Persib Cetak Sejarah, Kutukan Klub Indonesia di Korea Selatan Akhirnya Putus

Persib Cetak Sejarah, Kutukan Klub Indonesia di Korea Selatan Akhirnya Putus
Persib Cetak Sejarah, Kutukan Klub Indonesia di Korea Selatan Akhirnya Putus

Cakrawala News – 18 September 2026 | Persib cetak sejarah, kutukan klub Indonesia di Korea Selatan akhirnya putus setelah Maung Bandung menumbangkan FC Seoul 1-0 pada laga pembuka Grup E AFC Champions League Two (ACL Two) 2026/2027 di Seoul World Cup Stadium, Rabu (16/9/2026). Gol tunggal Julio Cesar pada menit kelima melalui situasi bola mati menjadi penentu kemenangan yang mengakhiri penantian panjang selama 30 tahun bagi sepak bola Indonesia.

Kemenangan ini menjadikan Persib sebagai klub Indonesia pertama yang mampu mengalahkan wakil Korea Selatan di kandang lawan. Sepanjang sejarah kompetisi Asia sejak 1967, klub-klub Indonesia tidak pernah menang saat bertandang ke Negeri Ginseng. Catatan itu kini resmi terhapus oleh Pangeran Biru.

Gol Cepat Julio Cesar Jadi Pembeda

Persib membuka keunggulan saat pertandingan baru berjalan lima menit. Julio Cesar memanfaatkan skema bola mati yang diawali sepakan pojok Marc Klok. Sontekan penyerang asal Brasil itu membuat gawang FC Seoul bergetar dan memaksa tuan rumah mengejar ketertinggalan sejak awal.

Setelah gol tersebut, FC Seoul meningkatkan intensitas serangan. Tuan rumah berkali-kali mengancam melalui bola-bola silang dan sundulan. Namun, rapatnya pertahanan Persib serta ketenangan Teja Paku Alam di bawah mistar gawang membuat keunggulan Maung Bandung bertahan hingga peluit panjang.

Teja tampil sebagai pahlawan dengan lima penyelamatan penting. Seluruh penyelamatan tersebut berasal dari tembakan pemain FC Seoul dari dalam kotak penalti. Kiper asal Sumatra Barat itu juga mencatatkan satu high claim untuk mengamankan bola udara di area pertahanannya. Berkat performa tersebut, Teja dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) laga.

Rotasi Kim Gi-dong Jadi Sorotan Media Korea

Kekalahan di kandang sendiri mendapat perhatian luas media Korea Selatan. ChosunBiz yang memuat laporan OSEN menyoroti keputusan pelatih FC Seoul, Kim Gi-dong, yang melakukan rotasi besar-besaran. Sejumlah pemain penting seperti Anderson, Kim Jin-su, Jeong Seung-won, dan Koo Seong-yoon tidak diturunkan sejak awal.

Kim Gi-dong memilih memberi kesempatan kepada pemain yang minim menit bermain. Keputusan itu terbilang berisiko karena FC Seoul datang ke pertandingan dengan status pemuncak klasemen K League 1. Rotasi tersebut membuat tuan rumah harus mengejar ketertinggalan sejak menit awal.

Pada babak kedua, Kim Gi-dong memasukkan sejumlah pemain berpengalaman seperti Moon Seon-min, Son Jeong-beom, dan Jeong Ha-won. Klimala juga dimainkan untuk menambah daya gedor. Tekanan FC Seoul memang meningkat, tetapi penyelesaian akhir yang kurang tajam membuat mereka gagal mencetak gol.

Usai pertandingan, Kim Gi-dong mengakui tidak menurunkan skuad terbaiknya. Ia menyebut sekitar enam pemain menjalani debut pada laga tersebut. “Meskipun kami melakukan rotasi pemain, karena ini pertandingan kandang dan laga pertama, saya berharap kami bisa menang,” katanya, dikutip dari MyDaily.kr.

Ia juga menyesali gol cepat yang bersarang di gawang timnya. “Kami berencana untuk tidak kebobolan di babak pertama dan memulai babak kedua dengan baik, tetapi kebobolan di awal sehingga situasinya menjadi sulit,” ujarnya. Menurutnya, sikap kurang percaya diri para pemain muda menjadi hal yang disayangkan.

Memori Indah untuk Bobotoh

Kapten Persib, Marc Klok, mengaku puas dengan hasil yang diraih timnya. Ia secara khusus memuji Bobotoh yang hadir langsung di stadion. Menurut Klok, lebih dari 1.000 pendukung Persib datang jauh ke Korea Selatan untuk memberikan dukungan langsung.

“Saya pikir hari ini adalah penampilan tim yang sangat luar biasa. Kami punya 1.000 lebih fans yang datang jauh ke sini, kami ingin memberikan mereka memori indah,” kata Klok. Ia menambahkan bahwa tiga poin yang diraih merupakan hasil kerja keras seluruh tim.

Sejarah Panjang yang Akhirnya Terpecahkan

Kemenangan terakhir klub Indonesia atas wakil Korea Selatan sebelumnya terjadi pada 1996. Kala itu, PSM Makassar menang 1-0 atas Pohang Steelers di Makassar pada leg pertama Kualifikasi Asian Club Championship 1996/1997. Namun, PSM kemudian kalah telak 0-4 pada pertemuan kedua.

Klub-klub Indonesia juga kerap menelan hasil buruk saat menghadapi tim Korea. Persik Kediri, misalnya, dilumat Seongnam Ilhwa Chunma dengan skor 0-15 pada AFC Champions League 2004. Persib sendiri pernah dikalahkan Ilhwa Chunma 2-5 pada ajang Asia Club Championship 1995.

Dengan hasil ini, Persib membalas kekalahan lebih dari 30 tahun silam sekaligus mengungguli sejumlah klub Indonesia yang sebelumnya gagal menaklukkan wakil Korea, seperti Arema, Persebaya Surabaya, Persipura Jayapura, Pelita Jaya, PSIS Semarang, Sriwijaya FC, dan PSM Makassar.

Hasil ini untuk sementara menempatkan Persib di puncak klasemen Grup E dengan tiga poin, sementara FC Seoul berada di dasar klasemen. Melbourne Victory dan Viettel masing-masing mengoleksi satu poin setelah bermain imbang 1-1.

Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Persib untuk melanjutkan langkah di ACL Two. Bagi sepak bola Indonesia, catatan di Seoul menjadi bukti bahwa tembok yang selama ini dianggap mustahil ditembus bukanlah hal yang tidak mungkin. Persib cetak sejarah, kutukan klub Indonesia di Korea Selatan akhirnya putus, dan kini tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi di sisa fase grup.

Exit mobile version