Cakrawala News – 06 November 2026 | Kata Rizal Mantovani soal series Sleeping with the Enemy, Cinta Laura perankan dua karakter menjadi salah satu sorotan dalam konferensi pers serial original WeTV tersebut di Senayan Park, Jakarta, Rabu (4/11/2026). Sutradara Rizal Mantovani mengungkap pendekatannya dalam menggarap serial mystery-thriller yang dibintangi Cinta Laura Kiehl ini, terutama soal bagaimana penonton diajak terus mempertanyakan siapa tokoh yang benar-benar bisa dipercaya.
Serial Sleeping with the Enemy dijadwalkan tayang secara eksklusif di platform WeTV mulai 13 November 2026 dengan total 10 episode. Proyek ini merupakan kolaborasi WeTV Indonesia dengan Hitmaker Studios dan digadang-gadang menjadi serial termahal yang pernah diproduksi rumah produksi tersebut.
Fokus pada Karakter, Bukan Sekadar Kejutan Cerita
Menurut Rizal, setiap karakter dalam serial ini memiliki latar belakang, luka, dan kepentingan masing-masing. Kondisi itu membuat keputusan yang mereka ambil tidak selalu bisa dinilai dari satu sudut pandang.
“Saya ingin penonton tertarik masuk ke kehidupan para karakter, lalu perlahan mulai bertanya siapa yang bisa dipercaya,” tutur Rizal dalam keterangannya.
Ia juga ingin penonton terus mempertanyakan pilihan para tokoh, bahkan setelah satu episode berakhir. Dengan begitu, konflik dalam serial ini tidak hanya bergantung pada kejutan cerita, tetapi juga pada perubahan pandangan penonton terhadap karakter yang mereka ikuti.
Pendekatan tersebut sejalan dengan genre mystery-thriller yang diusung. Cerita Sleeping with the Enemy mengangkat kisah balas dendam yang dibalut intrik keluarga, pengkhianatan, misteri, dan romansa.
Cinta Laura dan Dua Identitas yang Bertolak Belakang
Salah satu daya tarik utama serial ini adalah tantangan yang dihadapi Cinta Laura dalam memerankan dua identitas sekaligus, yakni Aruna Wirawan dan Clara Aveline von Morgenstern. Kedua karakter tersebut memiliki kepribadian yang sangat berbeda.
Aruna digambarkan sebagai sosok impulsif yang menyimpan banyak luka akibat masa lalunya, dengan sisi lembut dan rapuh. Sementara itu, Clara tampil lebih strategis, logis, serta penuh perhitungan dalam menjalankan rencana balas dendamnya.
Dalam cerita, Aruna Wirawan kehilangan segalanya ketika berusia 17 tahun setelah dijebak oleh keluarga elite Sastranegara atas kejahatan yang tidak pernah dilakukannya. Dua belas tahun kemudian, ia kembali dengan identitas baru sebagai Clara Aveline von Morgenstern dan menyusun rencana membalas perlakuan keluarga tersebut dengan menikahi Revan Sastranegara yang diperankan Anthony Xie.
Rencana itu tidak berjalan sederhana. Clara justru menghadapi dilema ketika perasaannya tumbuh kepada Adrian, yang diperankan Randy Martin dan merupakan ipar Revan. Situasi tersebut membuatnya harus memilih antara menuntaskan dendam masa lalu atau mengikuti perasaan yang mulai tumbuh.
Standar Produksi Internasional
CEO Hitmaker Studios Rocky Soraya mengatakan pihaknya memang ingin menghadirkan serial dengan kualitas produksi yang mampu bersaing di tingkat global. Menurut dia, proyek ini dirancang agar bisa dinikmati penonton Indonesia maupun pasar luar negeri.
“Kita mau bikin series high budget biar diterima seluruh dunia. Karena standar kita ke Eropa. Ini menjadi series termahal kita. Karena kita pengen punya International look yang bisa dinikmati tidak cuma Indonesia tapi juga luar negeri,” ujar Rocky dalam konferensi pers di Senayan Park, Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Rocky juga menjelaskan alasan pemilihan judul Sleeping with the Enemy. Menurutnya, judul itu menggambarkan hubungan seseorang yang justru memiliki kedekatan dengan sosok yang menjadi musuhnya. Ia menegaskan judul berbahasa Inggris dipilih karena seluruh judul serial produksinya memang menggunakan bahasa Inggris.
Selain Cinta Laura, serial ini melibatkan Ersya Aurelia, Randy Martin, Soraya Rasyid, Anthony Xie, Putri Patricia, Aruma Khadijah, Mike Ethan, dan Max Metino. Untuk mendukung adegan aksi tanpa pemeran pengganti, para pemain mengikuti workshop laga khusus secara intensif.
Adegan Intim dan Profesionalisme Pemain
Cinta Laura juga blak-blakan soal pengalamannya menjalani adegan intim bersama Anthony Xie. Menurut dia, adegan tersebut menjadi tantangan tersendiri karena merupakan pengalaman pertamanya dalam sebuah serial.
Ia memastikan seluruh proses dilakukan secara profesional dengan aturan yang menjaga kenyamanan dan privasi para pemain. Pengambilan gambar didampingi intimacy coordinator sehingga para pemain memiliki ruang yang lebih aman saat menjalani adegan sensitif.
“Kalau kita ngomongin scene intimate di series ini aku bisa yakin bahwa hanya fungsinya menjadi penguat cerita dan semua adegan itu teknis dan ilusi kamera. Jadi sama sekali tidak ada yang real dari intimate scenes kita,” jelas Cinta.
Cinta menyebut proses syuting serial ini sebagai salah satu pengalaman paling menyenangkan sepanjang perjalanan kariernya. Ia menilai para pemain di sekitarnya membantu dirinya memberikan reaksi dan emosi yang dibutuhkan.
Dengan tayang perdana pada 13 November 2026, Sleeping with the Enemy akan menjadi ujian bagi ambisi Hitmaker Studios dan WeTV menghadirkan drama berstandar internasional. Bagi penonton, serial ini menawarkan teka-teki karakter yang disebut Rizal Mantovani sengaja dibuat abu-abu, sehingga batas antara kawan dan lawan menjadi bagian dari pengalaman menonton itu sendiri.












