Sabalenka Kalahkan Pegula, Laju ke Final US Open Keempat Beruntun

Cakrawala News – 12 September 2026 | Jessica Pegula sukses melaju ke semifinal US Open 3 kali beruntun, namun langkahnya kembali terhenti di tangan Aryna Sabalenka. Petenis unggulan pertama asal Belarusia itu melaju ke final US Open untuk keempat kalinya secara beruntun setelah mengalahkan Pegula dua set langsung 7-5, 6-2 di Stadion Arthur Ashe, New York, Jumat WIB.

Sabalenka memastikan kemenangan dalam waktu 1 jam 20 menit. Hasil ini sekaligus memperpanjang dominasinya atas Pegula di New York, dengan ia selalu menang dalam tiga pertemuan terakhir mereka di US Open.

Kemenangan tersebut membuat Sabalenka menjadi petenis pertama pada era tenis modern atau Open yang mampu mencapai delapan final Grand Slam lapangan keras secara beruntun. Ia melewati catatan tujuh final beruntun yang sebelumnya dicapai Steffi Graf, Martina Hingis, dan Novak Djokovic.

Sabalenka juga menjadi petenis putri keenam pada era Open yang mencapai setidaknya empat final tunggal putri US Open secara berturut-turut. Ia menyamai pencapaian Evonne Goolagong Cawley, Chris Evert, Martina Navratilova, Graf, dan Serena Williams.

Perlawanan ketat di set pertama

Menghadapi Pegula, Sabalenka mendapat perlawanan ketat pada set pertama. Kedua petenis sama-sama mampu mempertahankan servis hingga kedudukan 5-5 dan hanya menghasilkan satu peluang break masing-masing.

Sabalenka kemudian merebut gim ke-11 untuk unggul 6-5 sebelum mematahkan servis Pegula pada gim berikutnya melalui pukulan backhand yang gagal dikembalikan lawannya.

Pada set kedua, Sabalenka mulai menjauh. Ia memanfaatkan peluang break keempat melalui forehand winner dari pengembalian servis kedua Pegula untuk memimpin 3-1.

Pegula kesulitan melalui servis keduanya dengan hanya memenangi lima dari 19 poin atau 26 persen. Sebaliknya, Sabalenka hanya menghadapi satu peluang break sepanjang pertandingan dan kembali mematahkan servis Pegula untuk memastikan kemenangan 6-2.

Dalam laporan lain, Sabalenka tercatat mencatatkan tujuh ace dan 29 winner, sekaligus membatasi ruang gerak lawannya. Serangkaian groundstroke kerasnya membuat Pegula tertinggal 0-40 pada momen krusial set pertama, sebelum akhirnya Sabalenka mengamankan set point setelah pengembalian Pegula menyangkut di net.

Dorongan terakhir di Grand Slam

Sabalenka mengaku sangat ingin menang, terutama setelah kalah dalam pertandingan sulit melawan Pegula di lapangan rumput dan tidak tampil terlalu baik di pertengahan musim.

“Saya sangat ingin menang. Saya kalah dalam pertandingan yang sulit melawan Jess di lapangan rumput dan tidak tampil terlalu baik di pertengahan musim,” kata Sabalenka dalam konferensi pers seusai pertandingan dikutip dari WTA.

“Rasanya, jika berbicara tentang Grand Slam, ini seperti dorongan terakhir bagi saya pada musim ini. Saya sangat ingin mencapai final dan tentu saja ingin melangkah sampai akhir,” ujarnya menambahkan.

Sabalenka pun menilai performanya kali ini lebih baik dibandingkan pertemuan-pertemuan sebelumnya dengan Pegula. Pegula, yang sempat mengalahkan Sabalenka di lapangan rumput Berlin tahun ini, disebut mengakui bahwa laga kali ini adalah penampilan terbaik Sabalenka sepanjang tahun.

Peluang sejarah di partai puncak

Di babak final, Sabalenka akan menanti pemenang dari semifinal lainnya yang mempertemukan unggulan kedua Elena Rybakina melawan unggulan keempat Coco Gauff. Pertemuan dengan Gauff bukan hal baru bagi Sabalenka, mengingat Gauff adalah lawan yang mengalahkannya di final US Open 2023.

Sementara itu, Rybakina yang mengalahkan Sabalenka pada final Australia Terbuka Januari lalu, berhasil menggeser posisi Sabalenka dari peringkat satu dunia hanya dengan mencapai semifinal di turnamen ini.

Sabalenka berpeluang menjadi petenis putri ketiga yang mampu meraih tiga gelar US Open berturut-turut, menyamai pencapaian legenda tenis putri Chris Evert dan Serena Williams. Ia sebelumnya juga mengalahkan Pegula dalam perjalanan menuju gelar US Open pada tahun 2024 dan 2025.

Bagi Pegula, kekalahan ini memupus harapannya meraih gelar Grand Slam perdananya. Meski demikian, catatan Jessica Pegula sukses melaju ke semifinal US Open 3 kali beruntun menunjukkan konsistensinya di level tertinggi, kendati ia belum mampu melewati hadangan Sabalenka di New York.

Pertandingan final akan menjadi ujian berikutnya bagi Sabalenka untuk membuktikan dominasinya di lapangan keras sekaligus menutup musim Grand Slam dengan gelar yang ia sebut sebagai target terakhirnya tahun ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *