Cakrawala News – 16 Oktober 2026 | Persib Bandung berhasil menaklukkan wakil Vietnam, The Cong Viettel, dengan skor tipis 1-0 dalam lanjutan Grup E AFC Champions League Two 2026/2027 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (14/10/2026). Gol tunggal Maung Bandung dicetak Mariano Peralta melalui titik penalti menjelang babak pertama berakhir. Kemenangan ini membuat Persib kukuh di puncak klasemen sementara Grup E dengan koleksi enam poin dari dua pertandingan.
Pertandingan ini menjadi panggung adu strategi yang kontras. Skuad asuhan Igor Tolic tampil pragmatis demi meredam dominasi permainan bola pendek dari The Cong Viettel yang diarsiteki pelatih Velizar Popov. Meski bermain efisien, Persib mampu memaksimalkan peluang dengan baik.
Dominasi Bola Tak Berbuah Hasil untuk The Cong Viettel
Benturan filosofi langsung terlihat dari catatan penguasaan bola. The Cong Viettel tampil sangat dominan dengan menguasai 53,1% penguasaan bola. Lini tengah mereka yang dikomandoi skipper Phan Tuấn Tài sukses mengalirkan 408 operan dengan akurasi mencapai 83,8%. Aliran bola tim tamu bahkan tetap presisi di area pertahanan Persib dengan akurasi 70,9%.
Sebaliknya, Persib bermain lebih sabar dan hanya mencatatkan 46,9% penguasaan bola melalui 359 operan berakurasi 79,1%. Kendati kalah dalam penguasaan bola, tim tuan rumah tampil lebih efektif dengan mencatatkan 15 tembakan ke gawang lawan.
Meski dominan memegang bola, The Cong Viettel justru keok dalam benturan fisik. Ketahanan tubuh para penggawa Maung Bandung menjadi kunci dengan memenangkan 58,8% duel perebutan bola di darat serta unggul 55,3% pada duel udara. Kedisiplinan posisi Marc Klok dan kolega juga memaksa tim tamu melakukan banyak kesalahan lewat catatan 11 intersep.
Penalti Peralta dan Pengakuan Pelatih
Gol kemenangan Persib lahir setelah Mariano Peralta dilanggar pemain The Cong Viettel, Kyle Colonna, di dalam kotak terlarang. Peralta yang maju sebagai eksekutor sukses menuntaskan peluang tersebut sekaligus memastikan kemenangan 1-0 bagi tuan rumah. Berkat penampilan impresifnya, penyerang asal Argentina itu dinobatkan sebagai Player of the Match.
“Kami menampilkan permainan yang luar biasa hari ini. Rencana permainan berjalan sesuai dengan apa yang kami persiapkan dalam latihan,” ujar Peralta seusai laga. Ia juga menegaskan kesiapannya ditempatkan di posisi mana pun yang dibutuhkan pelatih.
“Seperti yang pernah saya katakan, saya bisa bermain di beberapa posisi di lini serang. Saya siap untuk pelatih dan siap bermain di posisi mana pun yang dibutuhkan,” tambahnya.
Menghadapi agenda padat bermain setiap tiga hari sekali, Peralta mengaku sudah siap secara mental dan fisik sejak pertama kali mengikat kontrak. “Saat memutuskan bergabung dengan klub ini, saya sudah tahu bagaimana jadwalnya. Saya tahu kami harus bermain setiap tiga hari dan saya menerima tantangan itu,” tegasnya.
Di kubu lawan, pelatih The Cong Viettel, Velizar Popov, mengakui kesalahan di lini pertahanan menjadi penyebab kekalahan timnya. Meski demikian, ia tetap memberikan apresiasi kepada para pemainnya yang dinilainya telah berjuang maksimal.
“Saya ingin memberikan penghormatan kepada tim saya dan seluruh pemain saya karena mereka telah berjuang sebaik mungkin, mereka memberikan segalanya yang mereka miliki, dan kami mencoba memainkan sepak bola yang bagus,” ujar Popov.
Namun, Popov tidak menampik kesalahan fatal di lini belakang menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut. Menurut dia, kesalahan pada level kompetisi seperti ACL Two bisa langsung berujung hukuman.
“Tentu saja, sepak bola adalah permainan tentang kesalahan dan pada level ini kami melakukan kesalahan yang luar biasa untuk hukuman penalti, yang mana tidak ada jalan di level ini untuk tidak dihukum. Dan setelah itu terasa sulit untuk menyelamatkan pertandingan,” ungkapnya.
Posisi Klasemen dan Fakta Menarik
Hasil ini membuat Persib semakin kukuh di puncak klasemen sementara Grup E. Tim besutan Igor Tolic tersebut terpaut dua angka dari klub Australia, Melbourne Victory, yang menghuni urutan kedua. Sementara itu, The Cong Viettel tertahan di peringkat ketiga dengan satu poin dari dua pertandingan.
Di balik kemenangan Persib, terdapat sejumlah fakta menarik. Salah satunya adalah kehadiran suporter tamu yang hanya datang seorang diri ke Stadion Si Jalak Harupat. Fakta ini menambah warna tersendiri pada laga yang berlangsung ketat tersebut.
Kemenangan atas The Cong Viettel menjadi modal berharga bagi Persib untuk menghadapi laga-laga selanjutnya di fase grup. Dengan rekor sempurna enam poin, Maung Bandung memiliki peluang besar untuk melaju ke babak berikutnya. Sementara bagi The Cong Viettel, kekalahan ini menjadi pukulan telak yang membuat mereka harus bekerja keras di pertandingan tersisa jika ingin menjaga asa lolos dari fase grup.
Persib selanjutnya akan menghadapi tantangan berat untuk mempertahankan momentum positif mereka. Konsistensi dan kedisiplinan taktik yang ditunjukkan saat melawan The Cong Viettel akan menjadi kunci untuk meraih hasil maksimal di laga-laga mendatang.












