MotoGP  

Pedro Acosta Juara Sprint Race MotoGP Malaysia 2026, lalu Pilih Healing di Bali

Pedro Acosta Juara Sprint Race MotoGP Malaysia 2026, lalu Pilih Healing di Bali
Pedro Acosta Juara Sprint Race MotoGP Malaysia 2026, lalu Pilih Healing di Bali

Cakrawala News – 07 November 2026 | Pedro Acosta tampil sebagai pemenang Sprint Race MotoGP Malaysia 2026 di Sirkuit Sepang, Sabtu (31/10), setelah menyalip Ai Ogura pada lap-lap akhir. Pembalap Red Bull KTM Factory Racing itu finis terdepan dengan keunggulan 0,578 detik atas Marc Marquez di posisi kedua dan 1,31 detik atas Marco Bezzecchi yang melengkapi podium.

Kemenangan tersebut menjadi momen penting bagi Acosta sekaligus bagi KTM. Ini adalah kemenangan sprint pertama pabrikan asal Mattighofen di seri Malaysia, memutus dominasi Ducati yang selalu finis terdepan di sprint Sepang pada 2023 hingga 2025 melalui Alex Marquez, Jorge Martin, dan Francesco Bagnaia.

Bagi Acosta secara pribadi, hasil di Sepang merupakan kemenangan sprint keduanya sepanjang musim 2026, setelah sebelumnya menang di Buriram pada awal musim.

Jalannya Sprint Race

Balapan yang berlangsung 10 putaran itu berjalan sengit sejak awal. Alex Marquez memulai dari pole position dan langsung melesat memimpin. Namun Ai Ogura menyerang hingga menggeser Marc Marquez dan Pedro Acosta, bahkan sempat terjadi kontak antara Marc dan Ogura.

Memasuki lap ketiga, white flag dikibarkan karena cuaca mendung dan hujan mulai turun, sehingga para rider diperbolehkan mengganti motor. Alex Marquez kemudian terjatuh di Tikungan 4 pada lap yang sama setelah ban depannya kehilangan cengkeraman dan meluncur ke gravel.

Acosta memanfaatkan situasi itu dengan cermat. Selama beberapa lap ia mengejar dan mengawasi Ogura yang memimpin, sambil bertahan dari tekanan Marc Marquez di belakangnya. Pada lap ketujuh, pembalap berusia 22 tahun tersebut membaca kondisi lintasan yang diguyur gerimis tidak merata dan melakukan pengereman dengan tepat untuk mengambil alih posisi terdepan hingga garis finis.

“Biasanya, kondisi seperti ini tidak terlalu cocok untuk saya. Namun hari ini adalah momen yang tepat untuk mencoba sesuatu yang berbeda, dan berhasil. Semua ini bisa terjadi karena tim saya berhasil memperbaiki bagian depan motor, yang memberi saya kepercayaan diri untuk membalap seperti tadi,” kata Acosta usai sprint.

Ia menambahkan hasil ini terasa luar biasa setelah apa yang terjadi di Australia. “Lagipula, saya tidak akan rugi apa pun,” ujarnya.

Berkat kemenangan tersebut, Acosta mengumpulkan 275 poin dan bertahan di peringkat keempat klasemen. Ia tertinggal 47 poin dari Marco Bezzecchi di posisi ketiga dan unggul 10 poin atas Ai Ogura di peringkat kelima.

Marquez Menang di Balapan Utama

Pada balapan utama, Minggu (1/11), Marc Marquez yang finis runner-up di sprint tampil perkasa. Pembalap Ducati Lenovo Team itu memimpin 20 putaran dan menang dengan selisih 4,172 detik atas Acosta yang finis kedua. Kemenangan itu menjadi yang pertama bagi Marquez di Sepang sejak 2018.

Alex Marquez, yang gagal finis di sprint, mampu bangkit dan finis di podium ketiga pada balapan utama. Sementara Enea Bastianini menuntaskan balapan di posisi kelima. Sepang juga mencatat rekor 196.542 penonton sepanjang pekan balap.

KTM secara keseluruhan tampil kompetitif di Malaysia. Untuk pertama kalinya sejak seri Jerman 2025, pabrikan itu menempatkan tiga pembalap langsung ke sesi kualifikasi Q2, yakni Acosta, Maverick Vinales, dan Enea Bastianini. Bastianini bahkan mencetak top speed 341,7 km/jam pada sesi kualifikasi.

Rencana Liburan ke Bali

Usai rangkaian balapan di Sepang, Pedro Acosta mengungkapkan rencana perjalanan yang berbeda dari para rivalnya. Pembalap asal Spanyol itu menyatakan akan lebih dulu mengunjungi Indonesia sebelum bertolak ke Qatar.

“Saya akan pergi ke Bali, bersantai sebentar, lalu kita lihat bagaimana perkembangannya,” kata Acosta kepada TNT Sports, yang dilansir Crash.net.

Rencana itu muncul di tengah situasi GP Qatar yang sedang menjadi sorotan. Yamaha telah menyatakan tidak akan mengirim tim dan pebalapnya ke Lusail, sementara penyelenggara MotoGP tetap berencana menggelar balapan pada 6-8 November 2026.

Marc Marquez memilih pendekatan berbeda. Ia akan kembali ke Spanyol lebih dulu dan baru tiba di Lusail pada Kamis (5/11) malam, waktu paling akhir yang memungkinkan. “Saya lebih memilih untuk tidak mengatakan apa pun” ketika ditanya apakah MotoGP seharusnya tetap menggelar balapan di Qatar.

Adik Marc, Alex Marquez, dipastikan absen di Lusail karena harus menjalani operasi bahu.

Peluang Juara Marquez

Dalam klasemen, Marc Marquez berada di puncak dengan 399 poin, disusul Jorge Martin (355 poin), Marco Bezzecchi (332 poin), dan Pedro Acosta (295 poin). Dengan keunggulan itu, Marquez perlu mencetak 30 poin lebih banyak dari Martin dan 8 poin lebih banyak dari Bezzecchi di Qatar untuk memastikan gelar juara dunia, yang bisa dikumpulkan dari sprint race dan balapan utama.

Jika itu tercapai, dua seri sisa di Portugal dan Valencia tak akan menjadi masalah bagi Marquez karena ia dipastikan tak akan terkejar lagi.

Bagi Acosta, kemenangan sprint di Sepang menjadi modal berharga sebelum menghadapi seri berikutnya. Konsistensinya di lintasan basah dan kemampuannya membaca situasi menjadi sinyal bahwa pembalap muda KTM itu masih bisa memberi kejutan di sisa musim, terlebih dengan jeda istirahat yang ia rencanakan di Bali sebelum kembali fokus ke Qatar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *