Cakrawala News – 12 September 2026 | OpenAI klaim pecahkan teka-teki matematika 90 tahun dalam 88 jam melalui sistem kecerdasan buatan multiagen yang mereka kembangkan. Perusahaan pembuat ChatGPT itu menyatakan model AI internal mereka berhasil menemukan solusi untuk persamaan Navier-Stokes, salah satu dari tujuh Millennium Prize Problems yang telah menjadi tantangan bagi para matematikawan selama sekitar sembilan dekade. Klaim tersebut disampaikan OpenAI pada Selasa, 8 September 2026, dan langsung memicu perdebatan di kalangan peneliti matematika dunia.
Navier-Stokes adalah persamaan yang menggambarkan bagaimana fluida seperti udara dan air bergerak. Persamaan ini digunakan dalam berbagai bidang, mulai dari desain pesawat terbang, prakiraan cuaca, hingga studi aliran darah. Selama puluhan tahun, sejumlah aspek penting dari persoalan tersebut belum memiliki pembuktian atau argumen yang mendasari persamaan matematikanya.
10.000 Agen AI Bekerja Bersamaan
Dalam pernyataan resminya, OpenAI menjelaskan bahwa mereka menggunakan model AI baru yang lebih canggih dari GPT-6 Astra. Sekitar 10.000 agen AI dikerahkan untuk mengeksplorasi berbagai pendekatan terhadap masalah matematika tersebut. Agen-agen itu disebut memiliki akses ke berbagai alat, termasuk kemampuan membaca versi internet yang di-cache dan menjalankan kode.
Agen-agen tersebut dibagi menjadi beberapa kelompok dengan kemampuan berkomunikasi di dalam grup. Ukuran kelompok bervariasi, dan kelompok yang menghasilkan resolusi Navier-Stokes melibatkan sekitar 10.000 agen yang berjalan secara bersamaan. Upaya itu dimulai setelah OpenAI mendengar kabar mengenai adanya kemajuan dalam penyelesaian masalah Millennium Prize. Perusahaan kemudian menguji model internal terbarunya untuk sejumlah persoalan matematika tingkat lanjut sebelum memusatkan sumber daya pada Navier-Stokes.
Skala komputasinya tidak kecil. OpenAI menyebut agen-agen tersebut mengirim sekitar 2,7 juta pesan dan menghasilkan sekitar 130 miliar output token khusus dalam proses menyelesaikan masalah Navier-Stokes. Setelah itu, proses formalisasi dan verifikasi menggunakan Lean membutuhkan tambahan waktu sekitar 17 jam. Secara keseluruhan, sistem tersebut menghasilkan solusi dalam waktu sekitar 88 jam sejak mulai bekerja.
Mark Chen, kepala petugas penelitian OpenAI, menyatakan bahwa penelitian mereka menunjukkan persamaan-persamaan tersebut dapat mengalami kerusakan seiring waktu, menjawab pertanyaan seperti yang ditetapkan oleh Millennium Prize. Ia menyebut pencapaian ini sebagai tonggak penting bagi penelitian AI. Menurutnya, janji bagi dunia adalah semakin banyak pertanyaan tersulit yang akan menjadi mungkin untuk dijawab.
Protes dari Profesor Matematika
Klaim OpenAI langsung diprotes keras oleh Tristan Buckmaster, profesor matematika di New York University. Dalam pernyataan resmi di website-nya, Buckmaster mengatakan ia berkolaborasi dengan Levent Alpöge, yang bekerja di Anthropic, untuk menyelesaikan sejumlah persoalan matematika, termasuk Navier-Stokes. Ia meyakini OpenAI mempercepat penelitian terhadap persoalan sulit itu setelah mendengar bahwa dirinya dan peneliti lain di Anthropic akan mengumumkan terobosan serupa.
Buckmaster mengkhawatirkan pekerjaan mereka dimanfaatkan oleh OpenAI karena hal itu dikerjakan dan disimpan dalam model Codex OpenAI. Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari OpenAI mengenai tuduhan tersebut. Perbedaan klaim antara kedua pihak menjadi sorotan di kalangan komunitas matematika internasional.
Hadiah Rp17 Miliar Belum Tentu Diterima
Meski mengklaim berhasil memecahkan persoalan tersebut, OpenAI belum otomatis berhak meraih hadiah Millennium Prize yang nilainya mencapai 1 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp17 miliar. Menurut aturan penghargaan, sebuah solusi harus dipublikasikan dalam jurnal yang ditinjau oleh rekan sejawat dan bertahan selama dua tahun setelah diterima di komunitas matematika sebelum Clay Mathematics Institute mengadakan komite untuk mempertimbangkan karya tersebut.
Martin Bridson, Presiden Clay Mathematics Institute, menyatakan bahwa proses evaluasi sengaja dilakukan dengan tidak terburu-buru. Ia memastikan pihaknya akan memastikan proses tersebut benar-benar ketat. Lembaga yang mendirikan Millennium Prize Problems itu belum memberikan komentar resmi mengenai solusi yang diajukan OpenAI. OpenAI sendiri menyatakan tidak akan mengklaim uang hadiah jika temuannya dikonfirmasi.
Setiap Millennium Prize Problem menawarkan hadiah sebesar 1 juta dolar AS, dan hanya satu yang berhasil dipecahkan sejak daftar tersebut diterbitkan pada tahun 2000. Daftar tersebut disusun oleh Clay Mathematics Institute sebagai kumpulan pertanyaan terbuka tersulit dalam matematika.
Revolusi AI di Dunia Matematika
Kemampuan AI seperti ChatGPT merevolusi dunia matematika tingkat tinggi dengan cepat memecahkan masalah-masalah terkenal yang sudah lama tidak terpecahkan dan membingungkan para ahli selama beberapa dekade. Namun hal itu juga memicu perdebatan tentang apakah jawaban yang dihasilkan mesin benar-benar dapat dianggap sebagai pemahaman manusia yang sesungguhnya.
OpenAI menyatakan salah satu tujuan utama pekerjaan mereka adalah memberdayakan para ilmuwan untuk memajukan penelitian dan teknologi yang bermanfaat bagi seluruh umat manusia. Perusahaan menilai penting untuk memberi tahu dunia tentang laju kemajuan AI dan apa yang dapat diharapkan dari model-model yang akan datang.
Yang masih perlu diperhatikan selanjutnya adalah hasil penilaian independen dari komunitas matematika. Tanpa verifikasi yang ketat dan publikasi di jurnal yang ditinjau rekan sejawat, klaim OpenAI masih berstatus sebagai klaim perusahaan, bukan temuan yang diterima secara ilmiah. Publik dan para peneliti pun menantikan bagaimana Clay Mathematics Institute menanggapi solusi yang diajukan serta bagaimana sengketa hak cipta antara OpenAI dan para peneliti saingan akan diselesaikan.
