Cakrawala News – 01 November 2026 | Heboh pembacokan di jembatan Nginden, 1 orang disebut kabur menceburkan diri ke sungai, berakhir tragis. Pria yang diduga sebagai pelaku penusukan di Jembatan Nginden, Surabaya, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tersangkut eceng gondok di bawah Jembatan Nginden Intan, Sabtu (31/10/2026) pagi, setelah sehari sebelumnya melompat ke Sungai Jagir untuk melarikan diri dari amukan massa.
Jenazah pria tersebut ditemukan petugas gabungan sekitar pukul 05.35 WIB. Informasi itu disampaikan petugas Command Center Surabaya, Aprilia, kepada Suara Surabaya.
“Informasi dari rekan BPBD yang melaksanakan giat pencarian orang di Sungai Panjang Jiwo, yang diduga pelaku penusukan sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tepat pukul 05.35 WIB. Jenazah ditemukan di bawah Jembatan Nginden Intan,” kata Aprilia.
Penemuan itu menutup pencarian yang berlangsung sejak Jumat dini hari. Sebelumnya, pria berinisial R (24) dilaporkan menceburkan diri ke sungai di kawasan Jalan Panjang Jiwo, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Surabaya, tak lama setelah insiden penusukan terjadi.
Bermula dari Teguran Pengendara Mobil
Peristiwa bermula pada Kamis (29/10/2026) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menjelaskan, insiden dipicu cekcok antara dua rombongan pengendara mobil, yakni Toyota Avanza dan Toyota Innova Zenix.
Menurut Luthfie, pengendara Innova Zenix menegur pengendara Avanza karena dinilai mengemudi secara ugal-ugalan dan membahayakan pengguna jalan lain. Teguran itu justru memicu pertengkaran karena rombongan Avanza diduga dalam kondisi mabuk.
“Karena dinilai membahayakan, pengendara Innova Zenix menegur pengendara Avanza. Namun, karena pengendara Avanza diduga dalam keadaan mabuk, mereka tidak terima dan terjadilah perpecahan,” kata Luthfie, Jumat (30/10/2026).
Sejumlah warga yang menyaksikan kejadian sempat berusaha melerai, tetapi pertikaian tak kunjung reda. Cekcok berlanjut hingga kedua kendaraan saling kejar-kejaran di jalan sebelum akhirnya berhenti di sekitar jembatan.
Salah satu warga, Tri, menyebut keributan terjadi sekitar pukul 22.30 WIB. Ia melihat dua mobil melaju kencang dan saling kejar hingga berhenti di Jembatan Jalan Panjang Jiwo.
“Di jembatan itu warga banyak yang lihat dan sempat dipisah nggak mau, katanya mobilnya senggolan, ditegur nggak terima, akhirnya itu uber-uberan di jalan,” kata Tri.
Dalam keributan itu, salah satu orang dari rombongan Avanza mengeluarkan senjata tajam dan menusuk korban. Tri menyebut senjata yang digunakan berupa gunting yang diambil dari dalam mobil, lalu digunakan untuk menusuk bagian tengkuk belakang kepala korban. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan medis.
Pelaku Kabur ke Sungai dan Tenggelam
Setelah menusuk korban, pelaku disebut diamuk massa. Dalam kondisi panik, ia melarikan diri dengan menceburkan diri ke Kali Jagir. Luthfie menyebut arus sungai pada malam kejadian cukup deras dengan perkiraan kedalaman mencapai delapan meter, dan polisi menduga pria tersebut tidak bisa berenang.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Surabaya, Linda Novanti, mengatakan pencarian dilakukan sejak pria itu dilaporkan hilang pukul 22.50 WIB. Kejadian tersebut sempat terekam video amatir warga, dengan korban terakhir terlihat sudah berada di dalam air sebelum hanyut.
Pencarian sempat dihentikan pukul 03.20 WIB karena keterbatasan jarak pandang. Petugas melanjutkan penyisiran sekitar pukul 07.30 WIB dengan radius sekitar satu kilometer dari titik hilangnya, kemudian menambah satu unit perahu karet dari DPKP Kota Surabaya pada pukul 08.32 WIB untuk memperluas area pencarian.
Linda sempat mengimbau warga melapor bila melihat orang dengan ciri-ciri rambut cepak, kulit putih, celana hitam, tato di lengan kanan dan kiri, serta tidak mengenakan baju. Imbauan itu kini tidak lagi relevan setelah jenazah ditemukan.
Perbedaan Keterangan di Lapangan
Keterangan sejumlah pihak di lapangan tidak sepenuhnya seragam. Polisi menyebut keributan terjadi sekitar pukul 23.00 WIB, sementara warga menyebut kejadian berlangsung lebih awal, sekitar pukul 22.30 WIB. BPBD mencatat laporan orang hilang masuk pukul 22.50 WIB.
Versi soal pemicu juga sedikit berbeda. Polisi menekankan teguran atas cara mengemudi yang ugal-ugalan, sedangkan warga menyebut adanya mobil yang tersenggol sehingga memicu perselisihan. Perbedaan ini menjadi bagian dari bahan penyelidikan aparat.
Hingga kini, polisi belum merinci identitas lengkap pelaku maupun korban. Korban masih menjalani perawatan di rumah sakit, sementara sejumlah saksi telah dimintai keterangan di Polrestabes Surabaya.
Kasus heboh pembacokan di jembatan Nginden, 1 orang disebut kabur menceburkan diri ke sungai ini menjadi pengingat bahwa perselisihan kecil di jalan dapat berujung fatal bila disertai pengaruh minuman keras dan senjata tajam. Penemuan jenazah pelaku menutup babak pencarian di sungai, tetapi penyelidikan atas peristiwa penusukan itu masih berjalan.
Warga diimbau tetap tenang dan menyerahkan penanganan kasus kepada kepolisian. Perkembangan berikutnya, termasuk hasil pemeriksaan saksi dan penetapan status hukum, akan menjadi perhatian publik Surabaya dalam beberapa hari ke depan.












