Cakrawala News – 10 Oktober 2026 | Jumpa Timnas Indonesia lagi, pelatih Thailand beri bocoran skuad Piala Asia 2027 menjadi sorotan setelah duel kedua tim di final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026). Laga yang berakhir 2-2 dan ditentukan lewat adu penalti dengan skor 4-2 untuk kemenangan Indonesia itu meninggalkan catatan tersendiri bagi kubu Gajah Perang, yang menyebut pertemuan kembali dengan skuad Garuda akan menjadi ujian berbeda di ajang Piala Asia 2027.
Timnas Indonesia keluar sebagai juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah Emil Audero mematahkan tendangan eksekutor keempat Thailand, Nattapong Sayriya. Gelar ini mengakhiri penantian panjang Merah Putih selama 35 tahun sejak medali emas SEA Games 1991 Filipina, ketika sepak bola putra masih menurunkan tim senior.
Dalam 120 menit pertandingan, drama berlangsung ketat. Indonesia sempat unggul lewat gol Dean James pada menit ke-84, tetapi Thailand menyamakan kedudukan melalui Iklas Sanron pada menit ke-87. Pada babak perpanjangan waktu, Peeradol Chamrasamee mencetak gol pada menit ke-111 dan membuat Thailand berbalik unggul 2-1. Elkan Baggott kemudian memaksa laga berlanjut ke adu penalti.
Di babak tos-tosan, empat penendang Indonesia menjalankan tugasnya dengan baik, yakni Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama. Sebaliknya, eksekutor ketiga dan keempat Thailand, Sarach Yooyen dan Nattapong Sayriya, gagal menunaikan tugasnya.
Formasi dan Kekuatan Kedua Tim
Indonesia memainkan formasi 3-4-2-1 di bawah pelatih John Herdman. Thom Haye ditempatkan sebagai gelandang jangkar bersama Joey Pelupessy, sementara Mitchell Baker ditopang Ole Romeny dan Ragnar Oratmangoen.
Thailand menggunakan formasi 4-4-2 yang bisa berubah menjadi 4-1-4-1. Senjata utama mereka adalah kapten Chanathip Songkrasin dan penyerang nomor 14, Teerasak Poeiphimai. Susunan pemain Thailand dalam laga itu mencakup Patiwat Khammai; Suphanan Bureerat, Nattapong Sayriya, Manuel Bihr, Chaiyaphon Otton; Sarach Yooyen, Seksan Ratree, Chanathip Songkrasin, Kakana Khamyok; Supachai Jaided, dan Teerasak Poeiphimai.
Jelang laga, pelatih Indonesia John Herdman menyatakan timnya sangat antusias dan berjanji mengerahkan segalanya demi bangsa dan negara. Ia menyebut peluang terbuka bagi Indonesia untuk menjadi tim pertama yang mengangkat trofi ajang anyar tersebut. Thailand datang dengan ambisi mempertegas dominasi sebagai raja Asia Tenggara setelah tujuh kali menguasai Piala AFF, sementara Indonesia sebelumnya enam kali kandas di final Piala AFF.
Konteks dan Catatan Pertemuan
Pertemuan di final ini menjadi bagian dari rangkaian panjang duel kedua negara. Berdasarkan catatan laga sebelumnya, Indonesia dan Thailand bermain 1-1 pada 29 Desember 2022, Thailand menahan Indonesia 2-2 pada 1 Januari 2022, dan Thailand menang 4-0 atas Indonesia pada 29 Desember 2021.
Pengamat sepak bola Bung Binder menilai final berjalan berbeda dibandingkan laga-laga Indonesia sebelumnya. Menurutnya, Thailand memiliki karakter permainan yang mampu mengontrol tempo dan menunggu lawan membuka ruang. Ia menyoroti pentingnya pressing di area tengah, meski Indonesia tidak harus terus-menerus menerapkan pressing tinggi.
“Yang akan menentukan di atas lapangan bukan saja rencana permainan atau hal teknis, tapi yang lebih penting lagi adalah mentalitas,” ujar Bung Binder dalam kanal YouTube-nya.
Ia menambahkan bahwa area tengah lapangan harus menjadi titik penting untuk memutus aliran bola Thailand, karena Thailand dinilai mampu menurunkan tempo untuk menarik lawan keluar dari posisinya. “Enggak harus pressing tinggi, tapi pressing di tengah harus kuat,” kata Bung Binder.
Jalan Indonesia dan Thailand ke Final
Indonesia melaju ke partai puncak sebagai juara Grup A dengan tujuh poin dari tiga pertandingan, unggul atas Malaysia dalam produktivitas gol meski memiliki jumlah poin yang sama. Thailand menjadi juara Grup B dengan enam poin, memiliki nilai yang sama dengan Vietnam tetapi unggul dalam catatan head to head dan selisih gol.
Sebelum laga, sejumlah prediksi menyoroti peluang Indonesia mengakhiri puasa gelar. Prediksi susunan pemain menyebut Maarten Paes berpeluang kembali dipercaya sebagai penjaga gawang setelah mencatatkan dua clean sheet ketika menghadapi Singapura dan Malaysia, dengan skema tiga bek Rizky Ridho, Elkan Baggott, dan Justin Hubner yang makin menunjukkan kekompakan.
Herdman juga disebut menegaskan misi besar Timnas Indonesia untuk tidak sekadar juara ASEAN, tetapi membidik level Asia pada 2030. Perjalanan panjang tim, yang digambarkan berawal dari semangat “BELIEVE” hingga akhirnya meraih trofi FIFA ASEAN Cup 2026, menjadi latar yang melengkapi capaian di SUGBK.
Kini perhatian beralih ke agenda berikutnya. Jumpa Timnas Indonesia lagi, pelatih Thailand beri bocoran skuad Piala Asia 2027 menjadi sinyal bahwa kedua tim berpotensi bertemu kembali di panggung yang lebih besar, dengan komposisi skuad yang bisa berbeda dari final di Jakarta.
Bagi Indonesia, gelar perdana di FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi modal penting sekaligus penanda bahwa target jangka panjang menuju level Asia mulai disiapkan. Bagi Thailand, kekalahan di SUGBK menuntut evaluasi, terutama menjelang persiapan menuju Piala Asia 2027 yang akan menguji kedalaman skuad dan mentalitas kedua negara.
