Cakrawala News – 18 September 2026 | Xiaomi pastikan mobil listriknya akan masuk Indonesia. Kepastian itu disampaikan langsung oleh Country Director Xiaomi Indonesia, Michael Feng, yang menegaskan bahwa pasar Tanah Air masuk dalam peta ekspansi bisnis kendaraan listrik perusahaan asal China tersebut. Meski demikian, ia belum bisa menyebut waktu peluncuran maupun model yang akan diboyong ke Indonesia.
“Jadi untuk pertanyaan ini, 100 persen kami akan membawa produk mobil (listrik) ke pasar ini. Namun saat ini jika boleh jujur kita masih harus menunggu,” kata Michael dalam konferensi pers usai perilisan gawai Redmi Note 17 Series di Jakarta, Rabu (15/9/2026).
Pernyataan itu menjadi sinyal paling tegas sejauh ini mengenai arah ekspansi bisnis kendaraan listrik Xiaomi di Indonesia. Kepastian tersebut menunjukkan Indonesia telah masuk dalam perhitungan perusahaan untuk memperluas bisnis mobil listriknya di luar China, kendati jadwal peluncurannya belum dipastikan.
Eropa Jadi Pasar Perdana di Luar China
Michael menjelaskan, dalam lanskap dan strategi ekspansi global, Xiaomi saat ini memastikan baru akan merambah pasar Eropa. Lebih spesifik, perusahaan akan masuk ke pasar Jerman pada kuartal ketiga 2027 melalui kontrak yang disetujui dengan sejumlah dealer kendaraan di negara tersebut.
“Kami sudah memiliki beberapa peluang yang sangat penting. Kami sudah menandatangani kontrak dengan IFA di Jerman, akan tetapi di Indonesia kita harus menunggu. Saya pikir kami akan datang segera. Indonesia sangat penting bagi kami di pasar global, maka jangan khawatir,” tegasnya.
Eropa tampaknya akan menjadi pasar penting untuk menguji kemampuan Xiaomi bersaing di luar negeri. Pengalaman perusahaan di kawasan tersebut dapat menjadi referensi sebelum ekspansi diperluas ke negara-negara lain, termasuk Indonesia. Perusahaan sepertinya masih ingin melihat apakah ekspansi globalnya bakal mendapat sambutan hangat atau justru respons yang berbeda.
Sebagai persiapan, Xiaomi Auto telah menandatangani nota kesepahaman dengan delapan grup dealer otomotif Jerman di ajang IFA Berlin 2026. Kerja sama ini diharapkan membuka langkah Xiaomi untuk membangun jaringan penjualan dan layanan purnajual sebelum mobil listriknya mulai dipasarkan di Eropa.
Bangun Pusat Riset di Munich
Langkah persiapan ekspansi juga terlihat dari pembangunan pusat riset dan pengembangan kendaraan listrik di Munich, Jerman. Fasilitas tersebut dipersiapkan untuk mendukung pengembangan kendaraan sekaligus kebutuhan lokal, antara lain homologasi, logistik, penjualan, hingga layanan purnajual.
Pendekatan berhati-hati Xiaomi berkaitan dengan karakter bisnis otomotif yang berbeda dibandingkan perangkat elektronik konsumen. Penjualan mobil membutuhkan jaringan distribusi, layanan purnajual, ketersediaan suku cadang, fasilitas servis, hingga dukungan terhadap kebutuhan konsumen dalam jangka panjang.
Kebutuhan infrastruktur itu membuat Xiaomi tidak bisa serta-merta mengulang pola ekspansi cepat yang biasa diterapkan pada produk gawai. Perusahaan perlu memastikan ekosistem pendukung siap sebelum resmi menjual mobil listrik di suatu negara, termasuk Indonesia.
Indonesia Masih Menunggu Kejelasan Jadwal
Bagi konsumen Indonesia, pernyataan Xiaomi pastikan mobil listriknya akan masuk Indonesia menjadi kabar yang menggembirakan sekaligus menyisakan tanda tanya. Pasalnya, hingga kini belum ada keterangan resmi soal model yang akan dipasarkan, kisaran harga, maupun skema penjualannya di Tanah Air.
Michael sendiri baru dipercaya memegang bisnis Xiaomi di pasar Indonesia mulai September 2026. Ia menegaskan bahwa Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi Xiaomi dalam skala global, sehingga komitmen membawa kendaraan listrik ke Tanah Air dinilai bukan sekadar wacana.
Meski begitu, publik perlu bersabar karena prioritas ekspansi Xiaomi saat ini masih tertuju pada Jerman. Kejelasan soal kehadiran mobil listrik Xiaomi di Indonesia kemungkinan baru akan muncul setelah perusahaan melihat hasil ekspansinya di Eropa.
Yang jelas, kepastian dari Xiaomi ini menambah daftar merek kendaraan listrik yang berencana meramaikan pasar otomotif Indonesia. Perkembangan selanjutnya yang perlu dicermati adalah kesiapan jaringan distribusi, layanan purnajual, serta dukungan pengisian daya yang menjadi kunci penerimaan mobil listrik di dalam negeri.
