Prime Video Rilis “Volver a los 17”, Serial “Carrie” Mike Flanagan, dan “O Gerente da Noite”

Prime Video Rilis "Volver a los 17", Serial "Carrie" Mike Flanagan, dan "O Gerente da Noite"
Prime Video Rilis "Volver a los 17", Serial "Carrie" Mike Flanagan, dan "O Gerente da Noite"

Cakrawala News – 08 Oktober 2026 | Prime Video kembali menambah deretan konten unggulannya pada Oktober 2026 dengan menghadirkan tiga tayangan yang menyita perhatian: film “Volver a los 17”, miniseri “Carrie” garapan Mike Flanagan, serta serial thriller “O Gerente da Noite” yang mencatat 91 persen persetujuan di Rotten Tomatoes. Ketiganya menawarkan genre berbeda, mulai dari komedi romantis, horor psikologis, hingga drama spionase.

Film “Volver a los 17” karya Sebastián Badilla menjadi salah satu pembuka yang paling dinanti. Produksi ini tersedia di Prime Video untuk wilayah Amerika Latin dan Amerika Serikat mulai Kamis, 1 Oktober. Kehadirannya di platform streaming tersebut tidak lepas dari kesuksesan film sebelumnya, “Como si fuéramos solo amigos”, yang disebut-sebut mendorong masuknya proposal baru Badilla ke Prime Video.

Kisah Penyesalan dan Kesempatan Kedua

“Volver a los 17” mengisahkan Pipe Ortiz, pria berusia 30 tahun yang diperankan langsung oleh Sebastián Badilla. Ia menyesali keputusannya karena tidak berani menyatakan cinta kepada Amalia Braun (Manu Viale), gadis yang ia sukai sejak masa sekolah menengah. Bertahun-tahun kemudian, Pipe baru menyadari bahwa perasaannya ternyata berbalas, sebab Amalia pun menyimpan rasa yang sama.

Ketika tampak bahwa masa lalu sudah terlambat untuk diubah, sebuah peluang tak terduga muncul. Penyesalan Pipe sampai ke telinga Delfina Pacheco (Caro Domenech), seorang aktris yang tengah koma dan membutuhkan pemenuhan sebuah keinginan untuk mendapat kesempatan hidup baru. Dari pertemuan itulah Delfina memberi Pipe kesempatan kembali ke masa lalu.

Namun perjalanan waktu tidak berjalan sesuai rencana. Pipe kembali ke masa remajanya dalam wujud Paty, seorang siswa pertukaran yang harus mendekati Amalia tanpa membongkar identitas aslinya. Situasi makin rumit ketika Paty justru menjadi sahabat Carlotta Lynch (Michelle Masson), musuh besar Amalia semasa sekolah. Cerita ini mengangkat pertanyaan sentral: apa yang akan kita lakukan jika diberi kesempatan kembali ke masa lalu untuk memperbaiki hal yang kita sesali? Naskahnya merupakan ide orisinal Sebastián Badilla, dengan Gonzalo Badilla sebagai sutradara.

“Carrie” Versi Mike Flanagan, Horor Klasik dalam Balutan Digital

Selain film tersebut, Prime Video juga merilis miniseri “Carrie” mulai 7 Oktober 2026. Adaptasi baru novel klasik Stephen King tahun 1974 ini digarap Mike Flanagan, sineas yang dikenal lewat “La maldición de Hill House”. Miniseri ini disebut sebagai reinvensi yang lebih empatik dan mendalam atas kisah remaja penyendiri dengan kekuatan telekinetik yang membalas perundungan dengan pembantaian.

Menurut sejumlah kritik, “Carrie” menyoroti perpindahan perundungan ke ruang digital, termasuk ciberbullying, penggunaan ponsel, dan trauma modern seperti simulasi penembakan di sekolah. Hal itu dinilai memberi alasan kuat untuk menceritakan ulang kisah tersebut di abad ke-21. Miniseri ini debut dengan 85 persen persetujuan di Rotten Tomatoes.

