Cakrawala News – 21 Oktober 2026 | Nama David Beckham mencuat sebagai kandidat Presiden FIFA, dengan sejumlah anggota asosiasi UEFA dikabarkan siap mendukungnya. Rumor ini menempatkan legenda sepak bola Inggris tersebut sebagai penantang potensial bagi Gianni Infantino, yang berencana kembali mencalonkan diri untuk periode keempatnya. Hingga akhir Oktober 2026, belum ada nama kandidat lain yang disebut selain Infantino dan Beckham.
Informasi ini pertama kali dilaporkan beIN Sports dan dikutip sejumlah media, termasuk Sky Sport serta Goal. Namun, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak David Beckham mengenai kemungkinan pencalonan tersebut. Sikap diam ini membuat status pencalonannya masih sebatas spekulasi yang beredar di kalangan pengamat dan federasi.
Jadwal Pencalonan dan Pemilihan
Batas waktu pengajuan nama kandidat ditetapkan pada 18 November 2026, sementara pemilihan Presiden FIFA dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027. Apabila tidak ada kandidat lain yang maju, Infantino berpeluang kembali menjabat secara aklamasi. Situasi ini dinilai tidak diinginkan sejumlah federasi, sehingga muncul dorongan untuk menghadirkan kandidat alternatif.
Menurut laporan, sejumlah federasi mulai kehilangan kepercayaan kepada Infantino. Kritik yang mengemuka antara lain terkait wacana penjualan saham Piala Dunia serta anggapan bahwa sepak bola terlalu dieksploitasi sebagai barang komersial. Hal inilah yang membuka ruang bagi munculnya nama Beckham sebagai alternatif kepemimpinan.
Modal Beckham di Dunia Sepak Bola
Rekam jejak David Beckham sebagai pesepak bola menjadi salah satu modal utamanya. Ia dikenal sebagai legenda Manchester United dan pernah memperkuat sejumlah klub besar Eropa, seperti Real Madrid, AC Milan, dan Paris Saint-Germain. Namanya tetap mendunia meski usianya kini menginjak 51 tahun.
Selain karier bermain, Beckham aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan dan telah menerima gelar ‘Sir’. Ia juga beberapa kali ambil bagian dalam kampanye-kampanye yang digelar FIFA, sehingga memiliki hubungan baik dengan otoritas tertinggi sepak bola dunia tersebut.
Di luar lapangan, Beckham membangun karier sebagai pengusaha olahraga. Sejak 2018, ia memiliki klub Major League Soccer (MLS) Inter Miami. Langkah tersebut berawal dari klausul dalam kontraknya saat bermain untuk LA Galaxy pada 2007, yang memberinya hak membeli waralaba ekspansi MLS sebesar 25 juta dolar AS setelah pensiun.
Proyek Inter Miami sempat menghadapi berbagai kendala, mulai dari persoalan mitra dan investor hingga rencana stadion yang gagal. Klub akhirnya debut di liga pada 2020 dan sempat mencatat kerugian besar di awal. Namun Beckham bertahan dengan proyeknya hingga infrastruktur klub terbangun, termasuk bermain di Nu Stadium yang berkapasitas sekitar 27.000 penonton pada April 2026.
Titik balik komersial dan sportif terjadi setelah kedatangan Lionel Messi pada Juli 2023. Kehadiran Messi meningkatkan visibilitas internasional klub dan membuka peluang pendapatan baru dari tiket, sponsor, hingga tur. Prestasi di kompetisi Amerika Utara dan Concacaf pun mulai menyusul.
Posisi di Antara UEFA dan Amerika
Sejumlah pengamat menilai Beckham bisa menjadi jembatan penghubung antara asosiasi sepak bola Eropa, Amerika Serikat, dan Amerika Latin. Pengalaman sebagai pemilik klub, pemahaman pasar Amerika, serta popularitas merek pribadinya dianggap sebagai kombinasi yang menarik bagi federasi yang menginginkan perubahan.
Menariknya, laporan menyebut Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) turut mengusulkan nama Beckham sebagai kandidat. Hal ini menunjukkan bahwa dukungan tidak hanya datang dari satu kelompok, melainkan mulai menyebar ke sejumlah asosiasi anggota UEFA.
Yang Perlu Dicermati
Meski namanya ramai diperbincangkan, belum ada konfirmasi bahwa David Beckham benar-benar akan mengikuti pemilihan. Pihaknya belum berbicara mengenai rumor tersebut, sehingga arah pencalonan masih bergantung pada perkembangan hingga batas pendaftaran 18 November 2026.
Bila Beckham maju, ia akan menghadapi Infantino yang memiliki pengalaman panjang dalam kepemimpinan FIFA. Sebaliknya, jika tidak ada penantang, Infantino berpotensi kembali terpilih tanpa lawan. Karena itu, publik dan pengamat sepak bola kini menantikan apakah rumor ini akan berubah menjadi pencalonan resmi atau sekadar wacana yang berhenti di tengah jalan.
