Cakrawala News – 21 Oktober 2026 | National Australia Bank (NAB) mengumumkan rencana pemangkasan hingga 2.500 karyawan, atau sekitar 6 persen dari total tenaga kerjanya, dalam tahun fiskal ini. Langkah restrukturisasi ini menjadikan salah satu bank terbesar di Australia itu sebagai sorotan di tengah kondisi pasar kerja Negeri Kanguru yang kian melemah. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.500 posisi akan dipangkas sebelum akhir 2026, sementara sisanya dijadwalkan rampung pada akhir September 2027.
Keputusan National Australia Bank ini disampaikan pada Selasa, 20 Oktober 2026, waktu setempat. Sebagai bagian dari proses restrukturisasi, bank akan mengeluarkan biaya sebesar 300 juta dolar Australia. Langkah tersebut diambil untuk menyederhanakan operasional dan menekan biaya di tengah persaingan yang semakin ketat serta perubahan teknologi yang cepat.
Alasan di Balik Pemangkasan
CEO NAB Andrew Irvine menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari tinjauan menyeluruh atas tenaga kerja dan model operasi perusahaan. Menurutnya, kondisi ekonomi yang lebih sulit, ekspektasi nasabah yang meningkat, tekanan persaingan, dan perubahan teknologi yang cepat menjadi dasar pengambilan keputusan tersebut.
Irvine memastikan pemangkasan tidak akan berdampak material terhadap posisi yang melayani nasabah secara langsung. Pengurangan terbesar, katanya, terpusat pada fungsi korporat dan manajemen senior. Ia juga menyatakan strategi bank tidak berubah, dan restrukturisasi ini bertujuan mengurangi duplikasi, mempercepat pengambilan keputusan, serta memperbaiki eksekusi.
Selain memangkas tenaga kerja, National Australia Bank akan mengurangi secara signifikan penggunaan konsultan dan kontraktor eksternal. Bank juga akan memulai konsultasi dengan karyawan dan serikat pekerja sektor keuangan, Finance Sector Union (FSU), serta menawarkan dukungan penempatan ulang, peningkatan keterampilan, dan transisi karier bagi pekerja yang terdampak.
Rekam Jejak Pemangkasan dan Kinerja Laba
Pemangkasan terbaru ini bukan yang pertama. Pada September 2025, bank mengumumkan pemotongan 410 posisi. Pada Maret tahun ini, NAB mengusulkan 447 redundansi dan 277 posisi baru di Australia, yang berarti kehilangan bersih 170 pekerjaan domestik, sambil menambah 237 peran di luar negeri, terutama di India dan Vietnam.
Meski melakukan efisiensi besar-besaran, NAB tercatat sebagai salah satu korporasi paling menguntungkan di Australia. Pada enam bulan hingga Maret, bank membukukan laba bersih 2,75 miliar dolar Australia dengan pendapatan operasional bersih hampir 10,9 miliar dolar Australia. Angka ini menunjukkan bahwa pemangkasan tenaga kerja terjadi di tengah kinerja keuangan yang tetap kuat.
Kritik pun muncul. Finance Sector Union menyebut para pekerja NAB sudah menghadapi beban kerja yang sangat berat akibat pemangkasan sebelumnya. Serikat pekerja menilai pemutusan hubungan kerja massal ini sebagai langkah yang tidak dapat dibenarkan, dan menilai pertemuan tertutup dengan manajemen belum tentu mampu mengubah keputusan perusahaan.
Dampak pada Pasar Kerja Australia
Pengumuman National Australia Bank datang hanya lima hari setelah data Australian Bureau of Statistics (ABS) menunjukkan kenaikan tingkat pengangguran menjadi 4,7 persen secara musiman, naik 0,3 poin persentase dibanding setahun lalu dan menjadi level tertinggi sejak Oktober 2021. Jumlah pekerja yang bekerja turun 39.300 pada September, sementara jumlah pengangguran resmi bertambah 8.900 menjadi 732.000 orang.
Selain itu, tingkat setengah pengangguran atau underemployment naik menjadi 6,3 persen, sehingga total underutilisasi tenaga kerja mencapai 11 persen. Data ini memberi gambaran bahwa tekanan di pasar kerja Australia tidak hanya soal pengangguran terbuka, tetapi juga soal berkurangnya jam kerja dan pemanfaatan tenaga kerja secara keseluruhan.
Menurut sejumlah pengamat, pemangkasan di NAB mencerminkan tren yang lebih luas di sektor perbankan. Korporasi besar tengah melakukan restrukturisasi besar-besaran dengan memanfaatkan kecerdasan buatan, otomatisasi, outsourcing, dan offshoring untuk menekan biaya tenaga kerja. Pola serupa juga terlihat di bank lain, seperti ANZ yang sebelumnya mengumumkan pemotongan 3.500 staf dan lebih dari 1.000 kontraktor.
Yang Perlu Dicermati ke Depan
Bagi nasabah, manajemen NAB menjanjikan layanan perbankan langsung tidak akan terganggu. Namun, perdebatan mengenai dampak nyata pemangkasan terhadap kualitas layanan dan beban kerja karyawan yang tersisa masih akan terus berlangsung. Serikat pekerja diperkirakan akan menekan perusahaan agar transparan soal distribusi pekerjaan dan kompensasi bagi pekerja yang terdampak.
Ke depan, perhatian akan tertuju pada hasil konsultasi antara National Australia Bank dan perwakilan karyawan, serta apakah langkah efisiensi ini benar-benar diikuti dengan perbaikan layanan atau justru memperdalam tekanan di sektor tenaga kerja. Di sisi lain, data pengangguran Australia pada bulan-bulan mendatang akan menjadi indikator penting untuk melihat seberapa luas dampak gelombang restrukturisasi korporasi terhadap perekonomian secara keseluruhan.