Pujian tertinggi diarahkan pada penampilan Summer H. Howell sebagai Carrie White yang dinilai segar dan empatik, serta Samantha Sloyan yang dianggap mencuri perhatian lewat versi Margaret White yang lebih kompleks, tiga dimensi, dan manusiawi. Namun, sebagian pengamat menilai delapan episode membuat cerita terasa diperpanjang, terutama karena banyaknya subplot dan pengaruh karya Stephen King lain yang memperlambat tempo.

Flanagan sendiri menjelaskan pendekatannya. Ia membedakan dua gaya adaptasi: pertama, pelestarian karya seperti yang ia lakukan pada “El juego de Gerald”, “Doctor Sueño”, dan “La vida de Chuck”; kedua, dekonstruksi cerita menjadi elemen dasar lalu membangun sesuatu yang baru, seperti pada “La maldición de Hill House”, “La maldición de Bly Manor”, dan “La caída de la casa Usher”. Ia menempatkan “Carrie” pada kategori kedua.

Ia mengaku terinspirasi dua peristiwa nyata: kasus Turpin di Perris, California, tempat tiga belas bersaudara tumbuh terkurung tanpa diketahui tetangga hingga salah satunya melarikan diri, serta kisah Albany, California, kota idilis yang hancur akibat skandal akun Instagram berisi perundungan. Miniseri ini dibintangi Summer H. Howell, Siena Agudong, Alison Thornton, Thalia Dudek, Amber Midthunder, Josie Totah, Arthur Conti, Joel Oulette, Matthew Lillard, dan Samantha Sloyan, dengan Flanagan dan Trevor Macy sebagai produser eksekutif.

“O Gerente da Noite”, Thriller Spionase dengan 91 Persen Persetujuan

Dari Brasil, sorotan juga tertuju pada serial “O Gerente da Noite” yang tayang di Prime Video sejak 2016 dan telah memiliki dua musim. Diadaptasi dari novel John le Carré, serial ini mencatat 91 persen persetujuan di Rotten Tomatoes dengan pujian pada struktur episode dan intrik internasionalnya.

Ceritanya mengikuti Jonathan Pine (Tom Hiddleston), mantan tentara Inggris yang bekerja sebagai manajer malam di hotel mewah. Hidupnya berubah ketika dokumen rahasia tentang seorang pedagang senjata sampai ke tangannya. Pine kemudian direkrut agen intelijen Angela Burr (Olivia Colman) untuk menyusup ke lingkaran dalam Richard Roper (Hugh Laurie), pengusaha berpengaruh dalam perdagangan senjata ilegal.

Demi misi tersebut, Pine mengambil identitas kriminal dan harus bertahan di dunia penuh korupsi, balas dendam, dan pengkhianatan. Serial ini menonjolkan ketegangan psikologis dari kehidupan ganda sang tokoh, termasuk dilema moral dan etika agar identitasnya tidak terbongkar. Tema kekuasaan dan korupsi menjadi inti, dengan garis tipis antara baik dan jahat yang menjadi zona kelabu cerita.

Keberhasilan itu membuat musim kedua dipesan dan tayang di Prime Video pada awal 2026. Bagi penonton yang menyukai aksi dan spionase seperti “Reacher”, “O Gerente da Noite” menawarkan sensasi serupa dengan pendekatan yang lebih psikologis.

Ketiga tayangan ini menunjukkan strategi Prime Video dalam memperkuat katalognya lewat kombinasi adaptasi sastra klasik, cerita orisinal, dan drama spionase. Bagi penonton, pilihan pun terbuka: komedi romantis dengan sentuhan perjalanan waktu, horor klasik yang dibangun ulang untuk konteks digital, atau thriller mata-mata yang telah terbukti mendapat pujian kritik.

Exit mobile version