Sesumbar Jose Mourinho Jelang El Clasico, Pede Real Madrid Bakal Raih Trofi La Liga

Sesumbar Jose Mourinho Jelang El Clasico, Pede Real Madrid Bakal Raih Trofi La Liga
Sesumbar Jose Mourinho Jelang El Clasico, Pede Real Madrid Bakal Raih Trofi La Liga

Cakrawala News – 27 Oktober 2026 | Sesumbar Jose Mourinho jelang El Clasico lawan Barcelona, pede Real Madrid bakal raih trofi La Liga, menjadi sorotan utama setelah pelatih asal Portugal itu membawa Los Blancos menang 2-1 di Camp Nou, Senin, 26 Oktober 2026 dini hari WIB. Kemenangan tersebut tidak hanya memangkas jarak dengan rival abadinya menjadi tiga poin, tetapi juga menegaskan ambisi Madrid untuk kembali mengangkat trofi juara musim ini.

Dua gol Kylian Mbappe menjadi penentu kemenangan Madrid. Gol terakhir yang tercipta pada menit ke-87 memastikan Barcelona menelan kekalahan setelah sebelumnya tidak terkalahkan dalam sembilan laga domestik beruntun. Hasil ini sekaligus memanaskan persaingan gelar La Liga yang sebelumnya sempat dikuasai Barcelona.

Selebrasi khas Mourinho pun kembali menjadi perhatian. Pelatih berusia 63 tahun itu melakukan knee slide di pinggir lapangan setelah Mbappe mencetak gol kemenangan. Aksi tersebut mengingatkan publik pada selebrasi ikonisnya 14 tahun silam, ketika Cristiano Ronaldo mencetak gol penentu kemenangan pada menit ke-90 melawan Manchester City di Liga Champions.

Pernyataan Mourinho Usai El Clasico

Dalam pernyataannya yang dikutip BBC, Mourinho menegaskan bahwa kemenangan ini bukan sekadar soal mengalahkan Barcelona, melainkan langkah menuju gelar juara. “Menurut saya, Real Madrid tidak bermain untuk menang di Camp Nou, tetapi Real Madrid bermain untuk memenangkan La Liga,” ujar Mourinho.

Ia menambahkan bahwa timnya bisa saja menang karena keberuntungan, tetapi kemenangan kali ini diraih dengan ketenangan dan sepenuhnya layak didapatkan. “Ini adalah kelompok yang sangat kuat. Semua orang bekerja sangat keras. Semua orang siap untuk menang,” katanya.

Mourinho juga menegaskan bahwa penghargaan atas kemenangan harus diberikan kepada para pemain. Menurutnya, ketika tim menang, pujian layak diberikan kepada pemain, namun ketika kalah, kesalahan kerap dibebankan kepada pelatih. Hal itulah yang menurutnya membuat pelatih sering dipecat dari jabatannya setiap pekan.

Sesumbar Jose Mourinho jelang El Clasico lawan Barcelona, pede Real Madrid bakal raih trofi, juga tercermin dari keyakinannya terhadap kualitas skuad. “Saya belajar bahwa saya memiliki kelompok yang luar biasa, dengan kualitas dan mentalitas untuk bermain,” ungkapnya.

Ia menyoroti komposisi lini tengah sebagai salah satu kunci keberhasilan. Menurut Mourinho, memiliki perpaduan pemain dengan kemampuan berbeda memberikan lebih banyak keuntungan dibandingkan hanya mengandalkan dua pemain dengan karakteristik serupa. Perpaduan tersebut, katanya, memberikan keseimbangan ketika bertahan dan kualitas saat menyerang.

Rekor dan Taktik Mourinho

Hasil di Camp Nou membuat Mourinho menyamai pencapaian Miguel Munoz pada 1962-1965 dan Vicente del Bosque pada 2001-2003 sebagai pelatih Real Madrid yang mampu melewati enam pertandingan El Clasico berturut-turut tanpa kekalahan. Pelatih asal Portugal itu membukukan empat kemenangan dan dua hasil imbang dalam enam pertemuan terakhirnya melawan Barcelona bersama Real Madrid, meskipun catatan tersebut terpisah oleh masa 13 tahun sejak periode pertamanya menangani klub.

Mourinho kembali melatih Real Madrid pada musim panas 2026 setelah 13 tahun meninggalkan Los Blancos. Kini ia memiliki catatan enam kemenangan dan enam kekalahan sepanjang kariernya dalam pertandingan El Clasico.

Dari sisi taktik, keputusan Mourinho menarik keluar Vinicius Junior dan memasukkan Bernardo Silva terbukti menjadi langkah yang tepat. Penempatan Bernardo Silva di lini tengah memberikan keseimbangan bagi Real Madrid sekaligus menepis anggapan bahwa gelandang asal Portugal itu tidak mampu menjalankan peran tersebut dalam pertandingan-pertandingan besar.

Penguasaan bola memang tidak serta-merta berpindah pihak. Namun, saat Madrid memegang bola, terlihat peningkatan kreativitas yang nyata. Tim asuhan Mourinho mampu beradaptasi dengan setiap situasi, memanfaatkan keunggulan, dan memangkas jarak dengan rival abadinya.

Mental Andriy Lunin dan Catatan Wasit

Kemenangan Madrid juga tidak lepas dari peran kiper Andriy Lunin. Hanya beberapa jam sebelum pertandingan, kabar buruk datang mengenai kondisi Thibaut Courtois yang dipastikan absen karena sakit. Situasi tersebut membuat Lunin harus mengambil alih posisi penjaga gawang utama, padahal ia belum sekalipun tampil sepanjang musim ini.

Lunin harus menghadapi tekanan pertandingan sebesar El Clasico di tengah atmosfer stadion yang sangat tidak bersahabat. Mourinho disebut menunjukkan cara membangun kepercayaan diri kiper asal Ukraina tersebut, dan Lunin membalasnya dengan penampilan gemilang.

Meski menang, Mourinho masih menyimpan kekecewaan terhadap keputusan perangkat pertandingan. Ia menyebut wasit video tertidur dan menjelaskan insiden yang menurutnya layak mendapatkan perhatian lebih serius. Kekecewaan itu tidak sepenuhnya menutupi kegembiraannya, tetapi menunjukkan bahwa ia tetap menuntut standar tinggi dari perangkat pertandingan.

Sesumbar Jose Mourinho jelang El Clasico lawan Barcelona, pede Real Madrid bakal raih trofi, kini menjadi pijakan penting bagi Los Blancos. Dengan jarak tiga poin dari Barcelona, persaingan gelar La Liga musim ini diprediksi berlangsung ketat hingga akhir.

Bagi Madrid, kemenangan di Camp Nou menjadi modal berharga untuk menjaga konsistensi. Namun, perjalanan masih panjang dan Barcelona yang sebelumnya tidak terkalahkan dalam sembilan laga domestik beruntun tentu akan berusaha bangkit. Publik akan menantikan apakah keyakinan Mourinho terbukti di akhir musim.

Exit mobile version