Cakrawala News – 23 September 2026 | Presiden RI Prabowo Subianto meneriakkan ‘Free Palestine‘ di Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, sebuah momen yang menjadi sorotan media Israel karena terjadi hampir setahun usai ia bicara soal keamanan Israel di forum PBB. Seruan itu disampaikan saat resepsi kesyukuran 100 tahun Gontor, Sabtu (19/9/2026), dan langsung memicu gemuruh tepuk tangan ribuan hadirin. Peristiwa inilah yang kemudian dikaitkan dengan pernyataan Prabowo teriak ‘Free Palestine’ di Gontor, setahun usai bicara keamanan Israel.
Momen tersebut berlangsung ketika Prabowo menyapa para duta besar negara sahabat yang hadir dalam acara. Ketika nama Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah A.K. Al-Sattari, disebut, suasana langsung riuh. Prabowo kemudian meneriakkan seruan dukungan bagi Palestina yang dijawab serentak oleh ribuan santri, alumni, dan tamu undangan.
Beberapa laporan menyebut jumlah teriakan itu berbeda. Kantor berita Antara dan Harianjogja.com menyebut Prabowo meneriakkan ‘Free Palestine’ tiga kali usai menyapa Dubes Palestina, lalu kembali meneriakannya dua kali di tengah pidato, sehingga total menjadi lima kali. Sementara itu, laporan JawaPos.com menyebut seruan itu diteriakkan tiga kali secara berurutan. Perbedaan ini muncul dari cara masing-masing media menghitung momen yang sama.
Dubes Palestina Berikan Keffiyeh
Usai seruan tersebut, Al-Sattari tampak berlari menuju panggung utama. Ia menghadiahkan selendang keffiyeh khas Palestina kepada Presiden, yang langsung dikenakan Prabowo selama sisa pidato dan rangkaian acara. Keduanya kemudian berpelukan di atas panggung, disaksikan langsung oleh ribuan hadirin.
Setelah mengenakan keffiyeh dengan aksen bendera Palestina itu, Prabowo tampak mengusap matanya sambil menundukkan kepala. Dalam sambutannya, ia menyampaikan permohonan maaf dan mengaku teringat kepada warga Palestina.
“Saya minta maaf. Tadi saya teringat saudara-saudara kita di Palestina,” kata Prabowo dalam sambutannya.
Menurut laporan yang mengutip pidatonya, Prabowo juga menegaskan bahwa serangan yang terus berlanjut terhadap warga Palestina harus mendorong Indonesia untuk membangun kekuatan nasionalnya. Pernyataan itu mempertegas sikap tegas Indonesia terhadap krisis di Timur Tengah.
Sorotan Media Israel
Media Israel, The Times of Israel, secara khusus menyoroti aksi tersebut. Dalam laporannya, Senin (21/09/2026), media itu membandingkan seruan ‘Free Palestine’ Prabowo dengan pidatonya di Sidang Umum PBB hampir setahun sebelumnya.
Dalam pidato di Majelis Umum PBB di New York pada September 2025, Prabowo disebut mengakhiri sambutannya dengan kata “Shalom” dan menyampaikan pesan soal keamanan Israel. Media tersebut menuliskan pernyataan Prabowo bahwa dunia harus mengakui, menghormati, dan menjamin keselamatan serta keamanan Israel, dan hanya dengan begitu perdamaian nyata dapat terwujud.
Perbandingan itu membuat peristiwa di Gontor menjadi sorotan internasional, terutama karena muncul dalam rentang waktu yang berdekatan dengan pidato di PBB. Sejumlah media Israel menilai ada perubahan nada dalam penyampaian sikap Prabowo terhadap isu Palestina dan Israel.
The Times of Israel sebelumnya juga pernah mengklaim bahwa Prabowo bersiap mengunjungi Israel setelah kesepakatan pembebasan sandera dan gencatan senjata tercapai di Gaza pada Oktober lalu. Namun Kementerian Luar Negeri Indonesia langsung membantah jelas rencana perjalanan tersebut, seraya menegaskan kembali dukungan bagi warga Palestina di Gaza.
Konteks dan Sikap Indonesia
Dukungan terhadap Palestina bukan hal baru dalam politik luar negeri Indonesia. Pemberian keffiyeh oleh Duta Besar Palestina dalam acara satu abad Gontor menjadi simbol penghormatan yang menegaskan kedekatan kedua pihak.
Gontor sendiri merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam terbesar di Indonesia yang memiliki jaringan alumni luas. Peringatan 100 tahunnya menjadi panggung bagi Presiden untuk menyampaikan pesan politik luar negeri di hadapan ribuan santri dan tamu undangan.
Peristiwa ini menunjukkan bagaimana isu Palestina tetap menjadi bagian penting dari diplomasi Indonesia. Di saat yang sama, sorotan media asing memperlihatkan bahwa setiap pernyataan Presiden soal Palestina dan Israel akan selalu dibaca dalam konteks hubungan internasional yang lebih luas.
Yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah bagaimana sikap tegas Prabowo teriak ‘Free Palestine’ di Gontor, setahun usai bicara keamanan Israel, akan memengaruhi posisi Indonesia di mata komunitas internasional, termasuk dalam pembahasan mengenai krisis Gaza dan upaya perdamaian di Timur Tengah.
