Cakrawala News – 06 Oktober 2026 | Profil Ida Bagus Purwalaksana, anak buah Prabowo jadi Wantimpres, menjadi sorotan setelah namanya masuk dalam daftar 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI yang dilantik pada Jumat, 2 Oktober 2026. Mantan Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan itu bukan figur baru bagi Presiden Prabowo Subianto, lantaran posisi irjen di Kemhan diisi Purwalaksana saat Prabowo menjabat sebagai Menteri Pertahanan.
Pelantikan Purwalaksana sebagai anggota Wantimpres berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 107/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden. Ia dilantik bersama puluhan tokoh lintas bidang di Istana Negara, Jakarta, dalam agenda yang berlangsung bersamaan dengan pelantikan Kepala dan Wakil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI.
Lahir di Cimahi pada 5 Februari 1964, Purwalaksana merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1987. Sepanjang kariernya, ia dikenal berpengalaman di bidang infanteri dengan rekam jejak yang membentang dari satuan tempur hingga posisi komando dan staf strategis.
Rekam Jejak Militer dari Kostrad hingga Kopassus
Karier militer Purwalaksana dimulai dari satuan tempur sebelum berkembang ke sejumlah posisi penting. Ia pernah bertugas di lingkungan Kostrad dan Kopassus, antara lain sebagai Danyonif Linud 328/Dirgahayu, Dandim 0419/Tanjung Jabung, Waasops Kodam XII/Tanjungpura, Kasbrigif Linud 17/Kujang I Kostrad, hingga Danbrigif Linud 17/Kujang I Kostrad.
Jejak kepemimpinannya kemudian merambah posisi strategis di lingkungan TNI AD dan Kementerian Pertahanan. Pada 2014, ia dipercaya sebagai Kepala Biro Tata Usaha Sekretariat Jenderal Kemhan. Tiga tahun berselang, ia menjabat Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kemhan.
Pada 2019, Purwalaksana diangkat sebagai Direktur Jenderal Kekuatan Pertahanan Kemhan sebelum akhirnya dipercaya menjadi Inspektur Jenderal Kemhan dengan pangkat Letnan Jenderal. Posisi tersebut dijalaninya hingga 2022, tepat pada periode Prabowo memimpin kementerian tersebut.
Kedekatan keduanya dalam struktur pertahanan membuat nama Purwalaksana dinilai relevan untuk mengisi kursi Wantimpres. Posisi irjen Kemhan menempatkannya pada arus utama pengawasan kebijakan pertahanan saat Prabowo menjabat Menhan.
Kiprah Usai Purnatugas di Sektor Ketahanan Pangan
Usai memasuki masa purnatugas, kiprah Purwalaksana tidak berhenti di sektor pertahanan. Ia tercatat terlibat dalam isu ketahanan pangan sebagai Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Food Estate. Penugasan itu menunjukkan perhatiannya pada program prioritas pemerintah yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Keterlibatan di bidang food estate juga sejalan dengan salah satu arahan Presiden Prabowo kepada jajaran Wantimpres. Anggota Wantimpres Budi Gunawan mengungkapkan bahwa salah satu pesan khusus kepala negara adalah mengawal dan memperkuat program prioritas pemerintah agar manfaatnya dirasakan masyarakat.
“Ada beberapa penugasan yang tentu nanti harus kami dalami, petakan, dan terutama di program-program prioritas Bapak Presiden yang harus kita kawal dan kita perkuat agar sukses dan lebih dirasakan oleh masyarakat,” kata Budi Gunawan usai dilantik di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026.
Budi Gunawan menyatakan bahwa 26 anggota Wantimpres tengah menyiapkan langkah-langkah untuk menyukseskan program prioritas tersebut, sembari melakukan konsolidasi untuk menata penugasan ke depan.
Posisi di Tengah Komposisi Wantimpres yang Beragam
Dalam struktur kepemimpinan baru, Pratikno didapuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi Hatta Rajasa sebagai wakil, dan Muhammad Qodari sebagai sekretaris. Kursi Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI dialihkan kepada Syahganda Nainggolan pada hari yang sama.
Komposisi anggota Wantimpres diisi deretan figur nasional dari beragam latar belakang, mulai dari akademisi, birokrat, politisi, tokoh agama, pengusaha, hingga tokoh militer dan kepolisian. Selain Purwalaksana, nama-nama yang dilantik antara lain Agum Gumelar, Soekarwo, Dato Sri Tahir, Ignasius Jonan, Budi Gunawan, Jusuf Hamka, Said Aqil Siradj, Yahya Cholil Staquf, Quraish Shihab, Anwar Usman, Chairul Tanjung, Bambang Soesatyo, Sinta Nuriyah Wahid, Rocky Gerung, dan sejumlah tokoh lain.
Pratikno menyebut para anggota Wantimpres yang baru sebagai tokoh nasional dari berbagai bidang, agama, dan profesi. Keberagaman latar belakang keahlian itu dinilai menjadi modal untuk memberikan pertimbangan berdasarkan pengalaman dan pengetahuan kepada Presiden.
Mengenai mekanisme kerja lembaga ke depan, Hatta Rajasa menjelaskan bahwa isi nasihat Wantimpres kepada Presiden bersifat rahasia dan tidak dapat disampaikan kepada publik. Kerahasiaan itu menjadi bagian dari aturan main lembaga penasihat kepala negara.
Agum Gumelar menyambut positif pelantikan 26 anggota Wantimpres. Menurut dia, Presiden akan memperoleh banyak masukan dan pertimbangan dari tokoh-tokoh berpengalaman di bidangnya, mulai dari politik, ekonomi, budaya, ideologi, hingga olahraga.
“Saya rasa ini satu langkah yang kalau saya anggap sih sangat bagus untuk bisa memperbaiki atau memberikan masukan kepada pertimbangan presiden lah ya, agar supaya presiden dalam mengambil langkah-langkahnya itu lebih terarah, lebih terukur lah,” ujar Agum Gumelar di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026.
Harta Kekayaan dan Sorotan Publik
Selain rekam jejak karier, perhatian publik kerap tertuju pada laporan harta kekayaan pejabat. Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara tahun 2021 mencatat harta Purwalaksana sebesar Rp12,5 miliar, mencakup aset tanah, rumah, mobil, dan kas.
Angka tersebut menjadi bagian dari transparansi yang melekat pada jabatan yang pernah diembannya di lingkungan Kementerian Pertahanan. Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai perincian terbaru harta kekayaan maupun penugasan spesifik yang akan diemban Purwalaksana di Wantimpres.
Masuknya Purwalaksana ke jajaran penasihat Presiden menegaskan pola rekrutmen yang menggabungkan pengalaman militer, birokrasi, dan sektor teknis seperti ketahanan pangan. Kombinasi itu dinilai relevan untuk memberikan pertimbangan strategis di tengah program prioritas pemerintah.
Ke depan, publik akan menantikan bagaimana kontribusi Purwalaksana bersama anggota Wantimpres lain dalam mengawal kebijakan pemerintah. Sebab, meski isi nasihat bersifat rahasia, dampak kebijakan yang dihasilkan tetap akan terasa pada kehidupan masyarakat luas.












