Cakrawala News – 26 Oktober 2026 | Putaran Nasional Piala Soeratin 2026 resmi berakhir di PSSI Training Centre, Ibu Kota Nusantara (IKN), pada 24 Oktober 2026. Dukungan otorita ibu kota nusantara terhadap turnamen sepak bola usia muda ini menjadi sorotan, terutama karena kompetisi yang berlangsung sejak 15 Oktober tersebut disebut sebagai bagian dari upaya memeratakan pembinaan sepak bola nasional ke luar Pulau Jawa.
Turnamen yang digelar Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) ini mempertandingkan tiga kelompok usia, yakni U-13, U-15, dan U-17. Masing-masing kategori diikuti delapan tim, sehingga total ada 24 tim dari berbagai daerah yang ambil bagian.
Hasil final menempatkan ASIOP sebagai juara U-13, Persib Bandung menjuarai U-15, dan Waamanat Bhintuka FC keluar sebagai kampiun U-17. Penutupan turnamen ditandai dengan seremoni penyerahan trofi serta medali kepada para pemenang.
Dorongan PSSI agar Sepak Bola Tak Terpusat di Jawa
Anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga, menilai penyelenggaraan kompetisi nasional di IKN merupakan langkah positif untuk memperluas perkembangan sepak bola ke berbagai wilayah Indonesia.
“Kami membawa mereka ke IKN agar mereka mengenal IKN sekaligus mendorong semangat sepak bola agar tidak hanya berkembang di Jawa, tetapi juga di Kalimantan dan seluruh Indonesia. Ini hal yang baik agar semangat sepak bola semakin meluas,” kata Arya, dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (25/10/2026).
Arya juga menyampaikan apresiasi kepada otorita ibu kota nusantara yang telah mendukung pelaksanaan turnamen melalui penyediaan berbagai fasilitas. Fasilitas tersebut mencakup tempat tinggal, transportasi bus, hingga lapangan sepak bola berstandar FIFA.
“Kami berterima kasih kepada IKN yang sudah memberikan fasilitas, mulai dari tempat tinggal, bus, hingga lapangan. Kami ingin adik-adik pemain juga memiliki pengalaman melihat IKN,” ujarnya.
Dalam kesempatan terpisah, Arya juga mengucapkan terima kasih kepada pihak pengelola kawasan. “Piala Soeratin 2026 dilaksanakan di TC PSSI IKN, terimakasih pak Basuki,” kata Arya dalam seremoni penutupan.
Harapan Otorita IKN untuk Ajang Nasional Berikutnya
Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, berharap semakin banyak kegiatan olahraga dan seni berskala nasional digelar di Nusantara. Menurutnya, kegiatan semacam itu tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat dari berbagai daerah untuk melihat langsung perkembangan IKN.
“Kami berharap semakin banyak kegiatan olahraga dan seni tingkat nasional digelar di IKN. Selain berkompetisi, para peserta juga bisa melihat langsung pembangunan Nusantara,” ujar Alimuddin yang turut bertugas sebagai Local Organizing Committee (LOC).
Ia juga mengapresiasi pengalaman yang diperoleh selama penyelenggaraan turnamen bersama PSSI. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi panitia lokal untuk meningkatkan kemampuan mengelola kompetisi berskala nasional pada masa mendatang.
Alimuddin berharap IKN kembali mendapat kesempatan menjadi tuan rumah putaran final Piala Soeratin pada penyelenggaraan berikutnya. Dengan demikian, Nusantara dapat semakin dikenal melalui kegiatan olahraga sekaligus memberikan pengalaman tersendiri bagi generasi muda yang bertanding di kawasan ibu kota baru.
Tim Lokal Kalimantan dan Makna Kompetisi
Selain tim-tim juara, perwakilan Kalimantan Timur juga mencatat hasil yang layak dicatat. PS Pemuda Tenggarong mengamankan posisi ketiga pada kategori U-13, sedangkan Borneo FC U-15 berhasil menembus babak delapan besar.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa kesuksesan kompetisi tidak sekadar diukur dari raihan gelar juara, melainkan dari semangat dan perjuangan para pemain muda di lapangan. Berakhirnya ajang ini di TC PSSI IKN diharapkan memperkuat fondasi pembinaan talenta muda demi mencetak generasi penerus sepak bola Indonesia yang berprestasi di masa depan.
Bagi para pemain, pelatih, dan ofisial dari berbagai daerah, penyelenggaraan turnamen nasional di IKN memberi kesempatan untuk merasakan fasilitas olahraga di kawasan Nusantara sekaligus mengenal perkembangan pembangunan ibu kota baru. Piala Soeratin sendiri dikenal sebagai wadah bagi pemain muda untuk mengasah kemampuan, membangun karakter, serta menanamkan nilai disiplin dan sportivitas melalui pertandingan kompetitif.
Ke depan, perhatian akan tertuju pada apakah PSSI kembali menunjuk IKN sebagai lokasi putaran final Piala Soeratin, sebagaimana diharapkan otorita ibu kota nusantara. Jika terealisasi, Nusantara berpeluang makin dikenal sebagai lokasi penyelenggaraan event olahraga nasional sekaligus menguji kesiapan panitia lokal dalam mengelola kompetisi berskala besar.
