Cakrawala News – 05 November 2026 | Remontada MU atas AS Roma selamatkan Michael Carrick, Fabrizio Romano ungkap nasibnya menjadi sorotan utama setelah Manchester United bangkit dari ketertinggalan 0-2 dan menang 3-2 pada laga lanjutan league phase Liga Champions 2026/2027, Rabu (4/11/2026) dini hari WIB. Kemenangan dramatis di Old Trafford itu mengakhiri rentetan sembilan pertandingan tanpa kemenangan Setan Merah, tetapi belum cukup menjamin posisi Carrick di kursi pelatih. Jurnalis transfer Fabrizio Romano melaporkan bahwa manajemen klub tetap menjadikan laga melawan Aston Villa pada akhir pekan sebagai penentu nasib sang pelatih.
Laga melawan AS Roma berjalan tidak mulus bagi tuan rumah. MU tertinggal dua gol lebih dulu pada babak pertama sebelum bangkit setelah turun minum. Penalti Bruno Fernandes membuka jalan kebangkitan, lalu tekanan demi tekanan membuat pertahanan Roma kewalahan. Brace Matheus Cunha di sepuluh menit terakhir memastikan kemenangan 3-2 sekaligus memutus rangkaian hasil buruk yang panjang.
Tekanan Besar Sebelum Laga
Sebelum pertandingan tersebut, posisi Carrick berada di ujung tanduk. MU sempat terperosok ke zona degradasi pada Sabtu sebelum Crystal Palace kalah 0-2 dari Tottenham Hotspur. Saat ini Setan Merah berada di posisi 17 klasemen sementara Premier League dengan koleksi tujuh poin dari sembilan pertandingan.
Data Oddschecker yang dikutip Bola.com menunjukkan William Hill memasang peluang 8/13 bagi Carrick untuk kehilangan jabatannya di Old Trafford. Nama pelatih Crystal Palace, Pierre Sage, menyusul dengan peluang 11/4 setelah awal musim yang buruk, sementara Regis Le Bris dari Sunderland berada di posisi ketiga daftar pelatih yang berpotensi dipecat.
Romano: Kemenangan Diapresiasi, tetapi Belum Mengamankan Pekerjaan
Menurut laporan Fabrizio Romano, manajemen Manchester United mengapresiasi Carrick atas kemenangan dramatis atas AS Roma. Mereka menilai hasil itu sangat krusial untuk memutus rentetan hasil buruk yang mereka dapatkan. Namun kemenangan tersebut belum cukup bagi Carrick untuk mengamankan pekerjaannya, dan ia masih terancam pemecatan dalam waktu dekat.
Laporan Romano menyebut manajemen akan menjadikan pertandingan melawan Aston Villa di Liga Inggris akhir pekan nanti sebagai penentu nasib Carrick. Dengan demikian, Remontada MU atas AS Roma selamatkan Michael Carrick, Fabrizio Romano ungkap nasibnya masih menyisakan tanda tanya besar mengenai masa depan pelatih asal Inggris itu.
Carrick Tak Terbawa Euforia
Carrick menyambut kemenangan atas AS Roma dengan perasaan bahagia, tetapi menegaskan tidak ingin terlalu larut dalam euforia karena masih ada pekerjaan besar yang harus diselesaikan timnya. Ia menyebut hasil tersebut sebagai momentum penting bagi MU dan meminta para pemain tetap membumi serta segera mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya.
“Saya tidak terlalu terbawa suasana. Saya rasa ini malam yang penting. Namun kami harus mengevaluasi diri, tetap tenang, mempersiapkan diri, dan siap untuk pertandingan besar lainnya pada akhir pekan,” kata Carrick dalam sesi jumpa pers setelah pertandingan, dilansir ESPN.
Meski kemenangan itu mengakhiri sembilan laga tanpa kemenangan, Carrick mengaku tidak merasa lega secara pribadi. Ia justru menyoroti keinginan para pemain untuk berprestasi dan menilai kemenangan tersebut sebagai hasil kerja keras seluruh tim.
“Sejujurnya, tidak. Entah itu benar atau salah, atau normal atau tidak, saya tidak tahu, tetapi saya tidak merasa lega. Saya benar-benar senang untuk para pemain,” ucapnya.
Carrick juga menegaskan bahwa kemenangan tersebut bukan tentang menyelamatkan posisinya sebagai pelatih. Ia mengaku sama sekali tidak memikirkan ambisi pribadi, melainkan fokus membangun kebersamaan dan membawa MU meraih hasil terbaik.
“Saya benar-benar 100 persen tidak memikirkan diri sendiri saat ini. Itu lebih tentang melihat semua orang dan perasaan yang dapat kami ciptakan ketika kami melakukan sesuatu dengan benar,” kata Carrick.
Yang Perlu Dicermati
Kemenangan atas AS Roma memberi Carrick ruang bernapas, tetapi tidak menghapus tekanan. Posisi MU di peringkat 17 Premier League dengan tujuh poin dari sembilan laga menjadi konteks penting mengapa manajemen masih mempertimbangkan masa depan pelatih. Duel melawan Aston Villa akhir pekan nanti akan menjadi ujian berikutnya, sekaligus indikator apakah kebangkitan di Liga Champions bisa berlanjut ke kompetisi domestik.
Bagi Carrick, fokus yang ia tekankan adalah membangun konsistensi dan kebersamaan tim, bukan sekadar menyelamatkan posisi pribadi. Namun laporan Romano menegaskan bahwa hasil melawan Aston Villa akan menjadi penentu. Sampai saat itu, Remontada MU atas AS Roma selamatkan Michael Carrick, Fabrizio Romano ungkap nasibnya tetap menjadi cerita yang belum selesai, dengan akhir yang bergantung pada performa Setan Merah di laga berikutnya.












