Cakrawala News – 28 Oktober 2026 | Persija sempat kalah, instruksi Shin Tae-yong di ruang ganti membuat situasi berubah hingga Macan Kemayoran mampu membalikkan keadaan dan mengalahkan Persik Kediri 2-1 pada pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027 di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, Senin (26/10/2026) malam. Tertinggal lebih dulu lewat gol Imanol Garcia pada menit ke-10, Persija bangkit di babak kedua melalui gol Denis Kolinger dan Rizky Ridho untuk mengamankan tiga poin sekaligus menjaga posisi di puncak klasemen.
Gol Imanol Garcia lahir dari kelengahan tuan rumah dalam mengantisipasi sepak pojok. Keunggulan Persik itu membuat Persija berusaha meningkatkan tekanan. Arlyansyah Abdulmanan dan Alexander Jeremejeff sempat memperoleh peluang, tetapi belum mampu mencetak gol penyeimbang hingga babak pertama berakhir.
Dua Pergantian dan Pesan di Ruang Ganti
Memasuki babak kedua, Shin Tae-yong melakukan dua pergantian dengan memasukkan Rizky Ridho dan Kwon Chang-hoon untuk menggantikan Fabio Calonego serta Witan Sulaeman. Perubahan komposisi itu diikuti peningkatan permainan Persija.
Rizky Ridho mengungkapkan pesan yang ditegaskan sang pelatih saat jeda babak, ketika timnya dalam posisi tertinggal. Menurut Ridho, Shin meminta para pemain meningkatkan kerja keras dan tidak membiarkan tim tamu membawa pulang kemenangan dari markas Persija.
“Kami tahu kami bermain di kandang. Kami juga tidak ingin kalah di hadapan suporter sendiri,” kata Rizky Ridho, dikutip dari laman resmi Persija, Selasa (27/10/2026).
Instruksi itulah yang membuat situasi berubah. Dalam rentang lima menit pada babak kedua, tuan rumah berhasil mencetak dua gol untuk membalikkan keadaan.
Kolinger dan Ridho Jadi Penentu
Denis Kolinger menyamakan kedudukan pada menit ke-64 melalui sundulan setelah memanfaatkan tendangan bebas Rayhan Hannan. Bek asal Kroasia itu membaca arah bola dengan baik dan mengarahkan tandukannya ke gawang Persik.
Lima menit berselang, Persija berbalik unggul. Kolinger kembali berperan penting melalui umpan lambung yang disambut Rizky Ridho. Kapten Macan Kemayoran tersebut melepaskan sepakan kaki kanan pada menit ke-69 untuk mengubah skor menjadi 2-1. Keunggulan itu mampu dipertahankan Persija hingga pertandingan berakhir.
Catatan waktu gol Ridho sedikit berbeda antarsumber. Sebagian menyebut menit ke-66, sementara sumber lain menyebut menit ke-69. Terlepas dari perbedaan itu, kedua gol tetap menjadi penentu kemenangan Persija.
Shin Tae-yong pun memuji semangat juang anak asuhnya yang terus berusaha hingga mampu mengamankan tiga poin.
“Pertama-tama, pastinya karena para pemain kita bekerja keras sampai akhir dan tidak menyerah. Itu yang menjadi kunci untuk mendapatkan kemenangan,” kata Shin dalam jumpa pers usai pertandingan di JIS, Senin.
Kokoh di Puncak Klasemen
Hasil tersebut menjadi kemenangan keenam Persija dari tujuh laga pertama di Super League musim ini. Tambahan tiga poin membuat Macan Kemayoran semakin kokoh di puncak klasemen dengan 18 poin, atau unggul empat poin atas Dewa United Banten FC di peringkat kedua.
Meski puas dengan hasil akhir, Shin tidak menutupi kekecewaannya terhadap kondisi rumput JIS. Menurutnya, permukaan lapangan yang kurang ideal membuat Persija kesulitan memainkan sepak bola sesuai strategi yang telah disiapkan.
“Kondisi lapangan sangat-sangat tidak baik. Sebenarnya tidak boleh bermain bola dengan kondisi lapangan seperti itu,” ucap Shin.
Pelatih asal Korea Selatan itu menilai kualitas lapangan yang tidak memadai dapat menghambat permainan tim sekaligus mengurangi kualitas tontonan bagi suporter yang hadir langsung di stadion. Ia berharap ada pihak yang mengevaluasi dan mengontrol perawatan rumput dengan lebih baik.
“Ya, mungkin dari beberapa pihak juga harus mengevaluasi ya, untuk mengontrol rumput ini dengan lebih baik lagi. Jadi kami pun bisa memberikan yang terbaik, kami pun bisa memberikan kesenangan, kebahagiaan, atau performa yang baik kepada para fan yang datang langsung ke stadion,” tambah dia.
Kritik tersebut menjadi catatan tersendiri di tengah keberhasilan Persija mengamankan kemenangan. Bagi Shin, hasil pertandingan memang penting, tetapi kondisi lapangan juga berpengaruh terhadap kemampuan pemain menjalankan taktik dan mengembangkan permainan.
Bagi Persija, kemenangan ini menegaskan mentalitas pantang menyerah skuad asuhan Shin Tae-yong. Persija sempat kalah, instruksi Shin Tae-yong di ruang ganti membuat situasi berubah, dan momen jeda babak itu terbukti menjadi titik balik pertandingan.
Ke depan, dua hal layak dicermati. Pertama, konsistensi Persija dalam menjaga posisi teratas klasemen pada laga-laga berikutnya. Kedua, perbaikan kualitas rumput JIS yang dinilai Shin menghambat permainan, mengingat stadion tersebut menjadi markas utama Macan Kemayoran sekaligus venue yang menyedot perhatian suporter.
