Pendaki Asal China Terpeleset di Gunung Rinjani Berhasil Dievakuasi dalam Kondisi Selamat

Pendaki Asal China Terpeleset di Gunung Rinjani Berhasil Dievakuasi dalam Kondisi Selamat
Pendaki Asal China Terpeleset di Gunung Rinjani Berhasil Dievakuasi dalam Kondisi Selamat

Cakrawala News – 16 September 2026 | Pendaki asal China yang terpeleset di Gunung Rinjani sudah dievakuasi dalam kondisi selamat setelah mengalami benturan keras di kepala hingga pingsan. Korban bernama Li Xianhua (47), seorang warga negara asing asal Tiongkok, dievakuasi oleh tim SAR gabungan dari kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menyatakan bahwa korban tiba di Pos TNGR Senaru pada Selasa, 15 September 2026, pukul 04.47 Wita. Dari pos tersebut, korban langsung dibawa menuju Nusa Medica Clinic Sembalun untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

“Selasa pukul 04.47 Wita, Tim SAR gabungan bersama korban tiba di Pos TNGR Senaru. Korban langsung dievakuasi menuju Nusa Medica Clinic Sembalun guna mendapatkan penanganan medis lanjutan,” kata Muhamad Hariyadi di Mataram, Selasa.

Kronologi Insiden di Jalur Senaru-Batu Ceper

Kecelakaan yang menimpa pendaki asal China yang terpeleset di Gunung Rinjani itu terjadi pada Senin, 14 September 2026, sekitar pukul 08.00 Wita. Korban terpeleset di jalur pendakian Senaru-Batu Ceper, Gunung Rinjani.

Menurut Muhamad Hariyadi, insiden tersebut menyebabkan korban mengalami benturan keras di kepala hingga jatuh pingsan. Kondisi itu membuat proses evakuasi harus dilakukan dengan cepat dan hati-hati mengingat lokasi kejadian berada di jalur pendakian dengan medan yang menantang.

Kantor SAR Mataram menerima laporan darurat terkait insiden ini pada pukul 10.00 Wita dari perwakilan EMHC, Mustiadi. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Mataram langsung mengerahkan tim rescue dari Unit Siaga SAR Sembalun.

Guna mempercepat proses penyelamatan, personel tambahan dari Kantor SAR Mataram dan Unit Siaga SAR Bangsal turut diberangkatkan ke lokasi kejadian.

“Kami langsung merespons cepat laporan kondisi membahayakan manusia ini. Fokus utama adalah menjangkau korban secepat mungkin untuk memberikan pertolongan medis awal, mengingat korban dilaporkan mengalami cedera kepala dan pingsan,” ujar Muhamad Hariyadi.

Operasi SAR Gabungan dan Peralatan Pendukung

Dalam pelaksanaannya, tim rescue dilengkapi dengan Alat Utama (Alut) SAR yang memadai. Peralatan tersebut meliputi peralatan mountaineering, peralatan evakuasi medis, kendaraan operasional, serta peralatan pendukung lainnya.

Keberhasilan operasi SAR ini tidak lepas dari sinergi berbagai unsur yang terlibat. Tim SAR gabungan terdiri dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Unit SAR Lombok Timur, EMHC, Nusa Medica Clinic Sembalun, Polsek Sembalun, Koramil Sembalun, serta para porter dan pemandu pendakian setempat.

Berkat kerja sama yang solid antar unsur di lapangan, sekitar pukul 20.15 Wita, tim rescue berhasil menjangkau korban. Evakuasi selanjutnya dilakukan secara estafet dari tim yang sebelumnya melakukan penanganan menuju Pos TNGR Senaru.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Mataram, Bustanil, menegaskan bahwa pihaknya mengerahkan kekuatan penuh guna memaksimalkan kelancaran operasi penyelamatan. Ia juga menjelaskan bahwa korban sempat tidak sadarkan diri akibat cedera kepala yang dialaminya.

“Dengan telah dievakuasi korban dalam kondisi selamat, operasi SAR secara resmi dinyatakan ditutup,” kata Muhamad Hariyadi.

Pentingnya Keselamatan di Jalur Pendakian Rinjani

Insiden yang menimpa pendaki asal China yang terpeleset di Gunung Rinjani ini menjadi pengingat akan pentingnya aspek keselamatan dalam aktivitas pendakian di kawasan TNGR. Jalur Senaru-Batu Ceper dikenal sebagai salah satu rute pendakian dengan medan yang cukup menantang, terutama bagi pendaki yang kurang berpengalaman.

Gunung Rinjani merupakan salah satu destinasi pendakian populer di Indonesia yang sering dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. Tingginya minat pendaki, termasuk dari luar negeri seperti Li Xianhua, membuat kesiapan tim SAR dan pemandu lokal menjadi faktor krusial dalam setiap operasi penyelamatan.

Dalam beberapa kesempatan, Balai TNGR juga pernah membenahi keselamatan jalur pendakian serta mengingatkan para pendaki untuk mengantisipasi suhu dingin yang bisa terjadi di kawasan gunung. Hal ini menunjukkan bahwa risiko kecelakaan di jalur pendakian perlu diwaspadai oleh semua pihak.

Keberhasilan evakuasi ini menunjukkan kesigapan tim SAR gabungan dalam merespons laporan darurat. Koordinasi antara Kantor SAR Mataram, unit siaga di Sembalun dan Bangsal, pihak taman nasional, tenaga medis, aparat keamanan, hingga porter dan pemandu menjadi kunci terselamatkannya korban.

Dengan kondisi korban yang telah dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis, operasi SAR resmi ditutup. Meski demikian, kasus ini menjadi catatan penting bagi para pendaki untuk selalu memperhatikan faktor keselamatan, kebugaran fisik, serta kondisi medan sebelum memulai pendakian di Gunung Rinjani.

Exit mobile version