Cakrawala News – 12 September 2026 | Manajemen PSIS Semarang membuat kebijakan istimewa bagi para mantan pemain yang pernah membela klub. Dalam perkembangan terbaru, PSIS beri tiket VVIP gratis untuk legenda, Denny Rumba apresiasi kebijakan manajemen tersebut sebagai langkah yang menunjukkan bahwa klub besar tidak melupakan jasa para mantannya.
Kebijakan ini disampaikan setelah para legenda mendapatkan undangan untuk menghadiri acara launching tim dan jersey PSIS Semarang untuk musim 2026/2027. Acara tersebut berlangsung di Radjawali Semarang Cultural Center pada Sabtu, 5 September 2026.
Melalui kebijakan itu, setiap legenda PSIS kini mendapat kesempatan memperoleh tiket VVIP secara gratis apabila ingin menyaksikan langsung pertandingan Laskar Mahesa Jenar.
Apresiasi Denny Rumba
Pemberian tiket VVIP gratis ini mendapat apresiasi dari salah satu mantan pemain PSIS, Denny Rumba. Eks pemain yang pernah menjadi bagian dari Laskar Mahesa Jenar tersebut turut hadir dalam acara launching tim.
Melalui akun Instagram pribadinya, @dennyrumba16, Denny menyampaikan apresiasinya terhadap manajemen PSIS yang dinilai telah memberikan ruang kepada para mantan pemain untuk tetap dekat dengan klub.
“Club yang besar adalah club yang menghargai para mantanya,” tulis Denny Rumba dalam unggahannya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran manajemen PSIS, khususnya Fariz Julinar Maurisal dan Wafa Amry, karena aspirasi mengenai perhatian kepada legenda klub telah didengar dan direalisasikan.
Apresiasi yang disampaikan Denny Rumba menegaskan bahwa kebijakan PSIS beri tiket VVIP gratis untuk legenda, Denny Rumba apresiasi kebijakan manajemen menjadi salah satu sorotan dalam rangkaian acara launching tim musim ini.
Launching Tim dan Jersey Musim 2026/2027
Acara launching tersebut berlangsung meriah dengan kehadiran dua kelompok suporter PSIS, Panser Biru dan Snex. Sejumlah mantan pemain dari berbagai era juga turut hadir, di antaranya Denny Rumba, Idrus Gunawan, hingga pelatih legendaris Sartono Anwar yang sukses membawa PSIS meraih gelar juara pada 1987.
Sebanyak 30 pemain diperkenalkan dalam launching tersebut. Menariknya, 26 pemain di antaranya merupakan wajah baru yang dipersiapkan untuk memperkuat Laskar Mahesa Jenar musim ini.
Selain pemain, PSIS juga memperkenalkan jajaran tim pelatih yang dipimpin Widodo C Putro. Dalam acara yang sama, klub turut meluncurkan jersey resmi untuk menghadapi Championship 2026/2027 dengan warna biru yang tetap menjadi identitas utama PSIS.
Kehadiran para legenda dalam acara tersebut menjadi bagian dari upaya manajemen merawat hubungan antara klub dan mereka yang pernah berjasa di masa lalu. Kebijakan PSIS beri tiket VVIP gratis untuk legenda, Denny Rumba apresiasi kebijakan manajemen pun disebut sebagai bentuk nyata penghargaan tersebut.
Target Promosi ke Super League
CEO PSIS, Datu Nova Fatmawati, mengatakan launching tim bukan sekadar agenda memperkenalkan pemain dan pelatih. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya babak baru perjalanan PSIS.
“Kita semua tentu tidak bisa melupakan perjalanan yang telah kita lalui. Musim lalu menjadi perjalanan yang tidak mudah bagi PSIS Semarang. Setelah menghadapi berbagai tantangan dan melalui masa-masa sulit, kita akhirnya mampu bertahan dan menatap kembali ke depan,” kata Datu.
Pihaknya menyebut berbagai pengalaman musim lalu menjadi bahan evaluasi bagi manajemen untuk membangun PSIS yang lebih baik.
“Musim ini kami ingin seluruh elemen PSIS menatap ke depan dengan optimisme. Kami telah mempersiapkan tim dengan menghadirkan pemain-pemain berkualitas serta pelatih dan jajaran tim kepelatihan yang memiliki pengalaman dan kapasitas,” terangnya.
Ia menegaskan PSIS tidak hanya ingin bangkit setelah melewati musim yang sulit. Laskar Mahesa Jenar memiliki target lebih besar pada musim 2026/2027.
“Untuk musim ini target kita jelas. Kita tidak hanya ingin bangkit dari keterpurukan musim lalu, kita memiliki tekad untuk mengamankan tiket promosi kembali ke Super League,” tegas Datu.
Cinta yang Tak Pernah Padam
Perhatian kepada para legenda juga sejalan dengan semangat yang diusung sebagian pendukung PSIS. Pengasuh Pondok Pesantren Ashabul Kahfi Semarang, Gus Rizka Saputro, bahkan menerbitkan buku kumpulan puisi untuk PSIS berjudul Cinta yang Tak Pernah Padam: Puisi-Puisi untuk PSIS.
Buku tersebut dibagikan dalam acara launching tim dan jersey PSIS Semarang. Buku itu diberikan kepada manajemen, pemain PSIS, hingga suporter yang hadir dalam acara tersebut.
Melalui akun Instagram pribadinya, @rizka_saputro, pria bernama asli Dr. M Rizka Saputro itu menjelaskan alasan di balik lahirnya buku tersebut.
“Cinta yang tak pernah padam, sedikit coretan puisi-puisi untuk PSIS Semarang. PSIS Semarang dalam buku ini bukan hanya klub, tetapi rumah, identitas dan napas kota Semarang,” tulisnya.
Ia berharap semangat biru yang menjadi identitas PSIS tetap terjaga, sekaligus menjadi bagian dari perjalanan klub pada masa mendatang.
Rangkaian acara tersebut menunjukkan bahwa PSIS tengah membangun fondasi yang lebih luas, tidak hanya soal kekuatan skuad, tetapi juga hubungan dengan mantan pemain dan pendukung. Kebijakan PSIS beri tiket VVIP gratis untuk legenda, Denny Rumba apresiasi kebijakan manajemen menjadi salah satu penanda arah baru manajemen klub.
Ke depan, perhatian publik akan tertuju pada bagaimana kebijakan ini berlanjut dan apakah target promosi ke Super League dapat diwujudkan pada musim 2026/2027.
