Pulisic dan Bartesaghi Bicara ke DAZN Usai Milan Tekuk Udinese 2-0

Pulisic dan Bartesaghi Bicara ke DAZN Usai Milan Tekuk Udinese 2-0
Pulisic dan Bartesaghi Bicara ke DAZN Usai Milan Tekuk Udinese 2-0

Cakrawala News – 26 Oktober 2026 | Christian Pulisic dan Davide Bartesaghi menjadi dua nama yang berbicara kepada DAZN setelah AC Milan mengalahkan Udinese dengan skor 2-0. Dalam wawancara usai laga, Pulisic yang terpilih sebagai MVP mengungkap peran barunya dalam permainan tim asuhan Ruben Amorim, sementara Bartesaghi membahas adaptasinya di posisi yang lebih ofensif.

Gol Pulisic menjadi pembuka jalan kemenangan Milan atas Udinese. Berbicara kepada DAZN, pemain asal Amerika Serikat itu menjelaskan bagaimana ia memanfaatkan ruang ketika Luka Modric menguasai bola.

“Ketika Modric memegang bola, tugas saya adalah menyerang kedalaman. Saya melihat ruang, masuk ke sana, mengontrol bola, dan menyelesaikannya ke gawang,” ujar Pulisic, seperti dikutip dari wawancaranya dengan DAZN.

Pulisic mengaku sempat menahan diri untuk tidak langsung merayakan gol. Pengalaman pekan sebelumnya membuatnya lebih berhati-hati, karena ia sempat dianulir golnya akibat offside.

“Ya, pekan lalu gol saya dianulir karena offside, jadi kali ini saya lebih memilih menunggu sebelum merayakan berlebihan,” katanya.

Soal jersey yang ia kenakan saat mencetak gol pertama bersama Milan, Pulisic mengungkap bahwa ia memberikannya kepada sang ibu. “Saya memberikannya kepada ibu saya,” ujarnya singkat.

Pesan Pulisic soal Konsistensi dan Derby

Lebih lanjut, Pulisic menekankan pentingnya sikap sejak awal pertandingan. Menurutnya, Milan kerap membutuhkan waktu terlalu lama untuk masuk ke dalam permainan, dan itu harus diubah.

“Kami harus menghadapi pertandingan sejak awal dengan sikap seperti yang kami tunjukkan hari ini. Di kesempatan lain kami butuh terlalu banyak waktu untuk masuk ke dalam permainan. Jika kami memulai dengan cara ini, kami bisa menemukan konsistensi,” tuturnya kepada DAZN.

Pulisic juga menyoroti sosok-sosok pemimpin di dalam skuad. Ia mengaku bukan tipe pemain yang banyak berbicara, melainkan lebih memilih membuktikan segalanya di lapangan.

“Di tim ada banyak pemimpin. Saya bukan orang yang banyak bicara, saya lebih suka membuktikan hal-hal di lapangan. Hari ini pun, meski ada banyak cedera, rekan-rekan saya bermain hebat. Kami tim yang kuat,” kata Pulisic.

Menatap laga berikutnya, Pulisic menyebut pertandingan melawan Bologna tidak akan mudah. Setelah itu, barulah Milan akan memikirkan derby.

“Pertandingan melawan Bologna tidak akan mudah. Setelah itu, tentu saja, kami akan memikirkan derby,” ujarnya.

Bartesaghi Nyaman di Peran Baru

Di sisi lain, Davide Bartesaghi juga berbicara kepada DAZN untuk mengomentari penampilannya dan kemenangan atas Udinese. Pemain muda Milan itu membahas arahan dari Amorim serta adaptasinya di posisi yang lebih menyerang.

Bartesaghi mengaku mendapat pesan dari pelatih seusai pertandingan. Ia menilai dirinya masih punya banyak ruang untuk berkembang, meski merasa mampu menjalankan peran dalam dua fase permainan.

“Pelatih juga mengatakannya kepada saya sebelum dan setelah pertandingan. Untungnya saya mampu melakukan kedua fase. Masih banyak yang harus saya perbaiki, saya bisa berbuat lebih baik dalam banyak situasi. Tapi saya masih muda dan harus terus berkembang setiap hari,” ujar Bartesaghi kepada DAZN.

Mengenai kondisi fisiknya, Bartesaghi menyebut dirinya berada dalam kondisi prima. Ia juga mengaku nyaman dengan posisi yang ia tempati pada laga malam itu, baik dari sisi pribadi maupun bersama rekan-rekannya.

“Saya dalam kondisi fisik yang sangat baik, itu juga berkat pelatih. Di posisi malam ini saya merasa nyaman, baik dengan diri saya sendiri maupun dengan rekan-rekan saya,” katanya.

Bartesaghi lantas memuji kekompakan skuad Milan. Menurutnya, semangat itu juga berasal dari pelatih, dan para pemain berusaha memberikan 100 persen terlepas dari siapa yang turun bermain.

“Ini kelompok yang luar biasa dan penting. Itu juga berawal dari pelatih. Sisanya terserah kami untuk turun ke lapangan. Kami berusaha memberikan 100 persen terlepas dari siapa yang bermain, dan itu terlihat juga dengan faktor cedera yang sayangnya sedang terjadi,” ujarnya.

Soal prinsip permainan, Bartesaghi menegaskan bahwa hal-hal bisa berubah sepanjang musim, tetapi prinsipnya tetap sama. Ia menekankan pentingnya rasa lapar dan semangat saat mengenakan jersey Milan, di samping urusan taktik.

“Hal-hal berubah selama musim, tetapi prinsipnya tetap sama. Kami harus punya rasa lapar dan semangat ketika turun ke lapangan dengan jersey ini, itu hal terpenting selain urusan taktik,” kata Bartesaghi.

Kemenangan di Tengah Badai Cedera

Kemenangan 2-0 atas Udinese menjadi modal penting bagi Milan di tengah situasi skuad yang tidak ideal. Pulisic dan Bartesaghi sama-sama menyoroti banyaknya pemain yang absen karena cedera, namun menilai tim tetap mampu tampil solid.

Bagi Milan, konsistensi menjadi kata kunci. Pulisic menekankan perlunya memulai pertandingan dengan intensitas tinggi, sementara Bartesaghi menegaskan pentingnya semangat kolektif untuk melewati masa-masa sulit.

Wawancara keduanya lewat DAZN ini setidaknya memberi gambaran tentang bagaimana Milan berusaha menjaga performa di tengah keterbatasan. Setelah Udinese, Bologna menanti, lalu derby menjadi ujian berikutnya yang sudah mulai dipikirkan para pemain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *