Cakrawala News – 07 November 2026 | Willem II Tilburg menelan kekalahan telak 7-0 saat bertandang ke markas PSV Eindhoven dalam lanjutan Eredivisie di Philips Stadium, Minggu (1/11/2026) dini hari WIB. Nathan Tjoe-A-On bermain penuh 90 menit dalam laga pekan kesebelas Liga Belanda tersebut, tetapi ia dan rekan-rekannya tidak mampu membendung gempuran tuan rumah.
Penggawa Timnas Indonesia itu dipercaya tampil sebagai starter dan dipasang sebagai bek kanan dalam formasi 5-4-1 yang diterapkan Willem II. Formasi bertahan lima pemain itu nyatanya tidak cukup untuk menahan dominasi PSV sepanjang pertandingan.
Jalannya Pertandingan
PSV membuka keunggulan pada menit ke-20 melalui Mauro Junior. Gelandang asal Brasil itu menyambar bola muntah dari blok lini belakang Willem II dan melepaskan sepakan rendah yang berbuah gol.
Tuan rumah menggandakan keunggulan menjelang turun minum. Guus Til mencatatkan namanya di papan skor lewat gol dari bola back heel jarak dekat. Skor 2-0 bertahan hingga jeda.
Memasuki babak kedua, PSV tancap gas. Gol ketiga tercipta pada menit ke-50 melalui tembakan first time Sven Mijnans. Tiga menit berselang, Rubben van Bommel ikut mencatatkan gol lewat bola tandukannya setelah memanfaatkan assist dari Mijnans, membawa PSV menjauh 4-0.
Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Willem II yang sepanjang musim masih berjuang keluar dari tekanan di papan bawah klasemen Eredivisie.
Kritik Pedas terhadap Skuad
Buruknya performa Willem II bukan kali ini saja menjadi sorotan. Pengamat sepak bola Belanda, Johan Derksen, sebelumnya melontarkan kritik keras terhadap kualitas skuad klub asal Tilburg tersebut.
Derksen menilai pergantian pelatih tidak akan banyak mengubah keadaan. Menurutnya, persoalan utama bukan berada pada sosok pelatih, melainkan pada materi pemain yang tersedia.
“Streppel bukan sosok yang tepat untuk Willem II. Masalahnya bukan pada Streppel, juga bukan pada pelatih sebelumnya, melainkan pada skuadnya,” ujar Derksen dalam program Vandaag Inside, seperti dikutip dari Goal.com.
Derksen bahkan menyebut Willem II memiliki tim yang payah dan menilai direktur teknik Freek Heerkens bertanggung jawab atas kondisi tersebut. Pandangan itu dibantah Hélène Hendriks yang menilai Jurgen Streppel bisa menjadi solusi karena dinilai memahami situasi bersaing di papan bawah dan memiliki ikatan dengan klub.
Catatan menunjukkan setelah sepuluh pertandingan di Eredivisie, Willem II masih menanti kemenangan pertama dengan hanya mengumpulkan dua poin dari hasil imbang melawan SC Heerenveen dan AZ. Sebelumnya, klub memutuskan memecat John Stegeman pekan lalu, tetapi kemudian kalah telak 1-6 dari SC Cambuur bersama Adrie Koster sebagai pelatih sementara. Kini klub telah menunjuk Jurgen Streppel.
Kontribusi Nathan Tjoe-A-On
Di tengah keterpurukan tim, Nathan Tjoe-A-On tetap menjadi salah satu pemain yang mendapat menit bermain reguler. Pada laga melawan Heerenveen di Koning Willem II Stadium, Minggu (30/8/2026) malam WIB, ia tampil sebagai starter di posisi bek kiri dalam formasi 4-2-3-1 dan menyumbang satu assist.
Dalam laga yang berakhir imbang 2-2 itu, Nathan mengirim umpan yang diselesaikan Uriel Van Alst pada menit ke-61 untuk membawa Willem II memimpin 1-0. Heerenveen membalas tiga menit berselang lewat Jacob Trenskow, lalu berbalik unggul 2-1 pada menit ke-77 melalui Oliver Braude usai memanfaatkan umpan pemain pengganti Levi Smans.
Kontribusi serupa ia tunjukkan di ajang Piala Belanda. Nathan bermain penuh 90 menit saat Willem II menaklukkan Helmond 4-3 pada babak 32 besar di Stadion MySteel. Bermain sebagai bek kiri sejak menit pertama, ia memenangi separuh dari total duel yang dihadapinya, mencatatkan akurasi umpan mencapai 93 persen, 61 sentuhan bola, serta satu umpan progresif.
Kemenangan tipis Willem II saat itu dipastikan lewat kontribusi gol Devin Haen, dua gol Eser Gurbuz, serta aksi Tonny de Vilhena Trindade. Tuan rumah Helmond sempat memberikan perlawanan sengit melalui gol Michel Ludwig dan dua gol Labinot Bajrami.
Yang Perlu Diperhatikan
Kekalahan 7-0 dari PSV menambah panjang tekanan yang dihadapi Willem II di kompetisi domestik. Dengan koleksi dua poin dari sepuluh laga sebelumnya, posisi klub di zona degradasi semakin rentan, sementara jadwal berikutnya menuntut perbaikan cepat baik dari sisi taktik maupun mental pemain.
Bagi Nathan Tjoe-A-On, performa individunya di level klub tetap menjadi modal penting menjelang agenda Timnas Indonesia. Namun ia dan rekan-rekannya di Willem II perlu segera menemukan solusi agar keterpurukan tim tidak berlarut-larut sepanjang musim.












