Spesifikasi Becak Listrik Buatan PT Pindad Bantuan Presiden Prabowo Subianto, Harga Rp22 Juta per Unit

Spesifikasi Becak Listrik Buatan PT Pindad Bantuan Presiden Prabowo Subianto, Harga Rp22 Juta per Unit
Spesifikasi Becak Listrik Buatan PT Pindad Bantuan Presiden Prabowo Subianto, Harga Rp22 Juta per Unit

Cakrawala News – 22 Oktober 2026 | Spesifikasi becak listrik buatan PT Pindad bantuan Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan setelah kendaraan roda tiga itu mulai disalurkan ke sejumlah daerah, mulai dari Kabupaten Bogor, Kota Cimahi, Sukabumi, Serang, hingga Lebak. Becak listrik ini dirancang untuk meringankan beban fisik para pengayuh becak, khususnya yang sudah lanjut usia, agar tetap bisa mencari nafkah tanpa harus mengayuh sepanjang hari.

Program bantuan ini melibatkan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) sebagai operator penyaluran. Nilai satu unit becak listrik diperkirakan sekitar Rp22 juta. Di Kabupaten Bogor, misalnya, sebanyak 130 unit senilai total sekitar Rp2,86 miliar diserahkan pada Sabtu (17/10/2026) di Alun-alun Kabupaten Bogor melalui Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Yayasan GSN.

Kecepatan, Daya Tempuh, dan Kapasitas Angkut

Dari sisi performa, keterangan yang dihimpun dari sejumlah daerah menunjukkan adanya variasi data teknis yang perlu dicermati. Kepala Bidang Angkutan dan Penerangan Jalan Umum Dinas Perhubungan Kota Cimahi Iwan Ridwan menyebut becak listrik ini memiliki kecepatan maksimal 30 kilometer per jam dan daya tempuh sekitar lima kilometer untuk setiap satu strip indikator baterai. Baterai yang habis dapat dicas selama empat jam.

Adapun berdasarkan keterangan pada penyaluran di Kabupaten Bogor, kendaraan ini memiliki daya motor di bawah 450 watt, kecepatan maksimum 15 kilometer per jam, serta jarak tempuh sekitar 36 hingga 50 kilometer dalam sekali pengisian daya. Pengisian baterai hingga penuh membutuhkan waktu sekitar empat hingga lima jam berdasarkan pengalaman salah seorang penerima bantuan di Kota Bogor.

Perbedaan angka tersebut kemungkinan terkait dengan kondisi pengujian dan penjelasan masing-masing pihak di lapangan. Meski begitu, kedua keterangan menegaskan bahwa becak listrik ini ditujukan untuk perjalanan jarak pendek dengan kecepatan yang dibatasi demi keselamatan.

Dari sisi kapasitas, becak listrik buatan PT Pindad ini disebut mampu mengangkut beban hingga 200 kilogram, termasuk untuk dua orang penumpang. Kemampuan itu dinilai memadai untuk menunjang aktivitas pengayuh becak dalam melayani penumpang sehari-hari.

Fitur Keselamatan dan Kenyamanan

Untuk mendukung keselamatan berkendara, kendaraan ini dilengkapi rem cakram, lampu depan, lampu sein, serta spion. Terdapat pula layar LED yang menampilkan informasi kecepatan dan indikator baterai sehingga pengemudi dapat memantau kondisi kendaraan selama perjalanan.

Fitur lainnya adalah kanopi lipat yang berfungsi melindungi pengemudi dan penumpang dari paparan panas matahari maupun hujan. Becak ini juga tetap dilengkapi pedal sehingga masih dapat dikayuh ketika baterai habis. Sejumlah perlengkapan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan penggunaan becak listrik dibandingkan becak konvensional.

Soal pengisian daya, baterai becak listrik ini masih diisi secara mandiri di rumah masing-masing penerima, tanpa memerlukan stasiun pengisian khusus di titik-titik tertentu. Pola ini dinilai lebih praktis bagi pengayuh yang biasa beroperasi di kawasan permukiman dan pasar.

Sasaran Penerima dan Penyaluran di Berbagai Daerah

Penerima bantuan diprioritaskan bagi pengemudi becak berusia lanjut. Di Kota Cimahi, prioritas diberikan kepada lansia berumur 55 sampai 70 tahun. Di Kabupaten Lebak, sebanyak 200 unit becak listrik tiba di Rangkasbitung pada Selasa (20/10) dan akan dipusatkan penyalurannya di Gelanggang Olahraga Uwes Qorni Pasir Ona Rangkasbitung.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak Halson Nainggolan menyampaikan terima kasih kepada Presiden atas bantuan tersebut. Ia memastikan bantuan disalurkan dalam waktu dekat sesuai daftar yang diusulkan dan telah diverifikasi bagi penarik becak usia lanjut. “Kami berharap calon penerima becak itu nantinya dirawat dan tidak boleh dijual,” kata Halson.

Di Kabupaten Serang, sebanyak 190 unit tiba di Pendopo Bupati Serang pada Senin (19/10/2026). Sekretaris Daerah Kabupaten Serang Zaldi Dhuhana menjelaskan, Pemkab Serang sebelumnya mengajukan bantuan untuk 208 warga, namun 190 unit yang disetujui. Bantuan itu tidak hanya menyasar pengemudi becak manual berusia 55 tahun, tetapi juga direncanakan untuk warga di wilayah Anyar dan Cinangka, kawasan wisata, hingga penyandang disabilitas.

“Walaupun nanti dalam operasionalnya bisa dipakai juga oleh keluarganya kalau si bapaknya ini sudah sangat tua dan tidak bisa mengoperasikan,” kata Zaldi.

Sementara di Kabupaten Sukabumi, 100 unit becak listrik diserahkan di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi pada Senin (19/10/2026). Bupati Sukabumi Asep Japar menilai armada ramah lingkungan itu akan meringankan beban fisik penarik becak sekaligus membuka peluang mendongkrak pemasukan harian mereka. Pemkab Sukabumi juga berencana mengupayakan perlindungan jaminan asuransi bagi para pengemudi penerima bantuan.

Harapan agar Bantuan Tidak Diperjualbelikan

Wakil Ketua Yayasan GSN Nanik S Deyang mengungkapkan, inisiatif pembagian becak ini telah dirintis sejak 2023. Tujuannya agar para penarik becak memiliki aset kerja mandiri tanpa perlu memikirkan setoran harian. Ia menegaskan bantuan tidak boleh diperjualbelikan karena diperuntukkan sebagai sarana mencari nafkah.

Di tingkat penerima, sejumlah pengemudi becak di Rangkasbitung mengapresiasi kepedulian Presiden. “Kami merasa lega setelah dilakukan pendataan sebagai calon penerima becak listrik bantuan Presiden Prabowo,” kata Ujang, seorang pengemudi becak di Kabupaten Lebak.

Dengan harga sekitar Rp22 juta per unit dan berbagai fitur penunjang keselamatan, spesifikasi becak listrik buatan PT Pindad bantuan Presiden Prabowo Subianto menempatkan kendaraan ini sebagai alat kerja yang perlu dirawat dengan baik. Ke depan, yang perlu diperhatikan adalah kesiapan perawatan, ketersediaan suku cadang, serta pengawasan agar bantuan tetap digunakan sesuai peruntukannya dan tidak berpindah tangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *