jadi donasi tangani efek karhutla [titlebase]. DJ sekaligus selebritas itu memutuskan menyumbangkan seluruh honor yang ia terima dari penampilannya di sebuah kelab malam di Pontianak, Kalimantan Barat, pada Kamis (22/10/2026) malam, untuk membantu korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan sekitarnya.
Keputusan tersebut diungkapkan Nathalie melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Ia menyampaikan terima kasih kepada para pengunjung yang hadir pada malam itu, lalu menyoroti isu karhutla yang menurutnya masih menjadi persoalan serius di Kalimantan dan sejumlah kawasan lain di Indonesia.
Dalam pengujung penampilannya, Nathalie menyerukan doa untuk Kalimantan. Ia menyebut honor yang ia peroleh dari acara di Pontianak akan dialihkan untuk membantu pemulihan wilayah terdampak. “Pray untuk Kalimantan. Gaji Nathalie untuk Pontianak. Semoga Kalimantan cepat sembuh, Amin Terima kasih untuk Pontianak terimakasih untuk Kalimantan terima kasih,” tutur Nathalie seperti dikutip dari unggahannya.
Pernyataan itu ia tegaskan kembali lewat unggahan berikutnya. Ibu satu anak tersebut menyatakan seluruh pendapatannya dari tampil di Pontianak akan disumbangkan bagi korban kabut asap akibat karhutla di Kalimantan Barat. “Semua income aku dari perform di Pontianak hari ini akan aku sumbangkan untuk karhutla di Kalimantan dan sekitarnya,” ujarnya.
Respons Warganet
Aksi donasi Nathalie Holscher menuai pujian dari warganet di kolom komentar unggahannya. Sejumlah akun menyampaikan apresiasi atas keputusan tersebut. “Terbaik!! Semoga semakin berkah Kak,” tulis akun @idaistaniaaliya.
Akun @dellyaaz21 turut memberikan dukungan dengan komentar singkat, “Best banget kak Nath!” Sementara itu, akun @snurbaini64 menyampaikan terima kasih karena Nathalie telah menghibur sekaligus membagikan hasil penampilannya untuk Kalimantan. “Terima kasih ya @nathaleiholscher sudah menghibur dan membagikan hasil nge-DJnya untuk Kalimantan. Semoga sehat selalu dan semakin banyak rezekinya dan selalu bahagia bersama keluarga,” ujar akun tersebut.
Keputusan Nathalie Holscher tak bawa pulang uang hasil tampil di Pontianak, jadi donasi tangani efek karhutla [titlebase], menjadi salah satu contoh bagaimana figur publik menggunakan panggungnya untuk menyoroti isu lingkungan. Penampilan di kelab malam Pontianak yang semula merupakan acara hiburan berubah menjadi kesempatan untuk mengangkat persoalan kabut asap yang berdampak pada warga Kalimantan Barat dan wilayah sekitarnya.
Konteks Karhutla di Kalimantan
Dalam unggahannya, Nathalie menyebut karhutla masih menjadi permasalahan serius di Kalimantan dan beberapa kawasan lain di Indonesia. Ia tidak merinci data atau lokasi spesifik, namun menegaskan harapannya agar Kalimantan segera pulih dari dampak kebakaran lahan dan kabut asap yang menyertainya.
Seruan tersebut disampaikan melalui media sosial pribadi, sehingga publikasi mengenai donasi ini sepenuhnya bersumber dari pernyataan Nathalie sendiri. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai lembaga atau pihak yang akan menyalurkan donasi tersebut, maupun besaran nominal honor yang disumbangkan.
Meski demikian, pernyataan Nathalie mendapat respons positif dari warganet yang menilai langkah tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana. Apresiasi yang mengalir di kolom komentar menunjukkan bahwa publik menghargai upaya figur publik yang mengaitkan pekerjaannya dengan isu sosial dan lingkungan.
Bagi pembaca, perkembangan yang perlu diperhatikan adalah tindak lanjut dari donasi tersebut, termasuk mekanisme penyaluran bantuan kepada korban karhutla di Kalimantan Barat dan sekitarnya. Publik juga dapat memantau pembaruan melalui akun media sosial Nathalie Holscher untuk mengetahui informasi lanjutan mengenai komitmen ini.
Langkah Nathalie Holscher tak bawa pulang uang hasil tampil di Pontianak, jadi donasi tangani efek karhutla [titlebase], setidaknya menambah sorotan terhadap persoalan kabut asap yang masih membayangi sebagian wilayah Indonesia. Terlepas dari besaran donasinya, pernyataan terbuka seorang figur publik berpotensi mendorong kesadaran publik akan pentingnya penanganan karhutla secara berkelanjutan.












