Dijuluki El Manuk usai Quintrick, Mitchell Baker Masuk Buku Rekor Timnas Indonesia

Dijuluki El Manuk usai Quintrick, Mitchell Baker Masuk Buku Rekor Timnas Indonesia
Dijuluki El Manuk usai Quintrick, Mitchell Baker Masuk Buku Rekor Timnas Indonesia

Cakrawala News – 06 Oktober 2026 | Striker muda Timnas Indonesia, Mitchell Baker, dijuluki El Manuk usai quintrick, dan namanya resmi masuk buku rekor timnas Indonesia. Pemain berusia 19 tahun itu mencetak lima gol ketika skuad Garuda menghajar Bangladesh 9-2 pada laga FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026) malam WIB. Penampilan fenomenal tersebut tidak hanya mengantar Indonesia ke final, tetapi juga menempatkan Baker sejajar dengan dua legenda sepak bola nasional.

Julukan El Manuk ramai diberikan netizen setelah salah satu dari lima golnya tercipta melalui sentuhan di area vital. Istilah itu menjadi perbincangan luas di media sosial seiring ketajaman Baker di lini depan Garuda. Lima gol ke gawang Bangladesh membuat Baker menjadi pemain ketiga dalam sejarah Timnas Indonesia yang mampu mencetak sedikitnya lima gol dalam satu pertandingan.

Sejajar dengan Soetjipto Soentoro dan Iswadi Idris

Berdasarkan catatan sejarah Timnas Indonesia, hanya ada dua pemain sebelum Baker yang mencapai torehan lima gol atau lebih dalam satu laga. Keduanya adalah Soetjipto “Gareng” Soentoro dan Iswadi Idris.

Soetjipto Soentoro masih memegang rekor tertinggi dengan delapan gol saat Indonesia menang 9-2 atas Singapura pada Merdeka Tournament 1969. Sementara itu, Iswadi Idris mencetak lima gol ketika Indonesia mengalahkan Vietnam (dahulu Vietnam Selatan) 9-1 pada laga President’s Cup 1971.

Dengan demikian, Baker kini melengkapi daftar elite tersebut. Quintrick ke gawang Bangladesh membuat namanya tercatat sebagai pemain ketiga yang masuk buku rekor timnas Indonesia, sekaligus menegaskan potensinya sebagai penyerang masa depan.

Statistik Lengkap dan Penampilan Penuh 90 Menit

Baker tampil penuh selama 90 menit dalam laga melawan Bangladesh. Selain memborong lima gol, ia membukukan enam shots on target, dua key passes, serta dua dribbles. Kontribusinya menjadi bagian penting dari kemenangan besar Indonesia yang mengamankan tiket ke babak final FIFA ASEAN Cup 2026.

Striker yang memperkuat klub Vermont Green di Amerika Serikat itu sebelumnya sempat diragukan. Ia belum menunjukkan ketajaman maksimal dalam dua pertandingan awal FIFA ASEAN Cup 2026, serta pada dua laga terakhir Indonesia di Piala AFF 2026. Lima gol ke gawang Bangladesh pun dinilai sebagai jawaban atas keraguan tersebut.

“Anda tidak akan mencetak gol di setiap laga, Erling Haaland pun tidak mencetak gol di setiap pertandingan, jadi Anda hanya perlu menikmatinya dan menghayati momen itu, dan mengabaikan apa kata orang, percaya pada diri sendiri dan tahu apa yang bisa Anda lakukan, lalu nikmati saja,” ujar Baker dalam konferensi pers usai laga.

Empat Pemain Indonesia yang Sudah Punya Pengalaman Lawan Thailand

Kemenangan atas Bangladesh mengantar Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026. Garuda dijadwalkan menantang Timnas Thailand pada laga pamungkas, Senin (5/10/2026) pukul 20.00 WIB, di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Menjelang laga tersebut, skuad Timnas Indonesia saat ini memiliki empat pemain yang sudah berpengalaman menghadapi Thailand. Mereka adalah Rizky Ridho, Egy Maulana Vikri, Nadeo Argawinata, dan Jordi Amat.

Rizky Ridho tercatat sudah tiga kali menghadapi Thailand bersama Timnas Indonesia. Melansir data Transfermarkt, ia bermain dalam dua laga dan satu kali menjadi pemain cadangan. Bek berusia 24 tahun itu pertama kali bertemu Thailand pada laga Kualifikasi Piala Asia 2021 yang berakhir imbang. Di laga kedua, Ridho melawan Thailand pada final leg pertama Piala AFF 2021 dan kalah 4-0.

Egy Maulana Vikri sudah empat kali melawan Thailand sejak debut bersama Timnas Indonesia pada 2018. Pertemuan pertamanya terjadi pada Kualifikasi Piala Asia 2021. Meski Egy tidak pernah membawa Indonesia meraih kemenangan atas Thailand, ia mencetak satu gol di laga final leg kedua Piala AFF 2021. Gol pemain Dewa United tersebut belum cukup membuat Indonesia meraih gelar Piala AFF.

Nadeo Argawinata juga sudah menjalani empat laga melawan Thailand. Kiper baru Persija Jakarta itu pertama kali menghadapi tim Gajah Perang pada Kualifikasi Piala Asia 2021. Dalam empat pertemuan tersebut, Nadeo tidak pernah mencatatkan clean sheet dan sudah kebobolan sembilan gol.

Adapun Jordi Amat baru satu kali menghadapi Thailand dari 22 caps bersama Timnas Indonesia. Momen itu terjadi pada Piala AFF 2022.

Makna Quintrick bagi Perjalanan Garuda

Catatan lima gol Baker menambah dimensi baru bagi lini serang Indonesia menjelang final melawan Thailand. Kepercayaan diri seorang penyerang muda yang baru saja masuk buku rekor timnas Indonesia bisa menjadi modal penting, terutama karena Thailand dikenal sebagai lawan yang sulit dikalahkan dalam beberapa pertemuan terakhir.

Bagi publik sepak bola nasional, kemunculan Baker juga menghidupkan kembali diskusi tentang regenerasi penyerang Timnas Indonesia. Nama-nama seperti Soetjipto Soentoro dan Iswadi Idris kini kembali disebut-sebut seiring torehan Baker yang menyamai lima gol Iswadi Idris pada 1971.

Yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah konsistensi Baker di laga final. Jika ia kembali mencetak gol dan membawa Indonesia menaklukkan Thailand, julukan El Manuk usai quintrick akan semakin melekat, sekaligus memperkuat posisinya dalam sejarah tim nasional.

Exit mobile version