Cakrawala News – 04 Oktober 2026 | Presiden Prabowo Sakti copot Kapolri di momentum G30S/PKI dan Kesaktian Pancasila menjadi sorotan publik setelah dirinya bertindak sebagai inspektur upacara Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Kompleks Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis (1/10/2026). Upacara yang dimulai pukul 07.33 WIB itu dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta sejumlah pejabat tinggi negara. Peringatan tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.
Berdasarkan pantauan di lokasi, pasukan upacara yang terdiri atas personel TNI-Polri serta pelajar SD, SMP, dan SMA memasuki lapangan upacara sejak pagi. Prabowo bersama Gibran tiba di lokasi sekitar pukul 07.56 WIB. Beberapa menit kemudian, prosesi dimulai dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Selanjutnya, Prabowo mengajak seluruh tamu undangan dan pasukan untuk mengheningkan cipta guna mengenang jasa para pahlawan, khususnya Pahlawan Revolusi. “Untuk mengenang arwah dan jasa para pahlawan, para pejuang bangsa, dan terutama para pahlawan revolusi. Mengheningkan cipta mulai,” kata Prabowo.
Kolonel Marinir Edo Sidharta Halilintar bertindak sebagai Komandan Upacara. Ia merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut tahun 2003 yang saat ini menjabat sebagai Koordinator Staf Administrasi (Koorsmin) Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Laut.
Rangkaian Upacara dan Pembacaan Naskah Negara
Dalam upacara tersebut, naskah Pancasila dibacakan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamuddin. Sementara naskah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dibacakan Ketua MPR Ahmad Muzani. Ketua DPR Puan Maharani kemudian membacakan dan menandatangani naskah Ikrar. Rangkaian upacara ditutup dengan doa yang dibacakan Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Usai upacara, Prabowo meninggalkan podium dan menyalami para pejabat serta sejumlah prajurit TNI. Ia kemudian berjalan menuju sumur maut yang berada tak jauh di belakang podiumnya. Terlihat Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Ketua MPR Ahmad Muzani, Ketua DPR Puan Maharani, Ketua DPD Sultan Baktiar Najamuddin, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendampingi Prabowo di pendopo sumur.
Prabowo tampak khusyuk berdoa sejenak di depan sumur maut tersebut. Momen ini menjadi bagian dari penghormatan terhadap para korban peristiwa G30S/PKI yang gugur pada 1965.
Pejabat yang Hadir dalam Upacara
Para anggota Kabinet Merah Putih yang hadir antara lain Menko Polkam Djamari Chaniago, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan. Hadir pula di lokasi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, juga Kepala Staf Angkatan Darat Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali, dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Tonny Harjono.
Kehadiran sejumlah petinggi institusi negara itu menegaskan posisi upacara Hari Kesaktian Pancasila sebagai agenda kenegaraan yang rutin digelar setiap 1 Oktober. Hari Kesaktian Pancasila ditetapkan oleh Presiden RI ke-2 Soeharto setelah peristiwa G30S/PKI pada 1965.
Peringatan ini dimaksudkan untuk mengingatkan Pancasila sebagai dasar negara yang berdiri teguh dari berbagai upaya yang dilakukan untuk menjatuhkannya. Selain itu, peringatan ini juga menjadi tanda penghormatan pada para pejuang yang gugur dalam peristiwa G30S. Pancasila sendiri dirumuskan oleh Presiden pertama Sukarno, dengan nilai-nilainya digali dari kehidupan masyarakat Indonesia.
Isu mengenai Presiden Prabowo Sakti copot Kapolri di momentum G30S/PKI dan Kesaktian Pancasila turut menjadi perhatian publik di tengah rangkaian peringatan tahun ini. Namun, hingga upacara selesai, tidak ada pernyataan resmi yang disampaikan terkait isu tersebut. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo justru terlihat hadir mendampingi jajaran pejabat negara lainnya di lokasi upacara.
Pengamat menilai momentum Hari Kesaktian Pancasila selalu menjadi momen refleksi bagi penyelenggara negara untuk memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan. Upacara di Lubang Buaya menjadi penanda bahwa sejarah kelam G30S/PKI tetap dikenang sebagai bagian dari perjalanan bangsa.
Setelah rangkaian upacara dan doa di sumur maut selesai, Prabowo beserta rombongan meninggalkan kompleks Monumen Pancasila Sakti. Publik masih menantikan perkembangan lebih lanjut terkait isu yang beredar, sembari mencermati arah kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas nasional dan keutuhan institusi negara.










